10 Tokoh Anime Naruto Yang Kehilangan Tangan Saat Bertarung

Table of Contents

Dalam dunia Shinobi, setiap misi yang dijalankan selalu melibatkan pertarungan sengit yang penuh risiko. Bahaya yang dihadapi tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga berpotensi menyebabkan luka fatal atau kehilangan bagian tubuh.

Sepanjang perjalanan Anime Naruto, beberapa tokoh mengalami momen tragis dalam pertarungan yang membuat mereka harus kehilangan bagian tubuhnya, terutama tangan.

Berikut adalah 10 tokoh dalam Anime Naruto yang kehilangan tangan saat bertarung:

1. Jiraiya

Jiraiya kehilangan tangan kirinya saat bertarung melawan Pain.

Dalam pertempuran tersebut, Jiraiya bekerja sama dengan dua Sage Katak untuk menjebak tiga tubuh Pain ke dalam Genjutsu. Rencana ini berhasil, dan tiga Pain terperangkap, membuat mereka tak berdaya. Sebagai mantan murid, Pain tidak menduga bahwa Jiraiya memiliki kemampuan Genjutsu tingkat tinggi.

Jiraiya memanfaatkan momen itu untuk mengingatkan Pain tentang ajarannya dulu: jangan pernah menurunkan kewaspadaan terhadap lawan. Dengan tegas, Jiraiya menghunuskan pedang ke tubuh tiga Pain yang terjebak Genjutsu hingga mereka tewas.

Namun, ketika Jiraiya merasa telah memenangkan pertarungan, ia melangkah pergi dengan rasa percaya diri, meninggalkan tiga mayat Pain di belakangnya. Dalam momen tersebut, ia bahkan memberi izin kepada dua Sage Katak untuk pulang dan beristirahat setelah kelelahan menyanyikan melodi Genjutsu.

Tanpa diduga, salah satu tubuh Pain yang lain muncul dari belakang Jiraiya. Dengan dingin, Pain mengingatkan Jiraiya pada ajarannya sendiri: "Jangan pernah menurunkan kewaspadaan terhadap lawan."

Pain melancarkan serangan mematikan yang menghantam tubuh Jiraiya dengan kekuatan dahsyat. Tubuh Jiraiya terpental jauh, menghantam dinding beton hingga menembusnya, dan akibat serangan itu, tangan kiri Jiraiya terpenggal.

2. Obito Uchiha

Kisah ini bermula ketika Obito dan Kakashi memasuki markas musuh, sebuah kubah bebatuan, dengan tujuan menyelamatkan Rin yang disandera oleh Shinobi Iwagakure. Kedatangan mereka langsung disambut oleh Kakko, dan terjadilah pertarungan sengit dua lawan satu. Kakashi berhasil menebaskan pedangnya ke bahu Kakko, membuat Kakko terkapar di tanah. Kakashi pun menganggap musuh telah dikalahkan.

Tanpa membuang waktu, Kakashi dan Obito segera bergegas membebaskan Rin dari pengaruh Genjutsu dan melepaskan ikatan tali yang membelenggu tubuhnya. Namun, saat mereka sibuk menyelamatkan Rin, Kakko bangkit kembali. Ia menggunakan Jutsu untuk menghancurkan markasnya sendiri, menyebabkan runtuhan bebatuan yang berjatuhan.

Kakashi segera memerintahkan Obito dan Rin untuk berlari keluar demi menyelamatkan diri. Namun, di tengah pelarian, sebuah batu besar jatuh dan menghantam kepala Kakashi, membuatnya terjatuh. Obito, tanpa ragu, kembali untuk membantu Kakashi. Ia mendorong tubuh Kakashi menjauh dari bahaya, tetapi malangnya, sebuah batu besar jatuh menimpa setengah tubuh Obito.

Setelah insiden ini, Obito dianggap tewas dan dinyatakan gugur sebagai pahlawan desa Konoha. Namun, kenyataannya berbeda. Obito berhasil diselamatkan oleh Madara Uchiha, meskipun harus kehilangan tangan kanannya sebagai akibat dari kejadian tersebut.

