8 Momen ini Buktikan Sakura Beban !
Sakura Haruno kerap kali diolok-olok sebagai "beban" oleh sebagian penggemar anime Naruto. Konon, Masashi Kishimoto, sang mangaka Naruto, pernah mengaku bingung dan heran saat mengetahui bahwa banyak penggemar yang ternyata tidak menyukai karakter Sakura.
Sejak kecil, Sakura sudah jatuh cinta pada Sasuke Uchiha. Saking sukanya, Sakura bahkan sempat memusuhi sahabat baiknya, Ino Yamanaka, karena Ino juga menyukai Sasuke. Saat masih di Akademi, Sakura sering berusaha mendekati Sasuke dan selalu berusaha duduk di sebelahnya di kelas.
Meski Sasuke menjadi idola dan diperebutkan banyak wanita di Akademi, keberuntungan berpihak pada Sakura karena mereka tergabung dalam tim yang sama, yaitu Tim 7. Hal ini membuat Sakura bisa terus bersama Sasuke yang dicintainya.
Namun, kebersamaan mereka di Tim 7 tidak berjalan semulus jidat Sakura yang lebar. Suatu hari, Sasuke memutuskan untuk menjadi ninja pelarian dan meninggalkan Konoha. Ketakutan Sakura akan kehilangan Sasuke inilah yang membuatnya terkesan menjadi "beban" karena ia ingin terus berada di sisi Sasuke selamanya.
Sakura sering meminta bantuan dari orang lain, terutama Naruto, untuk membawa Sasuke kembali ke Konoha, yang terkadang membuat orang-orang yang membantunya harus menghadapi berbagai masalah. Tidak hanya dalam urusan Sasuke, beberapa keputusan Sakura dalam momen-momen tertentu juga kerap menyebabkan karakter lain mengalami nasib sial. Bahkan, Sasuke sendiri pernah mengalami situasi sial gara-gara Sakura.
Berikut adalah 8 Momen yang Membuktikan Sakura Dianggap sebagai "Beban":
1. Sakura Beban Pada Misi Ujian Genin Dari Kakashi

Setelah Naruto, Sakura, dan Sasuke berhasil lulus dari Akademi, mereka resmi berstatus sebagai Genin dan tergabung dalam Tim 7 yang dipimpin oleh Kakashi Hatake. Sebagai ketua Tim 7, Kakashi tidak langsung menerima anggota tim begitu saja, karena ia akan menguji kelayakan status Genin pada Tim 7.
Sebelum melaksanakan Ujian Genin yang dijadwalkan untuk esok hari, Kakashi menyuruh Tim 7 datang ke tempat latihan pada pukul 5 pagi dan melarang mereka untuk sarapan terlebih dahulu. Namun, keesokan harinya, Kakashi baru tiba pada pukul 10 pagi, membuat anggota Tim 7 marah karena keterlambatannya. Sebenarnya, tujuan Kakashi datang terlambat adalah untuk membuat Tim 7 kelaparan saat menjalani Ujian Genin.
Ketika ujian dimulai, Kakashi memberikan misi kepada Tim 7 untuk merebut dua lonceng darinya sebelum pukul 12 siang. Siapa pun yang gagal tidak akan mendapatkan jatah makan siang. Karena hanya ada dua lonceng, jika Naruto, Sakura, dan Sasuke gagal merebut lonceng, salah satu anggota tim akan dicabut status Genin-nya dan dikembalikan menjadi murid Akademi. Bahkan, Kakashi mengizinkan mereka bertarung serius dengan tekad penuh untuk "menghabisi" dirinya.
# Naruto vs Kakashi
Naruto menantang Kakashi dalam pertarungan Taijutsu, namun ia harus terkena serangan Sennen Goroshi. Naruto kemudian melancarkan serangan Tajuu Kagebunshin no Jutsu, tetapi Kakashi berhasil mengatasinya menggunakan Kawarimi no Jutsu.
Setelah itu, Naruto terjebak dalam perangkap Kakashi. Ia mengira Kakashi sedang terburu-buru kabur saat menghadapi Kagebunshin-nya dan secara ceroboh menjatuhkan lonceng ke tanah. Ketika Naruto hendak mengambil lonceng tersebut, tiba-tiba kedua kakinya terikat tali yang menyebabkan tubuhnya tergantung di atas pohon.
# Sasuke vs Kakashi
Sasuke berhasil membuat Kakashi terkesan dengan kemampuan bertarungnya. Ia bahkan hampir berhasil merebut lonceng dari Kakashi. Kemudian, Sasuke melancarkan Goukakyuu no Jutsu ke arah Kakashi.
Namun, Kakashi membalas dengan menggunakan Jutsu Elemen Tanah yang mengubur tubuh Sasuke ke dalam tanah, meninggalkan hanya kepala Sasuke yang terlihat di permukaan tanah.
# Sakura vs Kakashi
Saat Sakura sedang berlari mencari keberadaan Sasuke, ia tiba-tiba bertemu dengan Kakashi. Kakashi segera melancarkan Genjutsu padanya. Dalam ilusi tersebut, Sakura dibuat melihat Sasuke terluka parah, yang menyebabkan Sakura jatuh pingsan akibat efek Genjutsu.
Lucunya, ketika Sakura siuman dari Genjutsu, ia malah bertemu dengan Sasuke asli yang tubuhnya terkubur di tanah. Melihat hanya kepala Sasuke yang tersisa di permukaan, Sakura mengira kepala Sasuke benar-benar terpenggal. Hal ini membuatnya kembali jatuh pingsan.
# Kakashi Nyatakan Tim 7 Lulus Menjadi Shinobi
Setelah gagal merebut lonceng hingga batas waktu pukul 12 siang, Kakashi menyarankan agar Tim 7 berhenti menjadi Shinobi. Kakashi kemudian memberikan nasihat kepada Naruto, Sakura, dan Sasuke tentang pentingnya kerja sama dalam sebuah tim. Kakashi menjelaskan bahwa alasan ia hanya menyediakan dua lonceng adalah untuk menguji apakah mereka mampu bekerja sama tanpa mementingkan diri sendiri, meski menghadapi tekanan yang dirancang untuk memecah belah mereka.
Namun, Kakashi masih memberikan kesempatan kepada Tim 7. Setelah makan siang, Kakashi berjanji akan memberi mereka satu kesempatan lagi untuk mengulang misi merebut lonceng. Kakashi mengizinkan Sakura dan Sasuke untuk menyantap makan siang yang telah ia siapkan, tetapi melarang mereka memberi makanan kepada Naruto.
Hal ini dilakukan sebagai hukuman karena sebelumnya Naruto tertangkap basah saat mencoba mencuri makan siang. Akibatnya, tubuh Naruto diikat pada sebuah pohon. Kakashi juga memberikan peringatan tegas bahwa jika Sakura atau Sasuke melanggar peraturan tersebut dan memberikan makanan kepada Naruto, maka ia akan menganggap mereka gagal dalam tes ini.
Ketika Kakashi pergi meninggalkan Tim 7, Sasuke mengambil inisiatif untuk memberi makan Naruto. Sasuke berpikir bahwa Naruto, yang sedang kelaparan, tidak boleh menjadi beban saat mereka bekerja sama untuk merebut lonceng dari Kakashi lagi. Tidak ingin jatah makanan milik Sasuke berkurang, Sakura akhirnya menawarkan makanannya kepada Naruto. Namun, karena tangan dan tubuh Naruto terikat oleh tali pada sebuah batang pohon, Sakura terpaksa menyuapi Naruto agar ia bisa makan.
Tak lama kemudian, Kakashi kembali dan memergoki Sakura serta Sasuke memberi makan kepada Naruto, meskipun sebelumnya ia telah melarangnya. Namun, alih-alih memarahi mereka, Kakashi justru menyatakan bahwa Tim 7 lulus menjadi Shinobi. Ia menjelaskan bahwa jika Tim 7 benar-benar mematuhi perintahnya untuk tidak memberi Naruto makan, maka mereka akan dianggap gagal.
Kakashi menutup tes tersebut dengan mengingatkan Tim 7 akan prinsip penting dalam dunia Shinobi: “Orang yang melanggar aturan disebut sampah, tetapi orang yang mengabaikan teman lebih buruk dari sampah.”
