6 momen Boruto kesal punya ayah Hokage

Table of Contents

Bagi Boruto, sebelum ayahnya menjadi Hokage, Naruto selalu punya waktu untuknya dan Himawari. Namun, sejak menjadi Hokage, perhatian Naruto seolah hanya tertuju pada pekerjaannya. Karena jabatan Hokage, ayahnya jadi sangat jarang pulang ke rumah dan hampir tak pernah punya waktu untuk keluarganya.

Boruto sering menuntut agar ayahnya meluangkan waktu bersama keluarga, namun Naruto tak bisa memenuhi permintaan tersebut. Naruto terlalu sibuk dengan tanggung jawabnya mengurus desa dan menjaga kedamaian dunia Shinobi. Hal ini membuat hubungan antara Boruto dan Naruto memburuk, dan Boruto sering merasa kesal terhadap ayahnya.

Berikut adalah 6 momen saat Boruto kesal pada Naruto karena perannya sebagai Hokage: 

1. Menolak Makan Malam

Saat Boruto, Hinata, dan Himawari sedang bersiap menyantap makan malam, Naruto secara kebetulan bisa pulang lebih awal karena pekerjaannya sudah selesai. Hinata lalu mengajak Naruto untuk ikut makan malam bersama mereka, tetapi karena terlalu lelah, Naruto meminta izin untuk langsung beristirahat.

Hal ini membuat Boruto kesal. Menurutnya, tindakan ayahnya yang menolak makan malam menunjukkan bahwa Naruto tidak menghargai masakan yang sudah disiapkan oleh ibunya, Hinata.

2. Meninggalkan Makan Malam

Pada suatu kesempatan, Boruto mengajak Mitsuki untuk makan malam di rumahnya. Mengetahui bahwa Boruto akan membawa teman, Hinata dan Himawari menyiapkan masakan yang enak. Mereka juga memberi tahu Boruto bahwa Naruto akan pulang lebih awal dan ikut makan malam bersama. Di dalam hati, Boruto merasa senang mendengar kabar itu, meskipun ia bersikap gengsi dan tidak menunjukkan perasaannya.

Saat Naruto tiba di rumah, ia bersiap untuk makan malam bersama. Naruto bahkan mengakui bahwa belakangan ini ia hanya sempat makan mi instan dan sudah lama merindukan masakan Hinata. Namun, ketika Naruto hendak mulai makan, bunshin-nya yang berada di kantor Hokage menerima laporan dari Shikamaru tentang gangguan chakra yang aneh di desa.

Naruto segera meminta maaf kepada Hinata karena harus pergi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Merasa kecewa, Boruto menggebrak meja makan dan bertanya, "Kenapa selalu Ayah yang harus mengurusnya?" Naruto menjelaskan bahwa sebagai Hokage, jika ada seseorang di desa yang membutuhkan bantuannya, ia harus segera bertindak, karena bagi Hokage, seluruh desa adalah keluarga.

Mendengar penjelasan tersebut, Boruto semakin kesal dan langsung berlari keluar rumah.

3. Bekal Buatan Hinata

Saat Naruto hendak menemui Sasuke untuk mendapatkan informasi tentang kemunculan Uchiha Shin, Shikamaru mengantar keberangkatannya di gerbang Aun Konoha. Sebelum pergi, Naruto meninggalkan pesan pada Shikamaru untuk menyampaikan permintaan maaf kepada Boruto karena tidak bisa berpamitan langsung.

Beberapa saat setelah Naruto pergi, Boruto tiba di gerbang Aun Konoha dengan membawa bekal buatan Hinata untuk ayahnya. Namun, Shikamaru memberitahu Boruto bahwa ia terlambat satu langkah dan Naruto sudah berangkat. Shikamaru pun menyampaikan permintaan maaf Naruto karena tidak sempat mengambil bekal tersebut.

Boruto merasa kesal, menganggap ayahnya tidak menghargai bekal yang dibuat oleh ibunya. Meski begitu, bekal tersebut akhirnya diserahkan kepada Sarada yang bersedia mengantarkannya kepada Naruto.

4. Tidak Datang Saat Boruto Ulang Tahun

Di hari ulang tahun Boruto, pesta diadakan di rumahnya dan dihadiri oleh Mitsuki, Sakura, dan Sarada. Himawari kemudian membawakan kue ulang tahun untuk Boruto, sementara Hinata memberitahu bahwa Naruto akan segera datang.

