6 Kehebatan Uzumaki Boruto saat di Akademi! Ternyata Boruto Jenius
Saat masih menjadi murid Akademi Konoha, Boruto dikenal sebagai siswa yang paling sering membuat onar. Hampir setiap permasalahan yang terjadi di Akademi selalu melibatkan nama Boruto di dalamnya.
Berbagai kenakalan telah dilakukan oleh Boruto, mulai dari merusak patung wajah Hokage hingga menghancurkan bangunan sekolah. Bahkan, para murid perempuan sering mengeluhkan tindakannya. Boruto dianggap sebagai biang kerok yang membuat kelas mereka dicap sebagai pembuat masalah.
Kenakalan Boruto ini mengingatkan kita pada Naruto, yang juga terkenal sering membuat onar di masa kecilnya. Tidak heran, Konohamaru pernah mengatakan bahwa jika syarat menjadi Hokage adalah melakukan berbagai kenakalan, maka Boruto akan jauh melampaui Naruto.
Meskipun dikenal sebagai anak nakal, Boruto bukanlah murid yang bodoh. Sebaliknya, ia memiliki otak yang cerdas dan berpotensi menjadi seorang Shinobi hebat di masa depan.
Berikut adalah 6 kehebatan Boruto saat masih di Akademi:
1. Boruto Remehkan Ujian Kelulusan Akademi

Saat para murid Akademi sibuk berlatih keras untuk menghadapi ujian kelulusan, Boruto justru menganggap enteng ujian ini. Ia masih mencoba mengajak teman-temannya bermain game seperti biasa. Namun, ajakan Boruto diabaikan karena teman-temannya sedang fokus mempersiapkan diri agar tidak gagal dalam ujian kelulusan.
Pada masa sekarang, ujian kelulusan di Akademi dibagi menjadi dua jenis, yaitu ujian tulis dan ujian praktik. Berbeda dengan zaman dahulu, di mana murid Akademi dinyatakan lulus hanya jika mampu melakukan Henge no Jutsu atau menciptakan Bunshin.
Boruto menganggap enteng persyaratan lulus di zaman dulu karena ia sudah mampu menguasai Kagebunshin dan Henge no Jutsu. Namun, pendapat Boruto ini terdengar sulit diterima oleh teman-temannya seperti Shikadai, Inojin, Denki, dan Iwabe, yang saat itu belum sepenuhnya menguasai Henge no Jutsu.
Meskipun ujian kelulusan saat ini lebih kompleks dengan adanya ujian tulis dan praktik, kebiasaan Boruto yang lebih suka nongkrong dan bermain game tanpa banyak berlatih atau belajar seperti teman-temannya ternyata tidak menghalanginya untuk berhasil lulus sebagai seorang Genin.
Catatan: Boruto sudah bisa menggunakan Kagebunshin sebelum masuk Akademi. Dalam pengakuannya kepada Kakashi di Episode 36, Boruto mengatakan bahwa ia tidak mempelajari Kagebunshin dari Naruto, melainkan mempelajarinya sendiri.
2. Boruto Lulus Ujian Tulis tanpa Kecurangan

Setelah ujian tulis Akademi selesai, hampir semua murid merasa puas karena berhasil mengerjakan soal-soal dengan baik. Hal ini disebabkan adanya kerja sama antar murid untuk melakukan trik pengalihan terhadap pengawas ujian, sehingga mereka bisa saling berbagi contekan.
Boruto terkejut saat mengetahui teman-temannya melakukan aksi saling berbagi jawaban. Ia bahkan mengomentari bahwa tindakan tersebut adalah bentuk kecurangan. Sarada, yang heran dengan sikap Boruto, kemudian menjelaskan bahwa seminggu sebelum ujian, Shino telah memberikan petunjuk kepada para murid dengan berkata, "Cari tahu pertanyaan ujiannya dan tentukan strategi kalian."
Ucapan Shino tersebut sebenarnya adalah petunjuk agar para murid mencuri pertanyaan ujian dari para guru yang sedang berjaga di ruang ujian. Tujuannya adalah untuk menguji kemampuan mereka dalam mengumpulkan informasi. Namun, Boruto sama sekali tidak mengetahui petunjuk yang diberikan oleh Shino. Karena itu, ia tidak ikut terlibat dalam aksi menyontek massal.
Meskipun tidak menggunakan trik curang seperti teman-temannya, Boruto tetap berhasil meraih nilai sempurna pada ujian tulis, yaitu 100. Bahkan, Kakashi merasa takjub melihat Boruto mendapatkan nilai sempurna dari Shino.
3. Kakashi Mengakui Kemampuan Hebat Boruto