# Alasan Sakura Menjadi Beban Pada Misi Ujian Genin
Ketika Kakashi menjelaskan risiko gagal dalam ujian Genin, yang akan mengakibatkan status Genin dicabut dan dikembalikan ke Akademi, Sakura langsung panik. Hal ini bukan karena rasa tanggung jawab atau tekad menjadi Shinobi yang lebih baik, melainkan karena Sakura tidak ingin berpisah dari Sasuke. Bagi Sakura, ujian Genin dari Kakashi dianggap sebagai "ujian cintanya" kepada Sasuke. Motivasi utamanya untuk lulus adalah agar ia tetap bisa bersama Sasuke.
Namun, saat Naruto dan Sasuke berjuang keras untuk merebut lonceng dari Kakashi, tahukah kalian apa yang dilakukan Sakura? Sayangnya, Sakura hanya berlari-lari tanpa arah dan bahkan pingsan sebanyak dua kali. Alih-alih memberikan kontribusi nyata, Sakura merasa tidak mampu merebut lonceng dan terjebak dalam kekhawatirannya akan kemungkinan berpisah dengan Sasuke.
Bahkan, Sakura sempat membujuk Sasuke agar tidak terlalu mempermasalahkan kegagalan mereka dalam ujian Genin, dengan alasan mereka masih bisa mengulangnya di lain waktu. Namun, bujukan ini ditolak oleh Sasuke, yang memiliki motivasi kuat untuk lulus ujian demi mengukur kemampuannya sebagai seorang Shinobi, serta demi dendamnya terhadap Itachi.
Meskipun pada akhirnya Sakura membantu dengan menawarkan makanannya kepada Naruto dan bahkan menyuapi Naruto, tindakan ini dilakukan bukan atas inisiatifnya sendiri. Sasuke-lah yang memerintahkan Sakura untuk memberi makan Naruto, karena Sasuke menyadari pentingnya kerja sama tim dalam menghadapi Kakashi. Dengan kata lain, kontribusi Sakura dalam keberhasilan Tim 7 untuk lulus ujian Genin sangat minim dan nyaris tidak berarti.
Kesimpulannya, sepanjang ujian Genin ini, Sakura lebih banyak menjadi beban bagi Tim 7. Motivasi dan tindakannya lebih didorong oleh perasaan pribadinya terhadap Sasuke daripada tekad untuk menjadi seorang Shinobi yang kuat dan kompeten.
2. Sakura sebagai Beban dalam Misi Pengawalan Tazuna

Ketika Tim 7 menjalankan misi pengawalan terhadap Tazuna untuk memastikan kelancaran pembangunan jembatan di Negara Nami, tugas utama mereka adalah melindungi Tazuna dari ancaman para shinobi bayaran Gato, khususnya Zabuza dan Haku.
Pada suatu hari, Tazuna dan Tim 7 terkejut melihat para kuli jembatan dalam kondisi babak belur akibat ulah Zabuza dan Haku. Mereka datang untuk menantang Tim 7 bertarung sekaligus mencoba menghabisi Tazuna. Dalam pertempuran ini, setiap anggota Tim 7 memiliki peran masing-masing: Kakashi menghadapi Zabuza, Naruto dan Sasuke bertarung melawan Haku, sementara Sakura ditugaskan menjaga Tazuna.
Sebenarnya, Kakashi sempat berniat membantu Naruto dan Sasuke keluar dari kurungan Jutsu Cermin Es milik Haku. Tujuannya adalah agar mereka dapat melawan tanpa harus terus-menerus tertindas oleh teknik Kekkei Genkai Haku yang sangat kuat.
Selain itu, Kakashi merasa khawatir karena Naruto dan Sasuke masih tergolong shinobi pemula yang dinilai belum memiliki kekejaman yang diperlukan untuk menghabisi musuh. Sebaliknya, Haku adalah shinobi berpengalaman yang mampu bertindak kejam tanpa ragu sedikit pun. Namun, Kakashi terpaksa mengurungkan niatnya untuk menolong Naruto dan Sasuke karena ia tidak yakin Sakura cukup dapat diandalkan untuk melindungi Tazuna.
Kekhawatiran Kakashi terbukti, karena akibat ketidakbecusan Sakura bertugas, Zabuza hampir saja berhasil menebaskan pedangnya ke arah Tazuna. Beruntung, Kakashi segera bertindak dan menghalangi tebasan pedang tersebut dengan tubuhnya, sehingga nyawa Tazuna terselamatkan. Namun, Kakashi harus menerima luka akibat serangan itu.
Sementara itu, pertarungan melawan Haku menjadi tantangan besar bagi Naruto dan Sasuke. Haku, yang sejak kecil dilatih oleh Zabuza dan menguasai semua teknik bertarung gurunya, telah tumbuh menjadi shinobi tangguh yang selalu berhasil menyelesaikan misi serta menyempurnakan kemampuan unik Kekkei Genkai miliknya.
Dalam pertempuran tersebut, Sasuke hampir kehilangan nyawanya saat ia berusaha melindungi Naruto dari serangan jarum beruntun yang dilancarkan oleh Haku. Bahkan, Naruto harus dikuasai oleh amarah Chakra Kyubi untuk dapat menandingi kekuatan Haku hingga akhirnya berhasil menghancurkan Jutsu Cermin Es milik Haku.
Menghadapi Zabuza, salah satu anggota dari 7 Pendekar Pedang Legendaris Kirigakure, adalah tantangan yang tidak mudah. Zabuza, yang juga dikenal dengan julukan "Iblis Kirigakure," mendapatkan gelarnya karena masa lalunya yang kelam di Akademi Kirigakure.
Pada masa itu, para murid di Akademi Kirigakure diwajibkan bertarung sampai mati, dan hanya satu orang yang berhasil bertahan hingga akhir yang dianggap layak untuk lulus sebagai genin. Dalam ujian berdarah itu, Zabuza, yang masih bocah, berhasil lulus dengan membunuh semua murid lainnya yang berjumlah 100 orang, menunjukkan sifat kejamnya yang luar biasa.
Meskipun Zabuza dijuluki sebagai "iblis" karena kekejamannya, ia menunjukkan sisi manusiawinya ketika Haku tewas melindunginya dari serangan Chidori Kakashi. Zabuza berusaha menyembunyikan emosinya dengan berpura-pura tegar dan mengaku sebagai shinobi sejati yang tidak terikat oleh perasaan. Namun, kehilangan Haku menghancurkan hatinya, yang menjadi kelemahan fatalnya dalam pertempuran.
Dalam kondisi tersebut, Kakashi dengan mudah mengalahkannya. Kematian Haku ternyata memberikan pukulan besar bagi Zabuza, membuatnya kehilangan kemampuan untuk mempertahankan kekuatannya sepenuhnya.
# Alasan Sakura Menjadi Beban dalam Misi Pengawalan Tazuna
Ketika Naruto dan Sasuke berhasil menjalankan tugas mereka dengan baik dalam menghadapi Haku, serta Kakashi bertarung habis-habisan melawan Zabuza, situasi berbeda terjadi pada Sakura. Ia hampir gagal menjalankan tugasnya dalam melindungi Tazuna.
Zabuza nyaris saja berhasil menebaskan pedangnya ke arah Tazuna, yang pada akhirnya memaksa Kakashi turun tangan untuk menyelamatkan Tazuna. Akibat ketidakbecusan Sakura menjaga Tazuna, Kakashi terpaksa menggantikan posisi Tazuna dan menerima tebasan pedang dari Zabuza, hingga harus terluka.
Ketika Sakura menyangka bahwa Sasuke telah mati akibat kekalahan dalam pertarungan melawan Haku, ia menangis histeris di tengah pertempuran. Tangisannya yang keras bahkan membuat Naruto merasa tersiksa, karena Naruto menyadari bahwa Sasuke terluka parah akibat melindunginya.
