Berkat Makan Pil ! 4 Tokoh Naruto Mendadak Sakti Baku Hantam

Table of Contents

Untuk memenangkan pertarungan menghadapi lawan yang tangguh, seorang Shinobi harus memiliki kemampuan bertarung yang baik serta menguasai jutsu yang hebat.

Tentunya, dibutuhkan proses yang cukup lama untuk mencapai kemampuan tersebut. Namun, ada beberapa tokoh di anime Naruto yang berhasil menjadi sakti secara instan setelah memakan pil ajaib.

Berikut adalah 4 Tokoh di Naruto yang Mendadak Sakti Berkat Pil Ajaib

1. Inuzuka Kiba

Saat pertarungan di babak penyisihan Ujian Chūnin berlangsung antara Kiba dan Naruto, Kiba memulai dengan melemparkan bom asap untuk menghalangi pandangan Naruto. Dalam kabut asap itu, Kiba menyerang Naruto dengan bantuan Akamaru, yang menggigit tubuh Naruto. Namun, Naruto berhasil membalikkan keadaan dengan menggunakan Henge no Jutsu untuk menyamar menjadi Akamaru, lalu menggigit tangan Kiba. Pada saat yang sama, satu Kage Bunshin Naruto berhasil menyandera Akamaru.

Untuk mengatasi situasi tersebut, Kiba melemparkan pil ajaib ke arah Akamaru yang sedang disandera untuk memberinya makan. Setelah memakan pil tersebut, tubuh Akamaru berubah warna menjadi merah, dan ia berhasil menghancurkan Kage Bunshin Naruto. Tidak hanya itu, Kiba juga memakan pil serupa untuk dirinya sendiri.

Dengan kekuatan tambahan dari pil tersebut, Kiba dan Akamaru bekerja sama menggunakan Jūjin Bunshin, sebuah teknik yang memungkinkan Akamaru berubah wujud menjadi menyerupai Kiba. Selain itu, chakra mereka berdua meningkat hingga dua kali lipat, memberikan kekuatan tambahan dalam pertarungan.

Dengan kekuatan yang berlipat ganda, Kiba dan Akamaru melancarkan serangan bertubi-tubi pada Naruto. Mereka menggunakan Taijutsu Gatsuga, sebuah serangan berputar yang cepat dan mematikan, hingga membuat tubuh Naruto terpental, terbaring kesakitan, dan sempat muntah darah.

Bahkan, saat Naruto berhasil bangkit kembali untuk menantang Kiba bertarung lagi, gabungan kekuatan Kiba dan Akamaru tampak tak ada habisnya. Mereka terus-menerus melancarkan serangan Gatsuga secara membabi buta, memaksa Naruto bertahan dengan susah payah menghadapi serangan brutal tersebut.

2. Kabuto Yakushi

Setelah kesepakatan antara Tsunade dan Orochimaru batal terlaksana—di mana Orochimaru berjanji akan menghidupkan dua orang tercinta Tsunade yang telah meninggal jika Tsunade mau menyembuhkan tangannya yang rusak—Tsunade menyadari bahwa Orochimaru berniat menghancurkan Desa Konoha lagi setelah tangannya sembuh. Oleh karena itu, Tsunade memutuskan untuk menghabisi Orochimaru yang sedang dalam kondisi lemah.

Namun, Kabuto tidak akan membiarkan Tsunade menghabisi Orochimaru. Sebagai pelindung setia Orochimaru, Kabuto memutuskan untuk melawannya. Sebelum pertarungan dimulai, Kabuto terlihat memakan sebuah pil ajaib yang memberinya tambahan kekuatan. Dengan kekuatan tersebut, Kabuto mempersiapkan serangan pisau chakra di tangannya sebagai senjata untuk melawan Tsunade.

Hasilnya, Kabuto berhasil menghadapi salah satu Sannin Legendaris Konoha, yaitu Tsunade. Ia mampu menghindari setiap serangan Taijutsu mematikan yang dilancarkan Tsunade. Lebih dari itu, serangan pisau chakra yang dilancarkan Kabuto berhasil memotong otot bisep lengan dan tendon paha Tsunade, sehingga menyebabkan aliran chakra Tsunade menjadi kacau.

Kabuto bahkan berhasil melancarkan pukulan ke dada Tsunade, yang menghantam bagian tulang iganya. Serangan ini membuat Tsunade kesulitan bergerak dan mengalami gangguan pernapasan.

3. Choji Akimichi

Saat misi pengejaran Sasuke, Chōji bertarung satu lawan satu melawan Jirōbō. Dalam pertarungan tersebut, Chōji membawa tiga buah pil khusus dari Klan Akimichi, yaitu pil hijau, kuning, dan merah. Pil-pil ini memberikan kekuatan super dalam waktu singkat bagi penggunanya.