3. Ay Raikage Keempat

Kisah ini dimulai saat Lima Kage berkumpul dalam rapat penting untuk membentuk Aliansi Shinobi dengan tujuan utama memusnahkan Akatsuki. Dalam rapat tersebut, Mifune, pemimpin Negara Besi, mengambil inisiatif dengan menunjuk Danzou sebagai ketua Aliansi Shinobi Lima Negara Besar. Namun, Ao dengan kemampuan Byakugan miliknya menemukan kejanggalan. Ia membuktikan bahwa Danzou telah mengendalikan Mifune menggunakan Genjutsu dari mata Sharingan milik Shisui.

Di tengah ketegangan antara Lima Kage yang dipicu oleh tindakan licik Danzou, suasana rapat semakin memanas. Tiba-tiba, Zetsu muncul dan membuat keributan di hadapan mereka sambil berkata, “Sasuke Uchiha ada di sini, temukan dia.” Ay, didampingi oleh Darui dan Shee, segera bergegas mencari Sasuke untuk melampiaskan amarahnya, karena Sasuke dianggap bertanggung jawab atas penculikan Bee.

Pertemuan antara Ay dan Sasuke segera berubah menjadi pertarungan sengit. Dalam pertempuran tersebut, Ay sempat memuji kemampuan Chidori milik Sasuke yang berhasil menembus tubuhnya, meskipun dilindungi oleh Armor Elemen Listrik. Ay juga menyadari bahwa Chidori adalah teknik ciptaan Kakashi, membuatnya semakin terkesan dengan kemampuan Sasuke dalam menguasai teknik tersebut.

Selanjutnya, Ay menangkap tubuh Sasuke dan membantingnya dengan teknik Taijutsu Liger Bomb. Namun, Sasuke berhasil menyelamatkan dirinya dengan mengaktifkan Susano’o tepat waktu, yang melindungi tubuhnya dari hempasan keras tersebut. Keberhasilan ini membuat Darui terkesan, karena Sasuke menjadi orang pertama yang berhasil selamat dari serangan mematikan teknik Liger Bomb.

Tidak berhenti di situ, Ay meningkatkan level Chakra-nya hingga setara dengan Bijuu, memberinya kecepatan yang menyamai Minato. Dengan kecepatan luar biasa itu, Ay tiba-tiba muncul di belakang Sasuke, bersiap melancarkan pukulan mematikan dengan Jutsu Raigyaku Suihei.

Namun, ia mendadak menunda pukulannya ketika menyadari bahwa Sasuke telah membungkus Susano’o miliknya dengan Perisai Amaterasu. Perisai ini membuat Ay berpikir ulang karena menyentuhnya berarti membakar tubuhnya.

Merasa diremehkan, Ay memutuskan untuk tetap melanjutkan pukulannya, menghantam wajah Sasuke hingga membuat tubuh Sasuke terpelanting dan memuntahkan darah. Keberanian Ay dalam melanjutkan serangan ini harus dibayar mahal. Tangan kirinya terbakar oleh Api Hitam Amaterasu, memaksanya untuk segera memenggal tangannya sendiri demi mencegah penyebaran api yang tidak bisa dipadamkan.

4. Namikaze Minato (Edo Tensei)

Pada Perang Dunia Shinobi Keempat, Obito berubah menjadi Jinchuriki Juubi. Para Hokage dari generasi pertama hingga ketiga berusaha menyerangnya untuk menganalisis kemampuan dan pergerakannya dalam wujud tersebut.

Ketika melihat Obito masih kesulitan mengendalikan kekuatan Juubi, Minato mencoba memanfaatkan kesempatan untuk mengalahkannya. Ia menyerang Obito dengan menebaskan kunai. Namun, Obito berhasil menahan serangan itu dengan tongkat Gudoudama, bahkan mematahkan kunai milik Minato. Tidak berhenti di situ, Obito membalas serangan Minato dengan menebaskan Gudoudama, yang menyebabkan tangan kanan Minato terpenggal.