Untungnya, Sasuke ternyata masih hidup. Jika saja Sasuke benar-benar tewas, maka Sakura layak disalahkan. Sebab, Kakashi sebelumnya sudah berniat untuk membantu Naruto dan Sasuke keluar dari kurungan Jutsu Cermin Es milik Haku. Namun, Kakashi terpaksa membatalkan niatnya tersebut karena khawatir Tazuna akan diserang oleh Zabuza, sementara Kakashi tahu bahwa Sakura tidak akan mampu melindungi Tazuna dari serangan Zabuza.
Seandainya Sakura dapat diandalkan untuk menjaga Tazuna, Kakashi tentu bisa membantu Naruto dan Sasuke keluar dari kurungan Jutsu Cermin Es milik Haku. Dengan begitu, Naruto dan Sasuke akan memiliki peluang lebih besar untuk bertarung dengan seimbang melawan Haku tanpa harus terjebak atau menerima serangan brutal. Selain itu, Kakashi tidak perlu terluka saat melindungi Tazuna dari tebasan pedang Zabuza.
Jika Sakura mampu mengambil tindakan berguna seperti yang dilakukan Naruto dan Sasuke pada pertemuan pertama mereka melawan Zabuza—ketika mereka berhasil membebaskan Kakashi dari Jutsu Penjara Air—maka banyak hal bisa berbeda.
Sasuke tidak akan berada dalam kondisi kritis akibat melindungi Naruto dari serangan Haku, dan Naruto pun tidak akan babak belur karena dihujani serangan jarum es bertubi-tubi. Dengan demikian, mereka berdua masih memiliki kesempatan untuk melawan Haku dengan lebih baik, andai saja pertempuran itu berlangsung di luar Jutsu Kurungan Cermin Es.
3. Sakura Beban Dalam Misi Mencegah Sasuke Bertarung Melawan Gaara

Pada saat Sasuke bertarung melawan Gaara di babak akhir ujian Chunin, Desa Konoha dikejutkan oleh serangan yang dilakukan secara bersamaan oleh para Shinobi Sunagakure dan Otogakure, dalam upaya menjalankan operasi penghancuran Konoha.
Awalnya, Gaara disiapkan untuk mengamuk dan berubah menjadi Biju Shukaku guna menghancurkan Desa Konoha. Namun, Gaara mengalami luka parah di bahu kirinya akibat serangan Chidori Sasuke yang berhasil menembus perisai pasirnya. Setelah itu, Baki memerintahkan Temari dan Kankuro untuk membawa Gaara kabur sementara waktu guna memulihkan lukanya.
Sasuke, yang merasa pertarungannya dengan Gaara belum selesai, langsung mengejar Gaara yang sedang dibawa kabur oleh Temari dan Kankuro. Khawatir akan keselamatan Sasuke yang mengejar rombongan Gaara sendirian, Kakashi segera memberikan misi tingkat A kepada Sakura, Pakkun, Naruto, dan Shikamaru untuk menyusul Sasuke. Misi mereka adalah mencegah Sasuke bertarung melawan Gaara.
Di sisi lain, Kabuto mengirimkan Shinobi Otogakure untuk mengejar dan menghabisi rombongan Naruto. Namun, berkat strategi Shikamaru yang dengan cerdas berperan sebagai umpan untuk menghadapi para pengejar Shinobi Otogakure, Naruto, Sakura, dan Pakkun berhasil melanjutkan pengejaran Sasuke tanpa hambatan.
Ketika mereka tiba di lokasi pertarungan Sasuke melawan Gaara, Naruto segera mewaspadai dan mengamati kengerian wujud Miniatur Biju Shukaku milik Gaara. Sementara itu, Sakura justru hanya fokus pada Sasuke, yang sedang dalam kondisi lumpuh akibat menggunakan Chidori lebih dari dua kali dalam satu hari.
Akibatnya, Sakura tidak mendengar instruksi dari Naruto yang memintanya untuk menghindar. Hal ini berujung pada Sakura yang terkena sekapan tangan pasir Shukaku ketika mencoba melindungi Sasuke dari serangan Gaara. Alhasil, tangan pasir Shukaku mencengkeram tubuh Sakura dengan erat ke batang pohon, membuatnya sepenuhnya terperangkap, tidak mampu bergerak, dan akhirnya pingsan.
Sekapan pasir Shukaku ini menjadi ancaman besar karena seiring waktu kekuatannya akan terus bertambah dan menyekap tubuh Sakura hingga ia kehabisan napas. Satu-satunya cara untuk menghancurkan sekapan tangan pasir tersebut adalah dengan mengalahkan Gaara.
Demi menyelamatkan nyawa Sakura, Naruto pun bertarung habis-habisan melawan Gaara. Untuk bisa menandingi kekuatan Gaara yang telah berubah menjadi Biju Shukaku raksasa, Naruto memanggil Kuchiyose Gamabunta untuk membantunya. Berkat kerja sama apik antara Naruto dan Gamabunta, serta kekuatan Chakra Kyubi yang diaktifkan oleh Naruto, ia akhirnya berhasil mengalahkan Gaara dan menyelamatkan Sakura.
# Alasan Sakura Menjadi Beban pada Misi Mencegah Sasuke Bertarung Melawan Gaara
Saat melakukan pengejaran terhadap Sasuke, Pakkun (anjing ninja) yang bertugas melacak jejak pergerakan Sasuke melalui indra penciumannya mengalami gangguan. Gangguan tersebut disebabkan oleh aroma sampo yang digunakan Sakura, yang kebetulan sama dengan sampo yang biasa digunakan Pakkun untuk merawat bulunya.
Akibatnya, penciuman Pakkun menjadi bingung, dan pengejaran Sasuke sempat terhenti sementara. Insiden ini berdampak fatal karena memperlambat misi untuk mencegah Sasuke bertarung melawan Gaara. Padahal, Shikamaru sudah rela berkorban menjadi umpan untuk menghadapi Shinobi Otogakure agar misi pengejaran bisa berjalan lancar. Sayangnya, pengorbanan Shikamaru menjadi sia-sia.
Ketika tiba di lokasi pertempuran antara Sasuke dan Gaara, mereka langsung dihadapkan pada situasi genting. Dalam wujud Miniatur Biju Shukaku, Gaara menunjukkan kekuatan yang sangat mengerikan. Namun, Sakura gagal mewaspadai ancaman tersebut karena terlalu sibuk mengkhawatirkan kondisi Sasuke.
Saat Gaara hendak menyerang Sasuke, Sakura mengabaikan instruksi Naruto yang memintanya untuk menghindar. Alih-alih mengikuti arahan Naruto, Sakura justru mencoba menghadapi Gaara dan akhirnya terkena sekapan tangan pasir Shukaku.
Kondisi ini membuat Sakura menjadi beban bagi Naruto, yang terpaksa bertarung habis-habisan melawan Gaara demi menyelamatkan nyawanya. Naruto harus menghadapi risiko besar melawan Gaara dalam wujud Shukaku, termasuk memanggil Kuchiyose Gamabunta dan mengaktifkan kekuatan Chakra Kyubiuntuk menandingi kekuatan Gaara.
Namun, meskipun Naruto berhasil menyelamatkan Sakura dari sekapan tangan pasir Shukaku dan telah mempertaruhkan nyawanya untuk bertarung melawan Gaara, Sakura justru salah paham. Ia malah berterima kasih kepada Sasuke karena mengira Sasuke-lah yang telah menyelamatkan hidupnya dari ancaman Gaara.
4. Sakura Gagal Mencegah Sasuke Meninggalkan Konoha

Setelah mengalami kekalahan telak dari Itachi, Sasuke jatuh sakit akibat serangan kakaknya itu. Ia dirawat di rumah sakit dan disembuhkan oleh Tsunade. Meski sudah pulih secara fisik, Sasuke diliputi kecemasan dan rasa tidak percaya diri. Ia merasa lemah karena tidak mampu mengalahkan Itachi, kakaknya yang dianggap terlalu kuat. Rasa frustrasinya bertambah ketika ia menyadari bahwa Naruto, yang dulu dianggapnya lemah, kini tumbuh jauh lebih kuat dan mulai menyaingi dirinya.