Untuk menghadapi kekuatan fisik luar biasa Jirōbō, yang mampu mengangkat bongkahan tanah raksasa, Chōji memutuskan untuk memakan pil hijau terlebih dahulu. Berkat pil ini, Chōji mampu menahan dorongan kuat dari tubuh Jirōbō. Ia juga mendapatkan lonjakan energi besar yang membuatnya berhasil mendorong mundur tubuh Jirōbō, membantingnya dengan keras hingga Jirōbō terpelanting dan terhempas ke tanah.

Ketika Jirōbō mengaktifkan Segel Jōtai 1, ia mampu menahan serangan Nikudan Hari Sensha—teknik putaran tubuh Chōji dengan balutan kunai yang berfungsi sebagai duri.

Untuk mengatasi ini, Chōji memakan pil kuning. Pil ini memberinya kemampuan untuk memperbesar dan memperpanjang anggota tubuhnya. Dengan kekuatan ini, Chōji mampu menyerang Jirōbō, baik dari jarak dekat maupun jauh, menggunakan tangan dan kakinya yang memanjang. Tidak hanya itu, Chōji bahkan dapat mengubah seluruh tubuhnya menjadi raksasa dan menindih Jirōbō dengan berat badannya yang luar biasa.

Namun, Jirōbō yang mengaktifkan Segel Jōtai 2 berhasil mengangkat dan melempar tubuh raksasa Chōji. Dalam situasi tersebut, Chōji memutuskan untuk memakan pil merah, meskipun pil ini dikenal memiliki efek samping yang berbahaya. Setelah memakan pil merah, Chōji mendapatkan kecepatan super, memungkinkan dirinya menghindari pukulan penghancur Jirōbō dengan mudah. Ia bahkan mampu menahan tinjuan keras Jirōbō hanya dengan satu tangan.

Dengan kekuatan dari pil merah, tubuh Chōji menjadi lebih kurus, dan sayap berbentuk kupu-kupu muncul di punggungnya. Setelah melancarkan dua tinjuan yang membuat Jirōbō kesakitan, Chōji mempersiapkan serangan terakhirnya. Ia menginjakkan kakinya ke perut Jirōbō yang terkapar tak berdaya di tanah. Tinjuan pamungkas Chōji akhirnya berhasil mengalahkan Jirōbō sepenuhnya.

4. Uchiha Sasuke

Saat Sasuke bersama Tim Otogakure dalam perjalanan untuk menemui Orochimaru, Tim Otogakure memberitahu Sasuke bahwa Orochimaru telah berpesan agar Sasuke memakan pil Seishingan. Pil tersebut dirancang untuk memaksa tubuh Sasuke, yang baru bisa mencapai Joutai 1, untuk berkembang menjadi Joutai 2. Dengan perubahan ini, tubuh Sasuke akan memperoleh kekuatan luar biasa. Namun, sebagai efek samping, Sasuke akan mengalami kondisi mati suri untuk sementara waktu.

Setelah memakan pil tersebut, tubuh Sasuke roboh. Tim Otogakure kemudian melakukan teknik penyegelan, memasukkan tubuh Sasuke ke dalam sebuah wadah khusus. Beberapa jam kemudian, Sasuke keluar dari wadah dengan penampilan baru—rambut yang lebih panjang dan satu pupil matanya berubah menjadi kuning.

Pertarungan Sasuke dan Naruto di Lembah Akhir pun dimulai. Naruto, yang berpijak di atas patung Sodaime Hokage Hashirama, melompat ke arah Sasuke yang berdiri di atas patung Madara. Naruto menindih tubuh Sasuke dan meninju wajahnya. Namun, Sasuke segera membalas dengan mengangkat tubuh Naruto menggunakan satu tangan, lalu meninju keras perutnya, membuat Naruto terjatuh ke sungai. Perlahan, Sasuke mulai merasakan kekuatan besar meluap dalam tubuhnya berkat pil Seishingan.

Untuk menghadapi Naruto yang telah berubah menjadi Kyūbi Ekor 1, Sasuke mengaktifkan Jōtai 2, yang membuat tubuhnya bertransformasi menjadi monster dengan wujud seperti elang. Pertarungan sengit terjadi saat Sasuke dalam mode Jōtai 2 berhadapan dengan Naruto mode Kyūbi Ekor 1. Puncaknya, keduanya melancarkan serangan pamungkas: Chidori dari Sasuke dan Rasengan dari Naruto.

Hasil akhirnya, Sasuke berhasil mengalahkan Naruto. Setelah melihat Naruto pingsan tergeletak di tanah, Sasuke memilih untuk pergi meninggalkannya. Ia ingin segera melanjutkan perjalanannya untuk menemui Orochimaru.

Post a Comment