Meskipun Minato berada dalam wujud Edo Tensei, tangannya yang putus tidak dapat pulih seperti biasa. Nidaime Hokage kemudian memperingatkan Minato agar tidak terkena serangan Gudoudama lagi. Nidaime menduga bahwa jutsu milik Obito didasarkan pada Elemen Bayangan dan Cahaya, yang mampu menetralkan semua Ninjutsu.

Dengan kata lain, jika tubuh Edo Tensei dihancurkan oleh Gudoudama, bagian tersebut tidak akan pulih kembali, dan pengguna Edo Tensei dapat benar-benar mati. Nidaime meminta Minato untuk menerima kenyataan bahwa tangan kanannya telah hilang selamanya.

Tak hanya satu tangan, tapi Minato kehilangan dua tangan. Akibat terkena Gudoudama.

Saat itu, Madara mencoba memengaruhi Obito yang telah mengkhianatinya, agar kembali bekerja sama. Ia menyatakan bahwa dunia yang diciptakan oleh Rikudo Sennin telah gagal. Madara menegaskan bahwa ajaran Chakra, yang awalnya diajarkan oleh Rikudo sebagai alat kedamaian, kini telah disalahgunakan menjadi senjata kehancuran.

Menurutnya, praktik Chakra saat ini bertentangan dengan filosofi asli Kaguya, yang menginginkan kedamaian melalui Mugen Tsukuyomi. Dengan penuh keyakinan, Madara berusaha membujuk Obito untuk bergabung kembali dengannya, membawa seluruh umat manusia menuju Mugen Tsukuyomi demi "menyelamatkan dunia."

Melihat Obito perlahan berjalan mendekati Madara, Kakashi dan Gaara segera bertindak untuk menghentikannya. Kakashi menyiapkan serangan Kamui, sementara Gaara mempersiapkan dinding pasir raksasa dengan teknik Sabakuha untuk menghalangi langkah Obito.

Di saat yang sama, Minato melemparkan kunai ke dekat kaki Madara dan berteleportasi ke lokasi tersebut, bersiap menyerang Madara dengan Rasengan. Namun, Madara dengan cepat bereaksi dan menebaskan Gudoudama ke arah Minato. Tebasan itu langsung mengenai tangan kiri Minato yang memegang Rasengan, menyebabkan tangan tersebut terpenggal dalam sekejap.

Minato kehilangan kedua tangannya dalam pertempuran ini, menunjukkan betapa dahsyat dan mematikan kekuatan Gudoudama yang digunakan oleh Obito dan Madara.

5. Madara Uchiha

Kisah ini bermula saat Madara Uchiha kembali hidup sebagai manusia utuh, setelah sebelumnya hanya berupa tubuh Edo Tensei. Dalam kondisi ini, Madara langsung menantang para Bijuu dan memaksa mereka untuk tunduk di bawah kendalinya.

Naruto, Gaara, Bee, dan sembilan Bijuu bersatu untuk melawan Madara yang menggunakan wujud Susano’o. Serangan gabungan mereka berhasil membuat Madara terpojok, terutama setelah ia dibombardir dengan serangan bertubi-tubi yang dikoordinasikan secara sempurna.

Kurama kemudian memberikan komando kepada para Bijuu untuk menyerang bersama. Semua Bijuu menghempaskan ekor mereka secara serentak, mengarah pada tubuh Susano’o milik Madara.

Akibat serangan gabungan dahsyat ini, Madara harus merelakan kehilangan tangan kirinya yang terpenggal dalam pertempuran tersebut.

6. Orochimaru

Kisah ini bermula ketika Orochimaru sedang menaiki tangga dan melihat Itachi menuruni tangga di hadapannya. Ketika mereka berpapasan, tiba-tiba Orochimaru menyerang Itachi dari belakang dengan melilitkan ular pada tubuh Itachi, membuatnya tak bisa bergerak. Orochimaru kemudian menyatakan niatnya untuk menjadikan Itachi sebagai tubuh barunya.