Demi mengukur kekuatan masing-masing, Sasuke menantang Naruto untuk bertarung. Pertarungan berlangsung serius di atap rumah sakit, di mana mereka mengadu jutsu andalan masing-masing, Chidori dan Rasengan. Ketika keduanya hendak saling bentrok dengan jutsu tersebut, Sakura mencoba menghentikan mereka, tetapi malah nyaris terkena tabrakan serangan Rasengan dan Chidori sekaligus.
Beruntung, Kakashi bergerak cepat untuk menyelamatkan Sakura dan menghentikan pertarungan mereka sebelum terjadi sesuatu yang fatal. Setelah menghentikan pertarungan secara paksa, Kakashi mengalihkan serangan Chidori milik Sasuke dan Rasengan milik Naruto ke gentong air di dekat mereka.
Pada awalnya, Sasuke merasa bangga karena Chidori miliknya terlihat menghasilkan kerusakan besar di bagian depan gentong air, sementara Rasengan Naruto hanya terlihat meninggalkan kerusakan kecil. Namun, rasa percaya diri Sasuke runtuh ketika ia melihat bagian belakang gentong air yang hancur lebur akibat Rasengan Naruto, menunjukkan bahwa kekuatan penghancur Rasengan jauh melampaui Chidori.
Dalam keputusasaan, Sasuke duduk merenung seorang diri. Di tengah krisis kepercayaan dirinya, tim Otogakure—Tayuya, Kidomaru, Sakon, dan Jirobo—datang menghampirinya. Terjadi pertarungan singkat antara Sasuke dan tim Otogakure. Meskipun Sasuke telah mengerahkan seluruh tenaganya dan mengaktifkan segel Joutai tingkat 1, ia tetap kalah dengan mudah.
Setelah mengalahkan Sasuke, tim Otogakure tidak memaksanya untuk ikut, melainkan memberikan kebebasan kepada Sasuke untuk memutuskan apakah ia mau menemui Orochimaru atau tidak. Mereka meyakinkan Sasuke bahwa tetap tinggal di Konoha hanya akan membuatnya semakin tertinggal dan gagal mencapai tujuan utamanya, yaitu membalas dendam terhadap Itachi.
Perasaan frustrasi akibat kekalahan dari Itachi, ditambah dengan rasa ketertinggalannya dari Naruto, mendorong Sasuke untuk mengambil keputusan besar: meninggalkan Konoha dan mencari kekuatan dari Orochimaru.
Insting Sakura ternyata benar, ia mendapati Sasuke bersiap meninggalkan Konoha pada malam hari. Saat itu, Sasuke meminta Sakura untuk tidak ikut campur dalam urusannya dan berhenti mengganggunya. Namun, Sakura mengingatkan Sasuke tentang kebersamaan Tim 7 yang telah melewati suka dan duka bersama.
Sakura juga mencoba menasihati Sasuke bahwa balas dendam tidak akan membawa kebahagiaan. Meski begitu, Sasuke menegaskan bahwa ia telah membulatkan tekadnya untuk menjadikan balas dendam sebagai tujuan hidupnya. Dalam usaha terakhirnya, Sakura mengungkapkan perasaannya pada Sasuke. Ia menyatakan cinta dan berjanji akan membuat Sasuke bahagia setiap hari jika tetap tinggal di Konoha.
Saking bucinnya, Sakura bahkan rela membantu Sasuke membalaskan dendamnya atau ikut pergi meninggalkan Konoha bersama-sama. Sasuke, yang tersentuh oleh perhatian Sakura, berterima kasih atas kepeduliannya. Namun, ia tetap memutuskan pergi. Dengan sebuah jurus, Sasuke membuat Sakura tertidur dan meninggalkannya seorang diri di bangku jalan pada malam hari.
Keesokan harinya, Desa Konoha membentuk Tim Penyelamat Sasuke, dipimpin oleh Shikamaru. Anggota tim terdiri dari Shikamaru, Naruto, Kiba, Choji, dan Neji. Ketika tim ini bersiap meninggalkan gerbang Konoha, Sakura datang menghampiri Naruto. Ia memohon kepada Naruto dengan sangat serius, meminta Naruto untuk membawa Sasuke kembali ke Konoha. Naruto pun menjawab dengan sebuah janji seumur hidup, bahwa ia akan membawa Sasuke kembali dan tidak akan menarik kata-katanya.
# Alasan Sakura Beban Karena Gagal Mencegah Sasuke Meninggalkan Konoha
Akibat kegagalan Sakura dalam membujuk Sasuke untuk tetap tinggal di Konoha, Tim Penyelamat Sasuke harus berjuang sangat keras dan menghadapi pertarungan hidup dan mati melawan Tim Otogakure. Perjuangan ini tidak tanpa konsekuensi. Shikamaru mengalami patah jari, Kiba menderita luka parah, sementara Neji dan Chouji harus berakhir dalam kondisi kritis.
Janji Naruto kepada Sakura untuk membawa pulang Sasuke ke Konoha membuat Naruto mengalami berbagai penderitaan. Ia pernah babak belur dan dirawat di rumah sakit setelah kalah dalam pertarungan di Lembah Akhir melawan Sasuke.
Selain itu, demi melindungi Sasuke dari ancaman balas dendam Shinobi Kumogakure, Naruto rela dipukuli oleh Karui hingga babak belur. Naruto menolak memberikan informasi apapun tentang Sasuke dan dengan sengaja mengizinkan Karui memukulinya tanpa memberikan perlawanan, hanya agar Karui dapat melampiaskan amarahnya. Sikap ini menunjukkan betapa kuatnya tekad Naruto untuk melindungi Sasuke, meskipun itu berarti ia harus menanggung rasa sakit dan penderitaan sendiri.
Bahkan, Naruto tidak segan merendahkan dirinya dengan bersujud di kaki Raikage Ay untuk memohon pengampunan bagi Sasuke, yang telah menculik Killer Bee.
Penderitaan yang dialami Naruto tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh sisi emosionalnya. Ketika ia harus mendengar teman-temannya di Konoha berbicara tentang keinginan mereka untuk menghabisi Sasuke, luka di hatinya semakin dalam. Meskipun demikian, Naruto tetap teguh pada pendiriannya untuk melindungi Sasuke sebagai seorang teman dan demi menepati janji yang telah ia buat kepada Sakura untuk membawa Sasuke kembali ke Konoha dengan selamat.
Sai pernah menyampaikan kepada Sakura bahwa janji seumur hidup yang dibuat Naruto untuknya telah menjadi beban yang luar biasa berat bagi Naruto. Sai bahkan membandingkan janji tersebut dengan kutukan seumur hidup yang ia dan anggota Anbu Root alami di bawah pimpinan Danzou.
Kutukan itu berupa segel di lidah yang akan melumpuhkan tubuh dan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa jika mereka mencoba mengungkapkan sesuatu tentang Danzou. Bagi Sai, janji Naruto kepada Sakura adalah semacam kutukan emosional yang mengikat Naruto, menyebabkan penderitaan baik secara fisik maupun mental.
5. Sakura Beban Pada Misi Penyelamatan Sasuke

Pada misi penyelamatan Kazekage Gaara di Suna, Sakura berhasil mengalahkan Sasori. Sebagai hadiah atas keberhasilannya, Sasori memberikan informasi berharga kepada Sakura bahwa ia akan bertemu dengan mata-matanya yang bekerja untuk Orochimaru di Jembatan Tenchi.
Tsunade kemudian membentuk Tim 7 baru yang terdiri dari Yamato sebagai ketua tim, serta Naruto, Sakura, dan Sai sebagai anggota. Misi mereka adalah menyamar sebagai Sasori untuk bertemu dengan mata-matanya di Jembatan Tenchi dan mendapatkan informasi mengenai lokasi persembunyian Orochimaru. Setelah informasi tersebut diperoleh, misi lanjutan Tim 7 adalah menghabisi Orochimaru dan membawa Sasuke kembali ke Konoha.
Pada pertemuan di Jembatan Tenchi, Yamato yang menyamar sebagai Sasori berhasil mengetahui bahwa mata-mata tersebut adalah Kabuto. Namun, situasi segera berubah menjadi skenario di luar rencana, melibatkan Kabuto, Orochimaru, dan Tim 7.