Mendengar itu, Sarada menyebut Boruto pasti senang. Meskipun di dalam hatinya Boruto sangat berharap ayahnya datang, ia tetap mengatakan pada Sarada bahwa kehadiran atau ketidakhadiran ayahnya tidak akan mengubah apa pun.

Namun, setelah semua makanan dihabiskan dan kue ulang tahun tersisa hanya sepotong, Naruto masih belum juga datang. Boruto mulai merasa sangat kesal, karena di lubuk hatinya, ia sebenarnya sangat mengharapkan kedatangan ayahnya. Kemudian, Hinata menerima telepon yang mengabarkan bahwa Naruto tidak bisa pulang karena pekerjaan yang mendesak.

Mendengar kabar itu, Boruto tampak sangat kecewa dan memilih mengurung diri di kamarnya. Sarada, yang berdiri di depan pintu kamar, mencoba menenangkan Boruto. Ia mengatakan, "Mungkin Hokage sedang dalam keadaan darurat yang tidak bisa ditinggalkan."

Namun, Boruto hanya bisa berkata kepada Sarada:

"Si ayah bodoh itu memang selalu begitu, kan? Yah, sejak awal aku juga sudah nggak berharap sih. Tuan Hokage yang selalu sibuk itu pasti nggak akan sempat datang ke acara ulang tahun keluarganya."

5. Mengirim Kagebunshin ke Ulang Tahun Himawari

Pada hari ulang tahun Himawari, Naruto sudah berada di rumah lebih dulu dan menyambut kedatangan Himawari, Hinata, serta Boruto yang baru pulang. Himawari sangat senang melihat ayahnya hadir di hari ulang tahunnya, terlebih ketika Naruto memberinya kado berupa boneka beruang. Boruto juga merasa senang karena Naruto telah menepati janjinya untuk hadir di ulang tahun Himawari dan memaafkan kesalahan ayahnya yang tidak datang saat ulang tahunnya.

Setelah itu, mereka bersiap di meja makan yang dipenuhi hidangan lezat sambil menunggu Naruto membawa kue ulang tahun. Namun, tiba-tiba saja kue itu terjatuh ke lantai karena Naruto yang mereka lihat ternyata hanya Kagebunshin dan mendadak lenyap.

Menyadari bahwa sosok Naruto yang hadir di hari ulang tahun Himawari hanyalah Kage Bunshin, Boruto sangat marah pada ayahnya dan semakin muak dengan jabatan Hokage. Meskipun Hinata mencoba menjelaskan bahwa ayahnya sedang bekerja keras demi kesejahteraan warga Konoha, bagi Boruto, pekerjaan Naruto hanyalah duduk di kantor dan bertingkah seperti bos, sesuatu yang menurutnya bisa dilakukan siapa saja.

6. Ingkar janji pada Boruto

Sebelum ulang tahunnya, Himawari selalu memberi tanda pada kalender agar Naruto bisa melihatnya dan menyesuaikan jadwal kerjanya sehingga ia bisa hadir di hari spesial itu. Meskipun Boruto menyarankan Himawari untuk tidak memedulikan apakah Naruto akan datang atau tidak, ia tetap ingin memastikan ayahnya hadir. Boruto bahkan menawarkan untuk mengundang banyak temannya, tetapi Himawari hanya menginginkan kehadiran Naruto.

Boruto akhirnya berjanji kepada Himawari bahwa Naruto akan datang pada hari ulang tahunnya. Ia kemudian mendatangi Naruto dan mengatakan bahwa ia tidak keberatan jika ayah bodohnya tidak pulang saat ulang tahunnya sendiri. Namun, sebagai gantinya, Boruto meminta Naruto berjanji untuk pulang pada ulang tahun Himawari, karena adik kecilnya sangat ingin ayahnya hadir. Boruto memperingatkan bahwa jika Naruto mengingkari janji itu, ia tidak akan memaafkannya.

Namun, saat Boruto melihat bahwa Naruto yang hadir di hari ulang tahun Himawari hanyalah Kage Bunshin, amarahnya memuncak. Bagi Boruto, Naruto telah mengingkari janjinya. Dipenuhi rasa marah, Boruto bergegas menuju kantor Hokage dengan niat menghajar ayahnya. Namun, amarahnya berhasil dihentikan oleh Sasuke.

Post a Comment