Saat ujian praktik kelulusan Akademi Konoha, Kakashi turun tangan langsung menjadi pengawas ujian. Ia ingin menghadapi kelas pembuat masalah, yaitu Boruto dan kawan-kawan.
Syarat kelulusan dalam ujian ini adalah mengambil lonceng dari Kakashi. Mengetahui hal tersebut, Boruto menjadi sangat terobsesi untuk langsung melawan Kakashi daripada membuang waktu menghadapi para pengawas lainnya yang bertugas mengawal Kakashi.
Boruto memanjat pohon yang tinggi untuk mencari keberadaan Kakashi. Tindakan sederhana ini mendapat nilai plus dari Kakashi, karena ide mencari lawan dari ketinggian dianggap sebagai pilihan yang tepat.
Kemudian, Kakashi dan Boruto saling bertarung. Kakashi terkesan melihat Boruto yang sudah mahir menggunakan teknik Kagebunshin serta memiliki kemampuan Ninjutsu dan Taijutsu yang sangat baik. Selain itu, Boruto menunjukkan banyak siasat untuk mencoba merebut lonceng dari Kakashi, meskipun pada akhirnya usahanya gagal.
Kakashi mengakui bahwa kemampuan Boruto berada di atas rata-rata dan bahkan menyebut Boruto sebagai sosok jenius. Menurut Kakashi, meskipun saat itu Boruto masih berstatus siswa Akademi, level kemampuannya sudah melebihi seorang Genin dan bahkan setara dengan seorang Chunin.
4. Boruto Sering Tidur di Kelas Tapi Pinter

Menurut pengamatan Iwabe, teman sekelas Boruto, Boruto sering tidur saat jam pelajaran berlangsung. Namun, meskipun sering tertidur, Boruto selalu mendapatkan nilai pelajaran yang bagus. Hal ini sering membuat Iwabe dan Inojin iri pada Boruto.
Suatu hari, Boruto diminta maju ke depan untuk mengerjakan latihan soal di papan tulis. Dengan mudah, Boruto mampu menyelesaikan soal yang diberikan oleh Shino. Bahkan, Boruto meremehkan soal tersebut karena dianggap terlalu mudah.
Shino mengakui bahwa jawaban Boruto memang tepat. Namun, Shino meminta Boruto menyelesaikan soal menggunakan cara yang telah diajarkannya di kelas. Boruto menolak permintaan Shino karena menurutnya cara yang ia gunakan jauh lebih cepat dan akurat. Bahkan, Boruto meminta Shino untuk tidak ragu memberinya soal yang lebih sulit.
Ketika pertemuan wali murid dan guru Akademi berlangsung, Shino melaporkan hasil rapor Boruto kepada Hinata. Berdasarkan penilaian Shino, kemampuan serba bisa Boruto meningkat secara drastis. Namun, Shino juga mencatat bahwa Boruto kadang kurang memperhatikan pelajaran di kelas. Meski begitu, Shino yakin hal tersebut tidak akan memengaruhi prestasi Boruto.
5. Boruto Selalu Berhasil di Semua Uji Kompetensi

Ketika Shino mengukur kekuatan dan kelemahan para murid Akademi, hasil kekuatan fisik Boruto menunjukkan kehebatan, dengan catatan waktu terbaik kedua di kelas. Posisi pertama ditempati oleh Iwabe, yang unggul secara fisik karena usianya lebih tua dan sudah beberapa kali tidak naik kelas.
Dalam uji kompetensi memanjat tebing menggunakan kaki, salah satu murid, Denki, sempat mengalami kesulitan. Akibatnya, Denki gagal dan terjatuh ke tanah. Namun, bagi Boruto, ujian ini terasa mudah. Ia mampu memanjat tebing sambil berjalan santai dengan kedua kakinya.
Selanjutnya, dalam uji kompetensi berjalan di atas air, banyak murid Akademi kesulitan melakukannya. Akibatnya, sebagian besar dari mereka gagal dan terjatuh ke air. Namun, Boruto kembali membuktikan kemampuannya. Ia dengan mudah melakukannya, seperti yang terlihat ketika berada di desa Kirigakure. Saat itu, Boruto bahkan mampu bertarung menggunakan pedang di atas air melawan Kagura.
6. Boruto Memiliki Sifat Shinobi Hebat

Saat Shino melatih para murid Akademi untuk bekerja secara tim yang terdiri dari tiga orang, tujuan mereka adalah melewati berbagai rintangan dengan batas waktu yang telah ditentukan. Pada saat itu, setiap tim berlomba-lomba untuk mencapai garis finis secepat mungkin.
Namun, tim Boruto gagal mencapai garis finis karena kehabisan waktu. Meskipun Boruto bisa saja tiba di garis finis lebih dahulu berkat kecepatannya, ia lebih memilih untuk membantu rekan setimnya, Denki, yang kesulitan menaiki dinding rintangan. Bersama Mitsuki, Boruto membantu Denki hingga berhasil melewati rintangan tersebut.
Setelah pelatihan selesai, Shino memberi tahu semua murid bahwa seluruh tim dianggap gagal. Meskipun banyak tim yang berhasil mencapai garis finis sebelum waktu habis, mereka tetap dinyatakan gagal karena tidak tiba di garis finis secara utuh sebagai tim yang terdiri dari tiga orang.
Dari kejadian ini, terlihat bahwa Boruto sudah memiliki sifat seorang shinobi hebat. Sifat ini sejalan dengan ajaran Obito Uchiha kepada Kakashi, yang terinspirasi dari cerita ayah Kakashi, yaitu Sakumo Hatake: “Seorang shinobi yang mengabaikan misi memang sampah, tetapi shinobi yang mengabaikan temannya lebih buruk dari sampah.” – Obito Uchiha
Ajaran untuk mengedepankan teman di atas misi ini diteruskan oleh Kakashi kepada Tim 7, yaitu Naruto, Sasuke, dan Sakura. Kemudian, nilai ini juga diajarkan kepada generasi penerusnya, termasuk Uzumaki Boruto dan kawan-kawan.
Post a Comment