Awalnya, Tim 7 berniat menemui mata-mata Sasori untuk menggali informasi penting mengenai lokasi markas rahasia Orochimaru, tetapi mereka justru dikejutkan oleh fakta bahwa mata-mata tersebut adalah Kabuto, yang telah lama mengkhianati Sasori dan memilih mengabdi kepada Orochimaru.
Di sisi lain, Orochimaru dan Kabuto datang ke Jembatan Tenchi dengan tujuan membunuh Sasori, tanpa mengetahui bahwa Sasori sebenarnya telah mati. Sayangnya bagi mereka, "Sasori" yang mereka temui ternyata adalah Yamato yang sedang menyamar. Penyamaran Yamato akhirnya terbongkar, menyebabkan rencana kedua belah pihak—baik Tim 7 maupun Orochimaru dan Kabuto—berantakan dan menciptakan kekacauan di lokasi pertemuan.
Yamato kemudian memerintahkan Naruto, Sakura, dan Sai untuk keluar dari tempat persembunyian mereka. Saat melihat Orochimaru, Naruto langsung diliputi kemarahan besar dan meminta Orochimaru untuk mengembalikan Sasuke.
Orochimaru memutuskan untuk bermain-main dengan Naruto. Dengan penuh provokasi, Orochimaru berkata bahwa jika Naruto ingin mendapatkan Sasuke kembali, ia harus terlebih dahulu mengalahkan Orochimaru. Emosi Naruto memuncak hingga ia berubah menjadi wujud Kyubi ekor empat, yang kemudian memicu pertarungan sengit antara Kyubi ekor empat melawan Orochimaru.
Setelah pertarungan yang intens tersebut, Sai mendekati Orochimaru untuk menyampaikan pesan rahasia dari Danzou. Orochimaru akhirnya mengizinkan Sai bergabung bersama Kabuto dan dirinya untuk menuju markas persembunyian mereka. Berkat Bunshin Kayu Yamato yang diam-diam mengikuti Sai, Tim 7 berhasil melacak lokasi markas Orochimaru dan menyusup ke dalamnya.
Selanjutnya, Tim 7 berhasil menangkap Sai di markas Orochimaru dan langsung menanyakan alasan pengkhianatannya. Sai kemudian mengungkapkan bahwa misinya adalah menjadi penghubung antara Orochimaru dan Danzou, dengan tujuan membantu Orochimaru menghancurkan Konoha serta memata-matai seluruh aktivitas Orochimaru untuk dilaporkan kepada Danzou.
Namun, tanpa sepengetahuan Tim 7 dan Orochimaru, Danzou sebenarnya memiliki perintah tersembunyi untuk Sai, yaitu menghabisi Sasuke karena Sasuke dianggap sebagai calon wadah Orochimaru.
Sai, berdasarkan kehendaknya sendiri, memutuskan untuk membatalkan perintah dari Danzou yang memintanya menghabisi Sasuke. Sebaliknya, ia memilih untuk membantu Naruto dalam usahanya membawa Sasuke kembali ke Konoha.
Keputusan ini didasarkan pada kekaguman Sai terhadap Naruto, yang meskipun tidak diperintah oleh siapapun, menunjukkan tekad yang sangat kuat untuk menyelamatkan Sasuke. Naruto bahkan berani mempertaruhkan nyawanya melawan Orochimaru demi mempertahankan ikatan persahabatannya dengan Sasuke.
Menggunakan teknik Chouju Giga, yang mampu menghidupkan berbagai wujud lukisan, Sai melukis sekumpulan tikus yang kemudian dikirim untuk menyusuri puluhan kamar di markas Orochimaru. Usahanya membuahkan hasil, Sai berhasil melacak dan menemukan Sasuke yang sedang berbaring istirahat di atas kasur.
Sai mencoba menyerang Sasuke dengan melukis ular untuk melilit tubuhnya, tetapi Sasuke dengan mudah menangkis serangan tersebut dan bahkan melepaskan ledakan yang meruntuhkan sebagian markas Orochimaru. Setelah mendengar suara ledakan, Naruto, Sakura, dan Yamato segera berlari menuju lokasi kejadian. Sesampainya di sana, mereka menemukan Sai dan Sasuke sedang saling berhadapan.
Setelah tiga tahun berpisah, Naruto dan Sakura akhirnya bisa bertemu kembali dengan Sasuke. Namun, pertemuan yang seharusnya menjadi momen hangat tersebut justru berjalan jauh dari harapan mereka. Sasuke sama sekali tidak menunjukkan antusiasme atas kedatangan Naruto dan Sakura, meskipun keduanya telah menempuh perjalanan panjang untuk menemuinya. Dengan nada dingin, Sasuke mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama memutuskan semua ikatan dengan Naruto dan Sakura.
Tanpa banyak basa-basi, Sasuke merangkul bahu Naruto dan tiba-tiba mengayunkan pedangnya untuk menusuk punggung Naruto. Beruntung, Sai berhasil menyelamatkan Naruto dengan memblokir serangan tersebut. Namun, Sasuke segera melancarkan serangan Chidori Nagashi, menyebabkan tubuh Sai dan Naruto terhempas dengan keras ke tanah, membuat mereka kesakitan.
Tidak ingin terus merepotkan Naruto, Sakura merasa bahwa dirinya tidak ingin menjadi beban lagi. Dengan tekad yang bulat, ia memutuskan untuk menghadapi Sasuke dan mengalahkannya dengan tangannya sendiri. Sakura bersiap melancarkan pukulan Shannaro yang diarahkan langsung ke Sasuke. Namun, Sasuke merespons dengan cepat, mengangkat pedangnya dan bersiap menebas Sakura.
Melihat situasi yang sangat berbahaya, Yamato segera bertindak untuk melindungi Sakura. Ia dengan sigap berlari mendahului Sakura untuk menghadapi Sasuke, menggunakan kunainya untuk menangkis serangan pedang Sasuke. Sayangnya, pedang Sasuke yang telah dialiri oleh kekuatan Chidori dengan mudah memotong kunai Yamato. Tidak berhenti di situ, Sasuke dengan kejam menusukkan pedangnya yang dialiri Chidori ke bahu Yamato, melumpuhkan Yamato seketika.
# Alasan Sakura Beban Pada Misi Penyelamatan Sasuke
Dalam perjalanan menuju markas Orochimaru, Sakura sempat mengingatkan Naruto bahwa kali ini mereka harus berjuang bersama untuk membawa pulang Sasuke kembali ke Konoha. Harapan ini muncul setelah tiga tahun tidak bertemu dengan Sasuke, sehingga Sakura bertekad memberikan yang terbaik dalam misi kali ini.
Namun, kenyataan berbicara lain ketika Tim 7 akhirnya berhadapan langsung dengan Sasuke. Saat pertarungan dimulai, Naruto dan Sai menjadi korban serangan Chidori Nagashi yang dilancarkan oleh Sasuke. Serangan tersebut membuat mereka terhempas, kesakitan, dan terkapar di tanah tanpa daya.
Tak lama kemudian, Yamato juga harus menanggung luka parah ketika bahunya terkena tusukan pedang Sasuke yang dialiri Chidori. Sialnya, Yamato menerima luka tersebut karena berusaha melindungi Sakura, yang nekat hendak menghadapi Sasuke hanya dengan tangan kosong. Padahal, Sasuke jelas memegang pedang yang sangat berbahaya, membuat tindakan Sakura tampak gegabah dan tidak dipertimbangkan dengan matang.
Ironisnya, meskipun Sakura sempat menunjukkan tekad di awal misi untuk membawa Sasuke kembali, kenyataannya ia justru tidak memberikan kontribusi apa pun dalam pertarungan melawan Sasuke. Alih-alih terlibat, Sakura hanya berdiri menyaksikan Naruto, Sai, dan Yamato bertarung dengan Sasuke dan menanggung luka akibat serangan Sasuke.
Sikap pasif Sakura ini tidak hanya membuatnya terlihat tidak berguna, tetapi juga menjadi beban tambahan bagi tim. Ketidakberdayaannya tidak hanya memperbesar risiko keselamatan misi, tetapi juga memaksa anggota tim lainnya untuk mengambil langkah ekstra demi melindunginya.