Namun, situasi segera berbalik. Dalam sekejap, Itachi berhasil melepaskan diri dari lilitan ular dan berdiri tepat di depan Orochimaru. Dengan tenang, Itachi menggunakan Kanashibari no Jutsu, yang membuat tubuh Orochimaru lumpuh total dan tidak dapat bergerak.

Selanjutnya, Orochimaru mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan luar biasa mata Sharingan milik Itachi. Dengan penuh tekad, Orochimaru mencoba menggerakkan tangannya untuk membentuk segel, berniat melancarkan serangan balik terhadap Itachi.

Namun, sebelum Orochimaru sempat menyelesaikan segel tangannya, Itachi dengan gerakan cepat menggunakan Kunai untuk memenggal tangan kiri Orochimaru. Setelah itu, Itachi dengan dingin berkata kepada Orochimaru bahwa jutsu apa pun yang ia gunakan akan sia-sia di hadapan mata Sharingan.

7. Ao

Pada Perang Dunia Shinobi Keempat, Ao bekerja sama dengan Inoichi untuk menyampaikan laporan situasi medan perang sekaligus mengomunikasikan arahan strategi dari Shikaku. Melalui kemampuan telepati yang dimiliki Inoichi, strategi tersebut berhasil diteruskan kepada setiap divisi pasukan Aliansi Shinobi yang tengah bertempur melawan Akatsuki di medan perang.

Meskipun tidak terlibat langsung dalam pertarungan, keberadaan Ao di markas pusat sangatlah penting. Kemampuan sensor miliknya membantu mendeteksi bahaya dari musuh, memungkinkan Shikaku untuk menyusun rencana yang efektif dalam memandu Aliansi Shinobi mengalahkan musuh.

Bahkan, Madara terkesan dengan kemampuan kerja sama lima negara besar yang membentuk Aliansi Shinobi untuk menggagalkan rencana Mugen Tsukoyomi.

Mengetahui bahwa terdapat aktor intelektual yang berperan penting dalam mengendalikan pasukan Aliansi Shinobi dari lima negara besar, Madara pun memutuskan untuk melumpuhkan markas pusat yang menjadi otak strategi mereka. Bersama Obito, Madara memanfaatkan Juubi untuk menembakkan Bijudama, dengan tujuan menghancurkan markas pusat tersebut beserta seluruh penghuninya.

Ledakan dahsyat itu menghancurkan markas dan merenggut nyawa hampir semua orang di dalamnya, termasuk Shikaku dan Inoichi. Namun, di tengah kehancuran tersebut, keajaiban terjadi: Ao berhasil selamat. Meski demikian, ia tidak sepenuhnya lolos tanpa cedera. Ao mengalami kerusakan serius pada beberapa bagian tubuhnya dan kehilangan tangan kirinya akibat serangan mematikan itu.

Dalam anime Boruto episode 178, Ao diperlihatkan menghadiri peringatan Perang Dunia Shinobi Keempat di Desa Konoha. Ia memberikan penghormatan kepada rekan-rekannya yang telah gugur dalam perang, mengenang pengorbanan besar mereka demi perdamaian dunia Shinobi.

8. Deidara

Ketika Deidara terbang dengan burung tanah liatnya untuk menyusup ke Desa Suna, ia menjalankan misi penting dari Akatsuki: menculik Gaara dan merebut Biju Shukaku yang bersemayam dalam tubuhnya.

Namun, rencananya tidak berjalan mulus. Gaara berhasil mencurigai aksi penyusupan Deidara, karena ia menyadari bahwa burung yang dinaiki Deidara bukan jenis yang biasa ada di Desa Suna. Kecurigaan ini membuat penyusupan Deidara terbongkar, hingga akhirnya Gaara berhasil menciduknya, dan konfrontasi antara keduanya pun tak terhindarkan.

Pertarungan sengit pun terjadi di atas langit Desa Suna. Gaara menggunakan awan pasir untuk terbang, sementara Deidara mengandalkan burung tanah liatnya. Sebagai sesama petarung jarak jauh, Gaara dan Deidara saling melancarkan serangan dari kejauhan, mencoba untuk mengalahkan satu sama lain dengan strategi dan kekuatan unik mereka.

