6 Bukti Kakashi Sangat Menyukai Serial Novel Icha-Icha !
Sudah bukan rahasia lagi bahwa Kakashi adalah penggemar berat serial novel Icha-Icha yang dikarang oleh Jiraiya. Serial Icha-Icha sangat populer dan laris di pasaran. Hal ini terbukti dengan beberapa judulnya yang diadaptasi menjadi film layar lebar, serta saldo tabungan Jiraiya yang jumlahnya fantastis.
Wajar jika novel ini sangat digemari oleh pria dewasa, sebab Jiraiya mendapatkan inspirasi menulisnya dengan berkeliling dunia dan melakukan "penelitian" dengan mengintip wanita di pemandian. Hingga saat ini, diketahui ada empat judul dalam serial Icha-Icha yang ditulis oleh Jiraiya, yaitu Icha-Icha Paradise, Icha-Icha Violence, Icha-Icha Innocence, dan Icha-Icha Tactics.
Sayangnya, setelah Jiraiya tewas dalam pertarungan melawan Pain di Amegakure, tidak ada lagi seri terbaru dari novel Icha-Icha. Meski begitu, Kakashi tetap setia membaca novel-novel lama dari serial ini. Contohnya, dalam episode Boruto 211, Kakashi terlihat berbaring santai di Taman Senju, sambil membaca Icha-Icha Violence.
Berikut adalah 6 bukti bahwa Kakashi sangat menyukai serial Icha-Icha:
1. Selalu Membawa Novel Icha-Icha

Hampir di setiap aktivitasnya, Kakashi selalu terlihat membawa novel serial Icha-Icha. Baik saat duduk, berbaring, hingga berjalan-jalan. Bahkan di tengah percakapan dengan orang lain, Kakashi tetap menyempatkan diri untuk membaca novel kesukaannya ini.
Ketika Kakashi melatih Tim 7 untuk merebut lonceng darinya, dengan anggota Sasuke, Naruto, dan Sakura, ia menghadapi mereka sambil membaca buku karena penasaran ingin melanjutkan cerita Icha-Icha Paradise. Meskipun bertarung sambil membaca, Kakashi tetap mampu mengatasi serangan dari Naruto dan Sakura.
Bahkan ketika terbaring di kamar rumah sakit akibat kelelahan menggunakan Mangekyou Sharingan, Kakashi masih menyibukkan dirinya dengan menamatkan Icha-Icha Paradise saat masa pemulihannya.
Karena kebiasaannya membawa novel Icha-Icha ke mana-mana, Kakashi sempat terlibat dalam pemecahan kode angka peninggalan Jiraiya. Sebagai bagian dari tim pemecah kode, Shikamaru meyakini bahwa halaman buku milik Jiraiya menyimpan petunjuk berupa kode misterius yang ditulis Jiraiya sebelum kematiannya.
Naruto kemudian memaksa Kakashi untuk membacakan isi halaman Icha-Icha Tactics sesuai dengan kode angka tersebut. Kakashi pun merasa malu saat membacanya, sementara Shikamaru ikut merasa canggung mendengarkan isinya.
2. Tak Sabar Membaca Novel Seri Terbaru

Ketika Naruto baru kembali ke desa Konoha setelah menjalani latihan selama dua setengah tahun bersama Jiraiya, ia menghadiahi Kakashi novel terbaru Icha-Icha Tactics, yang belum diterbitkan di toko buku manapun. Kakashi sangat terkejut menerima hadiah ini, sampai-sampai tubuhnya merinding gemetar saat memegang bukunya.
Dengan penuh penasaran dan kebahagiaan, Kakashi membuka halaman Icha-Icha Tactics seri terbaru. Namun, sayangnya Tsunade memerintahkan Kakashi untuk segera bersiap melatih Naruto dan Sakura, sehingga ia terpaksa menutup novel tersebut.
Kakashi kemudian memberi tahu Naruto dan Sakura bahwa ia akan bertarung melawan mereka karena Tsunade ingin melihat hasil latihan mereka selama dua setengah tahun—Naruto di bawah bimbingan Jiraiya dan Sakura di bawah bimbingan Tsunade. Sebagai kapten tim, Kakashi harus menguji perkembangan kedua muridnya.
Namun, Kakashi menyarankan agar mereka tidak terburu-buru memulai latihan karena ia khawatir Naruto mungkin kelelahan setelah baru tiba di desa. Kakashi pun menyuruh Naruto untuk beristirahat terlebih dahulu. Meskipun Naruto mengaku baik-baik saja, Kakashi tetap tidak mendengarkannya dan tiba-tiba menghilang dari kantor Hokage.
Shizune menilai bahwa tindakan kepergian Kakashi yang mendadak tampak seperti seseorang yang terburu-buru ingin menyelesaikan sesuatu. Namun, beberapa orang yang berada di kantor Hokage saat itu — yaitu Tsunade, Naruto, Sakura, Jiraiya, dan Shikamaru — sudah bisa menebak penyebabnya. Mereka yakin Kakashi ingin segera membaca novel Icha-Icha Tactics seri terbaru.
Perbuatan Kakashi yang menunda latihan demi bisa membaca seri terbaru Icha-Icha sempat membuat Naruto kesal. Naruto merasa Kakashi lebih memilih membaca "buku bodoh" ketimbang memperhatikan hasil latihan timnya.
3. Takut Kena Spoiler