6. Sakura Beban Pada Misi Menghabisi Sasuke

Setelah tergabung dalam kelompok Akatsuki dan menjalankan misi untuk memburu Killer Bee, Sasuke membuat gempar Shinobi Kumogakure karena menculik adik dari Ay, Raikage. Kejadian ini membuat Sasuke menjadi buronan dunia.
Danzou, yang saat itu menjabat sebagai Hokage sementara menggantikan Tsunade, bahkan memberikan izin kepada pihak Kumogakure untuk menghabisi Sasuke Uchiha. Berbeda dengan Tsunade, yang dianggap terlalu lembut dalam menangani shinobi pelarian desa, Danzou mengambil langkah tegas dengan merencanakan untuk menghabisi Sasuke tanpa ragu.
Tidak hanya itu, rekan-rekan seangkatan Naruto dan Sakura juga sepakat bahwa Sasuke, yang kini berstatus sebagai penjahat buronan dunia, harus dihabisi. Shikamaru bahkan menyampaikan kepada Sakura bahwa solusi terbaik untuk mencegah perang antara Konoha dan Kumogakure adalah dengan menghabisi Sasuke menggunakan tangan shinobi Konoha sendiri.
Sebagai tindak lanjut, dibentuklah sebuah tim dari Konoha yang terdiri dari Sakura, Sai, Kiba, dan Lee, dengan tujuan untuk menghabisi Sasuke. Sebelum menjalankan misi, Sakura menemui Naruto di Negara Besi dengan alasan ingin membebaskan Naruto dari janji lamanya untuk membawa pulang Sasuke ke Konoha.
Dalam pertemuan tersebut, Sakura menyatakan cinta pada Naruto dan mengaku telah move on dari Sasuke, yang menurutnya hanya terus-menerus melukai hatinya. Namun, Naruto meragukan kebenaran perasaan Sakura, sehingga Sakura menjadi kesal dan memilih pergi meninggalkan Naruto.
Setelah kepergian Sakura, Bunshin Sai muncul untuk menemui Naruto, Yamato, dan Kakashi. Sai menjelaskan tujuan sebenarnya Sakura menemui Naruto. Ternyata, Sakura tidak benar-benar berniat menyatakan cinta. Ia ingin memberi tahu Naruto bahwa hasil musyawarah semua rekan mereka di Konoha telah menghasilkan keputusan untuk menghabisi Sasuke. Sakura juga mengungkapkan keinginannya untuk menghabisi Sasuke dengan tangannya sendiri.
Namun, Sai mengungkapkan bahwa Sakura ragu untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Naruto karena ia khawatir Naruto akan menolak keputusan tersebut dan tetap bertekad untuk menyelamatkan Sasuke.
Kakashi merasa khawatir akan keselamatan Sakura, yang dinilainya seolah tengah menuju kematiannya sendiri, karena Sakura dianggap bukan tandingan Sasuke. Setelah menugaskan Yamato untuk membawa pulang Naruto ke Konoha, Kakashi, bersama Bunshin Sai, memutuskan untuk mencari Sakura dan membawanya pulang. Selain itu, ia juga meminta Bunshin Sai untuk menghubungi Sai yang asli agar dapat menghentikan Rock Lee, Sakura, dan Kiba dari rencana mereka untuk melawan Sasuke.
Ketika Kiba dan Akamaru berhasil melacak posisi Sasuke, terjadi perselisihan dalam tim yang ditugaskan untuk menghabisi Sasuke. Hal ini bermula ketika Sai memergoki Sakura hendak melemparkan gas penidur kepada mereka. Sesuai perintah Kakashi, Sai berusaha menghentikan tim untuk melawan Sasuke. Namun, tindakan Sai ditentang oleh Lee dan Kiba, yang akhirnya berujung pada perkelahian di antara mereka.
Di tengah kekacauan tersebut, Sakura memanfaatkan momen tersebut dengan meledakkan gas penidur, yang membuat Sai, Kiba, Akamaru, dan Lee tertidur. Setelah itu, Sakura pergi sendirian menuju tempat Sasuke. Sementara itu, setelah Sasuke berhasil menghabisi Danzou, Sakura akhirnya tiba di hadapan Sasuke. Di sana, Sakura menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan kelompok Sasuke.
Namun, Sasuke memberikan syarat kepada Sakura untuk bergabung dengannya, yaitu dengan menghabisi Karin, yang sedang sekarat akibat terkena tusukan Chidori Sasuke. Serangan tersebut terjadi saat pertarungan melawan Danzou, di mana Sasuke secara brutal menusuk Danzou dan Karin sekaligus dalam satu serangan.
Sebenarnya, ucapan Sakura untuk bergabung dengan kelompok Sasuke hanyalah kebohongan belaka. Ketika ia berpura-pura hendak menusukkan kunai ke Karin, niat sebenarnya adalah menyerang Sasuke yang berada di belakangnya saat ia lengah.
Namun, saat Sakura dilanda kebimbangan dan ragu untuk menghunuskan kunai ke arah Sasuke, tiba-tiba Sasuke bersiap menyerang Sakura dari belakang dengan Chidori. Beruntung, Kakashi tiba tepat waktu dan berhasil menahan serangan Chidori Sasuke, menyelamatkan Sakura dari bahaya. Setelah itu, terjadi pertarungan singkat antara guru dan murid yang sudah tidak bertemu selama tiga tahun.
Dalam pertarungan tersebut, Sasuke sempat memamerkan kekuatan Susano'o kepada Kakashi. Namun, mendadak penglihatan mata Sasuke mulai buram akibat kelelahan. Sakura mencoba memanfaatkan momen tersebut dengan bersiap menyerang Sasuke dari belakang menggunakan kunai.
Namun, rasa ragu kembali menghentikan aksinya. Padahal, hanya tinggal sedikit lagi kunai tersebut bisa tertancap di punggung Sasuke. Sasuke, yang menyadari serangan itu, dengan cepat mencekik leher Sakura, merebut kunainya, dan bersiap menebaskan kunai tersebut ke arah Sakura. Beruntung, Naruto tiba tepat waktu dan berhasil menyelamatkan Sakura, meskipun pipi Naruto harus terkena sayatan dari kunai Sasuke.
Sayangnya, reuni Tim 7 tidak berlangsung lama. Setelah Naruto dan Sasuke sempat bertarung singkat dan beradu serangan Rasengan serta Chidori, Tobi tiba-tiba datang untuk membawa pulang Sasuke. Sasuke, yang saat itu sudah kelelahan karena staminanya terkuras habis akibat pertarungan sebelumnya melawan Danzou, akhirnya dibawa pergi oleh Tobi.
# Alasan Sakura Menjadi Beban Pada Misi Menghabisi Sasuke
Sebelum menjalankan misi untuk menghabisi Sasuke, Sakura telah diajari oleh Shizune cara melapisi kunai dengan racun. Oleh karena itu, Sakura sangat percaya diri dan yakin bahwa ia mampu menghabisi Sasuke dengan kunai beracun tersebut
Sakura sebenarnya memiliki dua kesempatan untuk menghunuskan kunai beracun tersebut ke Sasuke. Namun, keraguannya selalu menghentikan aksinya di saat-saat terakhir. Akibat dari keraguannya itu, nyawa Sakura justru dua kali berada dalam bahaya karena Sasuke, yang tanpa ragu berusaha menghabisinya. Jika bukan karena pertolongan Naruto dan Kakashi, besar kemungkinan Sakura sudah tewas di tangan Sasuke dalam misi tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun Sakura memiliki niat untuk bertindak, keraguannya serta kurangnya kemampuan membuatnya menjadi beban dalam misi yang sangat berbahaya ini. Kakashi pun segera menyadarkan Sakura agar tidak terlalu percaya diri pada kunai beracun tersebut, karena senjata itu tidak akan mempan pada tubuh Sasuke. Hal ini disebabkan oleh Orochimaru, yang telah membuat tubuh Sasuke kebal terhadap racun, sehingga upaya Sakura menjadi sia-sia.
Meskipun Sakura beruntung karena Naruto berhasil menyelamatkannya dari tebasan kunai yang dilancarkan oleh Sasuke, sialnya, tebasan kunai beracun yang diarahkan Sasuke untuk Sakura malah menyayat pipi Naruto. Akibatnya, justru Naruto yang terkena efek racun dari kunai beracun yang diracik oleh Sakura.