Gaara mencoba menangkap Deidara dengan tangan pasir Shukaku raksasa, sementara Deidara dengan gesit melemparkan serangan tanah liat peledak. Deidara menggunakan serangan ini tidak hanya untuk menghancurkan tangan pasir Gaara, tetapi juga untuk menembus perisai pasir yang melindungi tubuh Gaara. Deidara meluncurkan serangan peledak cepat dan kuat yang nyaris mengenai Gaara, tetapi Gaara berhasil menyelamatkan dirinya dengan mengurung tubuhnya dalam bola pasir pelindung.

Saat Deidara sedang terpesona oleh kemampuan Gaara yang berhasil menangkis serangan peledaknya, kelengahannya dimanfaatkan oleh Gaara. Deidara tersapu oleh gelombang pasir yang menyerang tubuhnya dari belakang. Meskipun ia berhasil meloloskan diri dari Kurungan Jutsu Penjara Pasir milik Gaara, Gaara tidak mengendurkan serangannya. Ia terus membombardir Deidara dengan serangan pasir bertubi-tubi, memaksa Deidara terus terbang tinggi ke langit dengan burung tanah liatnya.

Namun, sepandai-pandainya Deidara menghindari serangan pasir Gaara, pada akhirnya Gaara berhasil melilitkan pasir di tangan kiri Deidara. Meskipun Deidara mencoba meledakkan pasir yang membungkus tangannya dengan serangan peledak, pasir tersebut tetap tidak hancur. Selanjutnya, Gaara menggunakan Jutsu Sabaku Kyuu pada tangan kiri Deidara yang terbungkus pasir, menyebabkan tangan kiri Deidara hancur lebur.

Kehilangan tangan kirinya saat melawan Gaara bukanlah satu-satunya luka besar yang dialami Deidara. Ia juga kehilangan tangan kanannya saat bertarung melawan Kakashi. Setelah Gaara tewas akibat Shukaku dalam tubuhnya diambil oleh Akatsuki, Deidara mencoba menghindari kejaran Naruto dan Kakashi yang sedang bertugas menyelamatkan Kazekage.

Deidara terbang ke udara dengan burung tanah liatnya sambil membawa mayat Gaara. Pada saat itu, Kakashi menggunakan Mangekyo Sharingan untuk menyerang Deidara dari jarak jauh. Serangan itu berhasil memutus tangan kanan Deidara, menambah daftar kerugian besar yang harus diterima oleh anggota Akatsuki ini.

9 & 10. Sasuke Uchiha dan Naruto Uzumaki

Pertarungan antara Naruto dan Sasuke di “Lembah Akhir” merupakan salah satu duel paling dahsyat dalam sejarah Shinobi. Tempat ini menjadi saksi bisu pertarungan mereka yang penuh emosi dan nostalgia, mengingat pertarungan serupa pernah terjadi saat mereka masih bocah.

Dalam pertarungan ini, Naruto dan Sasuke menggunakan seluruh kekuatan mereka, termasuk Jutsu andalan masing-masing. Keduanya bertempur habis-habisan hingga mencapai batas akhir kemampuan. Pada akhirnya, mereka terpaksa melanjutkan pertarungan dengan hanya beradu tinju dan tendangan, karena seluruh chakra Naruto dan Sasuke telah terkuras habis.

Puncak duel ini terjadi ketika Naruto dan Sasuke saling melancarkan serangan terakhir. Naruto menggunakan Jutsu Rasengan, sementara Sasuke meluncurkan Chidori yang dibalut dengan Kagutsuchi. Kedua serangan ini bertabrakan, menciptakan ledakan dahsyat yang menghancurkan patung Madara dan Hashirama di Lembah Akhir.

Dampak dari serangan terakhir ini membuat Sasuke dan Naruto sama-sama kehilangan satu tangan. Keduanya terbaring tak berdaya, nyaris kehabisan darah, dan berada di ambang kematian. Pertarungan ini menjadi simbol pengorbanan dan ikatan kuat yang akhirnya membawa keduanya menuju rekonsiliasi.

Post a Comment