Beberapa jam sebelum latihan Naruto dan Sakura dimulai, Kakashi menyempatkan diri untuk membaca seri terbaru Icha-Icha Tactics. Jiraiya kemudian menghampiri Kakashi dan memberitahunya bahwa seri terbaru Icha-Icha Tactics yang sedang dibaca Kakashi adalah karya terbaik dari semua novel yang pernah ditulis Jiraiya.
Saat waktu latihan tiba, Kakashi mulai melatih Naruto dan Sakura untuk merebut lonceng darinya. Namun, tidak seperti yang dulu, kemampuan Sakura dan Naruto yang sekarang terlalu hebat untuk dihadapi Kakashi jika ia bertarung sambil membaca buku. Oleh karena itu, Kakashi memutuskan untuk meninggalkan kebiasaannya membaca buku selama latihan dan bersiap menghadapi mereka dengan serius, bahkan menggunakan Sharingan sejak awal.
Meskipun sudah lama tidak berlatih bersama, kombinasi serangan Naruto dan Sakura berhasil membuat Kakashi kewalahan. Beberapa trik lama yang dulu ampuh untuk menjebak Naruto dan Sakura, kini tidak lagi berguna. Karena pertarungan berlangsung sangat lama, pikiran Kakashi mulai melayang ke kelanjutan cerita novel Icha-Icha Tactics yang belum ia selesaikan.
Walaupun Sakura dan Naruto telah menjadi jauh lebih kuat, mereka sadar bahwa kemampuan mereka masih belum cukup untuk benar-benar mengalahkan Kakashi. Akhirnya, mereka berdiskusi dan mencoba menyusun rencana baru. Dalam perundingan tersebut, Naruto menemukan kelemahan Kakashi yang bisa dimanfaatkan: obsesinya pada Icha-Icha Tactics.
Naruto dan Sakura kemudian mendekati Kakashi. Kakashi awalnya merasa mereka meremehkannya karena keduanya tampak akan menyerang secara terang-terangan. Namun, Naruto tiba-tiba berteriak dan mencoba memberikan spoiler cerita akhir Icha-Icha Tactics.
Kakashi, yang panik, segera menutup kedua telinganya. Sayangnya, dengan Sharingan-nya, Kakashi tetap bisa membaca gerakan bibir Naruto yang sedang membocorkan cerita. Akibatnya, Kakashi terpaksa menutup matanya untuk menghindari membaca lebih banyak spoiler. Momen ini dimanfaatkan oleh Naruto dan Sakura untuk berhasil merebut lonceng dari Kakashi.
Kakashi akhirnya mengakui bahwa Sakura dan Naruto telah menjadi jauh lebih kuat. Namun, ia tidak menyangka dirinya harus kalah dengan cara yang begitu konyol seperti itu.
4. Mengaku Sudah Hafal Icha-Icha Paradise

Saat Kakashi menjadi pengawas ujian praktik kelulusan Genin, para pengawas menyandera beberapa murid sebagai bagian dari ujian. Murid-murid lainnya ditugaskan untuk menyelamatkan teman-temannya sebagai syarat kelulusan menjadi Genin.
Sambil menunggu kedatangan para murid penyelamat, Anko-sensei menyarankan Kakashi untuk bersantai dengan membaca novel Icha-Icha Paradise. Namun, Kakashi memberi tahu Anko bahwa ia sudah membaca novel tersebut berkali-kali hingga menghafal seluruh isinya.
5. Wujudkan Impian

Ketika Mirai bertugas menjadi pengawal Kakashi dan Guy yang sedang berlibur, mereka mengunjungi sebuah lokasi yang disebut sebagai "tanah suci". Kakashi tampak tertegun lama memandangi sebuah pohon ikonik yang berdiri di tengah-tengah tanah suci itu. Seketika, ia merasakan kebahagiaan yang mendalam karena akhirnya berhasil menginjakkan kaki di tempat impiannya.
Sebagai penggemar setia Icha-Icha Paradise sejak muda, Kakashi sangat senang bisa berada di lokasi yang menjadi tempat pengambilan adaptasi film layar lebar Icha-Icha Paradise. Bahkan, Kakashi sampai meneteskan air mata karena tak kuasa menahan kebahagiaan. Impiannya untuk mengunjungi tanah suci itu kini telah terwujud.
Guy, yang tak ingin melewatkan momen penting ini, mengajak Kakashi dan Mirai untuk berfoto bersama. Kakashi terlihat sangat antusias saat berswafoto dengan latar belakang pohon ikonik tanah suci itu sambil memegang buku Icha-Icha Paradise favoritnya.
6. Keasyikan & Lupa Kerjaan

Setelah selesai latihan merebut lonceng, Kakashi, Naruto, dan Sakura berjalan-jalan mengelilingi desa Konoha pada malam hari. Naruto dan Sakura kemudian mengajak Kakashi untuk makan ramen bersama, tetapi Kakashi menolak dengan alasan ingin segera pulang dan mengerjakan laporan daftar anggota tim baru.
Namun, ketika tiba di rumah pada malam hari, Kakashi justru menyibukkan diri membaca seri terbaru Icha-Icha Tactics. Kakashi begitu terpukau dengan cerita di dalamnya hingga ia menamatkannya dua kali dalam satu malam.
Setelah selesai membaca, Kakashi bersiap untuk tidur. Namun, ketika ia melihat ke arah jendela, ia menyadari bahwa hari sudah pagi. Karena terlalu asyik membaca Icha-Icha Tactics, Kakashi tidak tidur semalaman dan bahkan melupakan tugasnya untuk menyelesaikan laporan daftar anggota tim baru.
Post a Comment