Lebih parah lagi, Sakura melupakan rekan-rekan timnya yang telah berjasa menemani perjalanan ke Negara Besi dan membantu menemukan Sasuke. Andai tidak diingatkan oleh Kakashi saat perjalanan pulang ke Konoha, besar kemungkinan Sakura akan mengabaikan nasib Sai, Lee, Akamaru, dan Kiba, yang sebelumnya terpapar gas racun penidur akibat ulah Sakura.
Untuk mempercepat mereka terbangun, Sakura harus memberikan penawar racun yang telah ia buat. Jika tidak, mereka membutuhkan waktu berhari-hari untuk sadar kembali.
7. Sakura Beban Karena Tidak Mau Jadi Beban Naruto dan Sasuke

Pada Perang Besar Dunia Shinobi Keempat, Obito dan Madara berhasil membangkitkan Juubi untuk menghadapi Pasukan Aliansi Shinobi dari Lima Negara Besar. Juubi dikendalikan melalui kabel penghubung yang terhubung langsung ke Madara dan Obito, memungkinkan mereka untuk sepenuhnya mengontrol pergerakan makhluk raksasa itu.
Namun, aksi kompak Pasukan Aliansi Shinobi yang menyerbu Juubi berhasil memutus kabel tersebut, membuat koneksi Juubi dengan Madara dan Obito terputus. Akibatnya, Juubi kehilangan kendali dan mengamuk dengan kekuatan luar biasa, menyerang tanpa pandang bulu.
Berkat Naruto yang mentransfer Chakra Kyubi kepada Pasukan Aliansi Shinobi, tidak ada korban tewas meskipun Juubi melancarkan serangan dahsyat menggunakan Jutsu Tenpenchii. Sayangnya, Naruto mengalami luka parah akibat serangan itu dan harus disembuhkan oleh Sakura.
Selain itu, Kurama membutuhkan waktu untuk mengisi ulang chakranya. Tanpa bantuan Naruto dan Chakra Kyubi, Pasukan Aliansi Shinobi sempat pesimis menghadapi Juubi, karena selubung chakra Kyubi yang sebelumnya melindungi mereka telah menghilang.
Namun, keberuntungan berpihak pada Aliansi Shinobi. 4 Hokage Konoha yang sudah mati—Hashirama, Tobirama, Hiruzen, dan Minato—datang untuk membantu setelah dihidupkan kembali oleh Orochimaru menggunakan Edo Tensei. Keempat Hokage bekerja sama untuk menghadapi Juubi. Dengan teknik Ninpou Shisekiyoujin, mereka menciptakan perisai raksasa untuk mengurung Juubi, sementara Hashirama menambahkan teknik Senpou Myoujinmon untuk mengunci pergerakan tubuh Juubi.
Selain kehadiran para Hokage, Sasuke juga datang untuk membantu Aliansi Shinobi. Reuni Tim 7 pun terjadi, mempertemukan kembali Sasuke dengan Naruto dan Sakura. Naruto mengucapkan terima kasih kepada Sakura atas bantuannya yang telah menyembuhkan dirinya. Ia lalu menyuruh Sakura untuk beristirahat, karena ia dan Sasuke akan bergabung dengan para Hokage untuk menghadapi Juubi.
Namun, Sakura tidak ingin dianggap sebagai beban lagi oleh Naruto dan Sasuke. Dengan tekad yang kuat, Sakura menawarkan diri untuk ikut bertarung bersama mereka. Sebagai sesama murid dari Tiga Sennin Legendaris, Sakura ingin membuktikan bahwa dirinya juga memiliki kekuatan yang tidak kalah hebat. Ia bertekad untuk memamerkan kehebatannya kepada Naruto dan Sasuke, menunjukkan bahwa dirinya bukan lagi seorang yang hanya bisa bergantung pada mereka.
Selanjutnya, Hashirama menciptakan sebuah pintu untuk memasuki perisai, sehingga Pasukan Aliansi Shinobi dapat menyerang Juubi yang sedang terkekang. Namun, Juubi menunjukkan kemampuan luar biasa dengan membelah bagian tubuhnya sendiri, melahirkan pasukan monster Juubi yang siap bertarung melawan Pasukan Aliansi Shinobi. Tim 7, yang terdiri dari Naruto, Sasuke, dan Sakura, memimpin barisan depan dalam pertempuran melawan pasukan monster Juubi tersebut.
Di tengah pertempuran, Sakura kembali teringat kebersamaan Tim 7 saat mereka masih menjadi Genin. Pada setiap misi, Sakura selalu berlindung di belakang punggung Sasuke dan Naruto, yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindunginya. Merasa malu dan kecewa dengan dirinya yang dulu sering menjadi beban, Sakura kini bertekad untuk bertarung di garis depan, sembari melindungi Naruto dan Sasuke yang berada di belakangnya.
Kemudian, Sakura mengaktifkan simbol Byakugou di dahinya dan melancarkan satu pukulan Shannaro yang dahsyat ke arah pasukan monster Juubi, memamerkan aksi hebatnya di depan Naruto dan Sasuke. Namun, setelah unjuk kekuatan tersebut, Sakura menjadi lengah dan tidak menyadari ada dua monster Juubi yang hendak menyerangnya dari belakang.
Untungnya, Naruto dan Sasuke bertindak cepat untuk menyelamatkan Sakura. Mereka melancarkan Jutsu Rasen Shuriken dan Kagutsuchi, yang berhasil menghabisi dua monster Juubi tersebut, menyelamatkan Sakura tepat pada waktunya.
# Alasan Sakura Menjadi Beban Karena Tak Mau Jadi Beban Naruto dan Sasuke
Sakura memiliki keinginan kuat untuk tidak lagi menjadi beban bagi Naruto dan Sasuke. Keinginan ini membuat Sakura terobsesi memamerkan kehebatannya di hadapan mereka dan merasa percaya diri bahwa ia mampu melindungi Naruto dan Sasuke.
Setelah berhasil melancarkan satu pukulan Shannaro yang berhasil menumbangkan beberapa pasukan Juubi, Sakura mulai merasa bangga pada dirinya sendiri, seolah-olah ia telah membuktikan kemampuannya kepada Naruto dan Sasuke.
Namun, karena kurangnya kewaspadaan, Sakura lengah dan nyaris terkena serangan fatal dari dua monster Juubi. Ironisnya, meskipun ia sangat ingin tidak menjadi beban lagi, situasinya justru berulang seperti masa lalu. Naruto dan Sasuke harus kembali turun tangan untuk menyelamatkannya, menjadikan Sakura sekali lagi terlihat sebagai beban bagi tim.
8. Sakura Beban Gagalkan Madara Miliki 2 Mata Rinnegan

Setelah gabungan kekuatan Transformasi Kyubi Ekor 9 milik Naruto yang dibalut oleh kekuatan Perfect Susano’o milik Sasuke berhasil mengalahkan Obito, yang saat itu menjadi Jinchuriki Juubi, Pasukan Aliansi Shinobi turut membantu Naruto dan Sasuke untuk menarik para Biju keluar dari tubuh Obito.
Obito, yang akhirnya menyadari dosanya, berkeinginan untuk bertobat dan menebusnya dengan menggunakan Gedo Rinne Tensei no Jutsu untuk menghidupkan kembali semua orang yang tewas di medan perang. Namun, rencana Obito gagal terlaksana ketika Zetsu Hitam tiba-tiba mengambil alih kendali atas tubuhnya dan memanfaatkan jutsu tersebut untuk menghidupkan Madara dalam wujud sempurnanya.
Setelah Madara mendapatkan kehidupannya kembali, ia langsung memanggil Kuchiyose Gedo Mazo. Dengan hanya bermodalkan satu mata Rinnegan, Madara menunjukkan kekuatannya yang luar biasa melalui Jutsu Limbo Hengoku, yang berhasil menumbangkan sembilan Biju dalam waktu singkat.
Tak hanya itu, Madara berhasil menyegel kesembilan Biju tersebut ke dalam patung Gedo Mazo. Akibatnya, Naruto, yang merupakan Jinchuriki Kyubi, berada dalam kondisi sekarat karena Kurama telah direnggut darinya.
