3 Momen ini !!! Bikin Ebisu Kehilangan Muka dari Konohamaru

Table of Contents

Sejak Konohamaru masih bocah, Hokage Ketiga menunjuk Ebisu sebagai guru privatnya. Hal ini karena Ebisu merupakan salah satu Jounin Spesial dan Instruktur Elit yang mengajar golongan atas. Dari masa kecil Konohamaru hingga menjadi seorang Genin, Ebisu selalu setia mendampinginya. Bahkan, Ebisu juga menjadi Jounin pembimbing bagi tim Konohamaru yang terdiri dari Moegi dan Udon.

Ebisu menganggap Konohamaru sebagai murid kesayangannya. Hal ini terlihat ketika Pain menyerang Konoha, di mana Ebisu rela mengorbankan nyawanya demi mengulur waktu agar Konohamaru bisa melarikan diri dan tidak dihabisi oleh Pain. Sebagai seorang guru, Ebisu sangat yakin bahwa suatu hari nanti Konohamaru akan menjadi Hokage.

Terkadang, Ebisu berusaha tampil keren agar Konohamaru melihatnya sebagai panutan. Namun, ada tiga momen yang justru membuat Ebisu gagal tampil keren di hadapan murid kesayangannya.

1. Kalah Dari Naruto

Kisah ini berawal ketika Konohamaru secara tak sengaja melihat Naruto menggunakan Oiroke no Jutsu pada Sandaime Hokage. Melihat hal tersebut, Konohamaru langsung terkesan, karena Naruto berhasil membuat kakeknya, Sandaime, terjatuh dan mimisan. Setelah itu, Konohamaru mulai membuntuti Naruto dan memohon untuk diajari Oiroke no Jutsu, dengan tujuan bisa mengalahkan kakeknya.

Sebagai guru, Ebisu tidak mengizinkan Konohamaru bergaul dengan Naruto. Oleh karena itu, ketika Ebisu mendapati Konohamaru dan Naruto sedang bersama, ia segera memaksa Konohamaru untuk pulang. Namun, Konohamaru menolak karena masih ingin berlatih dengan Naruto.

Saat itu, Konohamaru mencoba menggunakan Oiroke no Jutsu pada Ebisu. Meski Ebisu mampu menahan godaan tersebut, ia terkejut dan syok mengetahui muridnya telah mempelajari Jutsu yang tidak pantas. Ebisu semakin ingin menjauhkan Konohamaru dari pengaruh Naruto.

Tak berhenti di situ, Naruto menggunakan Kage Bunshin no Jutsu untuk menghadapi Ebisu. Dengan penuh percaya diri, Ebisu siap meladeni Naruto dan menyatakan bahwa ia tidak selemah Mizuki. Namun, Naruto kemudian mengubah semua Kage Bunshin menjadi Harem no Jutsu—sekumpulan wanita seksi yang merangkul dan menggoda Ebisu. Tak mampu menahan godaan, Ebisu pun terpelanting ke udara, mimisan, dan jatuh pingsan.

Kejadian ini membuat Konohamaru semakin mengagumi Naruto, karena ia sendiri belum bisa mengalahkan Ebisu. Bagi Ebisu, momen itu menjadi aib yang memalukan, karena ia tak berdaya di hadapan murid kesayangannya.

Suatu hari, Naruto hampir memberi tahu Kakashi tentang bagaimana ia pernah mengalahkan Ebisu dengan Harem no Jutsu. Namun, Ebisu dengan cepat menutup mulut Naruto, dan bahkan berusaha menyuapnya dengan janji traktiran serta hadiah apapun yang Naruto inginkan, asal kejadian itu tidak sampai bocor ke Kakashi.

2. Rahasia Ebisu Terbongkar

Kesalahpahaman Konohamaru berawal dari kegagalannya dalam mempelajari tahap pertama Rasengan. Ia salah menganalisis penyebab kegagalannya, berpikir bahwa kekurangannya terletak pada kurangnya keseksian saat menggunakan Oiroke no Jutsu. Bersama Moegi dan Udon, Konohamaru memutuskan untuk mendatangi Ebisu, yang dianggapnya memahami definisi "seksi."

Ebisu merasa tersanjung ketika melihat semangat Konohamaru yang ingin belajar. Namun, setelah mengetahui bahwa tujuan Konohamaru sebenarnya adalah untuk mempelajari segala hal tentang keseksian, Ebisu terkejut dan panik.

Konohamaru kemudian mengungkapkan bahwa Naruto pernah mengatakan kalau Jiraiya adalah "mesum ekstrovert," sedangkan Ebisu adalah "mesum introvert." Oleh karena itu, Konohamaru ingin memahami sisi rahasia dari Ebisu. Pernyataan ini membuat Ebisu semakin tertekan, dan ia mengumpat, menyalahkan Naruto sebagai "si mulut besar."

Meskipun merasa tertekan, Ebisu tetap berusaha menutupi sisi gelapnya agar tidak diketahui oleh murid kesayangannya. Namun, Moegi dan Udon akhirnya menemukan sejumlah besar majalah dewasa di kamar Ebisu, yang membuat Ebisu syok dan tidak berkutik. Rasa malu Ebisu semakin menjadi-jadi ketika Moegi, yang selama ini dianggap sebagai gadis polos, memberikan tatapan penuh penghinaan sebelum meninggalkan rumahnya.

Kejadian ini membuat Ebisu merasa sedih dan murung selama berhari-hari. Ia kemudian menceritakan masalah harga dirinya yang terluka kepada Iruka. Ebisu mengaku tidak tahu harus berbuat apa lagi, dan Iruka mencoba menenangkannya dengan mengatakan bahwa semua orang pernah melakukan kesalahan, dan selalu ada kesempatan untuk memperbaikinya.

3. Amplop Pernikahan Naruto

Konohamaru, Moegi, dan Udon ditugaskan menjadi penerima tamu dan pengumpul amplop untuk pernikahan Naruto dan Hinata. Seperti tamu undangan lainnya, Ebisu juga hadir dan menyerahkan amplop kepada Konohamaru.

Dengan rasa ingin tahu yang besar, Konohamaru menanyakan jumlah nominal uang yang diberikan Ebisu dalam amplop tersebut. Ebisu, berusaha terlihat keren dan bangga sebagai orang dewasa, dengan percaya diri mengatakan bahwa ia telah menyumbang "tiga digit" sambil menunjukkan tiga jarinya. Namun, Konohamaru terkejut dan bertanya, "Apa tidak masalah sesedikit itu?" karena ia sendiri telah memberikan "lima digit" sambil menunjukkan lima jarinya kepada Ebisu.

Mendengar hal ini, Ebisu merasa syok dan langsung menangis di tempat. Sebagai guru, ia merasa telah kehilangan wibawanya. Dengan malu, Ebisu akhirnya membuka dompetnya dan menambahkan uang ke dalam amplop untuk memperbaiki keadaan.

Post a Comment