Untuk menyelamatkan Naruto, Kurama memberi tahu Gaara cara yang memungkinkan Naruto tetap hidup, yaitu dengan meminta Minato memindahkan setengah Chakra Kyubi yang dimiliki Minato ke dalam tubuh Naruto. Gaara kemudian membawa Sakura terbang dengan awan pasirnya, agar Sakura dapat menjaga dan mengobati Naruto, memastikan ia tetap bertahan selama perjalanan untuk menemui Minato.
Ketika tiba di lokasi, mereka mendapati Minato dan Kakashi sedang berhadapan dengan Madara dan Obito, berdiri dalam posisi saling berseberangan. Namun, ketika Chakra Kyubi milik Minato hendak ditransfer ke tubuh Naruto, Zetsu Hitam kembali berulah.
Dengan tubuhnya yang lentur seperti jelly, Zetsu Hitam berhasil menyeberang ke arah Minato dan mencuri setengah Chakra Kyubi tersebut. Beruntung, Obito berhasil merebut kembali kendali atas tubuhnya, sehingga Zetsu Hitam gagal memberikan setengah Chakra Kyubi Minato kepada Madara.
Madara, yang tidak ingin Obito berhasil menyelamatkan Naruto, berusaha mencegah Obito berteleportasi ke dimensi lain untuk membawa Naruto. Namun, Kakashi berhasil membantu Obito dengan menggandakan kecepatan Jutsu Kamui, memungkinkan keduanya untuk mengirim Naruto ke dimensi lain bersama Sakura yang ditugaskan menjaga Naruto.
Berkat kerja sama Kakashi dan Obito, mereka berhasil menghindari serangan Madara, dan Obito sukses memasuki dimensi lain. Di sana, Obito berhasil mentransfer Chakra Kyubi Minato ke tubuh Naruto, sehingga nyawa Naruto berhasil diselamatkan.
Meskipun Madara telah menjadi Jinchuriki Juubi dan menyerap kekuatan Pohon Shinju, ia tetap terpojok oleh Sasuke dan Naruto yang mendadak menjadi lebih sakti setelah menerima kekuatan dari Rikudo Sennin. Madara, yang saat itu hanya menggunakan satu mata Rinnegan, merasa kekuatannya masih belum cukup untuk menandingi duo tersebut.
Meskipun Madara telah menciptakan satu Bunshin di dunia Limbo, yaitu sebuah dunia tak kasat mata yang berdampingan dengan dunia nyata, jutsu andalannya itu tetap berhasil ditaklukkan. Naruto mampu merasakan keberadaan Bunshin Limbo milik Madara, sedangkan Sasuke dapat melihat posisi pastinya, sehingga membuat Madara semakin terdesak.
Di dimensi lain, Obito meminta Sakura untuk menghancurkan mata kirinya yang memiliki Rinnegan. Obito mengakui bahwa dirinya sudah tidak mampu sepenuhnya mengendalikan Zetsu Hitam yang ada di tubuhnya. Ia memperingatkan Sakura bahwa jika dirinya lengah sedikit saja, Zetsu Hitam akan mengambil alih tubuhnya dan merebut Rinnegan untuk diserahkan kepada Madara.
Obito menjelaskan risiko terburuk yang bisa terjadi: jika Madara, sebagai pemilik asli, berhasil mendapatkan kedua mata Rinnegan, maka ia akan menjadi tak terkalahkan. Obito meyakini bahwa Madara memiliki kemampuan untuk membangkitkan kekuatan sejati Rinnegan yang luar biasa dahsyat dan mampu membawa kehancuran besar.
Sementara itu, ketika Madara mencoba melarikan diri dari pertarungan melawan Naruto dan Sasuke, ia merencanakan cara untuk merebut Rinnegan milik Obito. Madara memulai aksinya dengan mencuri Sharingan milik Kakashi, lalu menggunakan Sharingan tersebut untuk memasuki dimensi Obito.
Setelah berhasil, Madara mengambil Rinnegan dari mata kiri Obito dan kemudian menanamkan kembali Sharingan yang dicuri dari Kakashi ke tubuh Obito. Dengan ini, Obito kembali memiliki dua mata Sharingan miliknya.
Setelah Madara keluar dari dimensi tersebut bersama Obito, yang tubuhnya kini sepenuhnya dikendalikan oleh Zetsu Hitam, ia mendatangi Tim 7 yang sedang berkumpul, yaitu Kakashi, Sakura, Naruto, dan Sasuke. Terlalu percaya diri dengan kekuatan Jutsu Byakugou miliknya, Sakura mencoba menyerang Madara secara langsung.
Namun, pukulan Sakura dengan mudah dihentikan oleh Bunshin Limbo Madara, membuat Sakura kebingungan dan terkejut karena tidak dapat melihat sosok yang telah menangkap pukulannya. Tidak hanya itu, tubuh Sakura kemudian terkena tusukan tongkat Gudoudama milik Madara. Situasi tersebut memaksa Sasuke dan Naruto untuk turun tangan menyelamatkan Sakura.
# Alasan Sakura Menjadi Beban karena Gagal Menghancurkan Rinnegan dan Membiarkan Madara Memiliki Dua Mata Rinnegan
Akibat lambannya Sakura dalam mengambil tindakan untuk menghancurkan Rinnegan pada mata kiri Obito, situasi menjadi semakin buruk. Sakura nyaris tewas terkena serangan tongkat Gudoudama milik Madara. Beruntung, Obito berhasil menyelamatkannya dengan mengeluarkan Sakura dari dimensi lain tepat pada waktunya.
Selain itu, Sakura terlalu percaya diri saat mencoba menyerang Madara, tanpa memahami kemampuan lawannya. Akibatnya, Sakura menjadi korban serangan tusukan tongkat Gudoudama. Meskipun Jutsu Byakugou miliknya dapat menyembuhkan luka secara otomatis sehingga Sakura tidak mengalami cedera fatal, tindakannya justru memperumit situasi.
Alhasil, Sakura terus-menerus menjadi 'proyek penyelamatan' bagi Naruto dan Sasuke, yang sepertinya sudah mulai mempertimbangkan untuk membuka layanan darurat khusus 'Penyelamat Sakura' karena harus turun tangan berulang kali setiap kali dia dalam bahaya.
Akibat Sakura gagal menghancurkan Rinnegan milik Obito, Madara akhirnya berhasil mendapatkan kedua mata Rinnegan. Dengan memiliki kedua mata tersebut, Madara membangkitkan kekuatan sejati Rinnegan. Hal ini mempersulit Naruto dan Sasuke, yang kini harus menghadapi empat Bunshin Limbo Madara, padahal sebelumnya jumlah Bunshin Limbo hanya satu. Tindakan Sakura yang tidak tepat waktu ini memperparah situasi dan membuat pertarungan menjadi jauh lebih berat bagi tim.
Kemudian, Madara menggunakan Chibaku Tensei untuk menciptakan puluhan bebatuan raksasa di udara yang kemudian dijatuhkan ke daratan, menyebabkan kehancuran besar dan gempa dahsyat. Naruto segera melemparkan Bijudama Rasen Shuriken untuk menghancurkan bebatuan raksasa tersebut, sementara Sasuke menggunakan Susano’o untuk terbang ke udara dan menebaskan pedangnya, menghancurkan bebatuan yang mengancam daratan.
Ketika Naruto dan Sasuke sibuk menangani serangan Chibaku Tensei yang terus-menerus menjatuhkan bebatuan tanpa henti, Madara berhasil mengaktifkan Mugen Tsukuyomi. Jutsu tersebut menjebak semua makhluk hidup di Bumi ke dalam dunia ilusi, sekaligus mengikat tubuh mereka dengan akar Shinju, memerangkap mereka di pohon Shinju melalui Jutsu Jukai Kotan.
Beruntung, berkat sayap Susano’o milik Sasuke yang melindungi Tim 7, Kakashi, Sakura, Naruto, dan Sasuke berhasil selamat dari efek cahaya Mugen Tsukuyomi yang menyelimuti seluruh bumi.
Post a Comment