Kakashi Jawab Tantangan Itachi dan Sasuke

Table of Contents

Kakashi dikenal dengan julukan Si Copy Ninja karena kemampuannya meniru jutsu musuh, bahkan saat pertama kali melihatnya. Konon, Kakashi telah menyalin ratusan jutsu sepanjang hidupnya.

Selain ahli dalam meniru jutsu para Shinobi lainnya, Kakashi juga sangat terampil menggunakan mata Sharingan, meskipun ia bukan berasal dari Klan Uchiha. Sharingan milik Kakashi sebenarnya adalah pemberian dari Obito Uchiha.

Pada awalnya, anggota Klan Uchiha seperti Sasuke dan Itachi sempat meremehkan kemampuan Sharingan Kakashi. Mereka menganggap Kakashi tidak akan mampu membangkitkan kekuatan sejati Sharingan, seperti yang hanya bisa dilakukan oleh keturunan asli Klan Uchiha.

Namun, Kakashi berhasil membuktikan bahwa anggapan tersebut salah. Ia mampu menguasai teknik Sharingan pada level tertinggi, sebuah kemampuan yang hanya dimiliki oleh segelintir elit Klan Uchiha.

# Kakashi kuasai Mangekyo Sharingan setelah diremehkan Itachi

Kisah ini bermula saat Itachi dan Kisame menyusup ke Desa Konoha. Kakashi, yang menyadari keberadaan dua sosok mencurigakan di sebuah kedai teh, meminta Kurenai dan Asuma untuk membuntuti mereka. Kedua sosok mencurigakan tersebut ternyata adalah Itachi dan Kisame, yang kemudian memicu pertempuran antara Asuma dan Kurenai melawan Itachi dan Kisame.

Kakashi datang menyusul untuk membantu Kurenai dan Asuma yang kewalahan menghadapi keduanya. Kakashi mengatakan bahwa hanya dirinya, yang memiliki Sharingan, yang dapat menghadapi kemampuan mata Sharingan milik Itachi.

Itachi sempat terkesan dengan Kakashi, karena Kakashi mampu menggunakan Sharingan dengan baik meskipun bukan pemilik asli mata tersebut, dan tubuhnya bukan berasal dari Klan Uchiha. Namun, Itachi meremehkan Kakashi, menganggap Sharingan biasa milik Kakashi tidak cukup untuk menandingi kehebatan Mangekyo Sharingan miliknya.

Akibat terlalu percaya diri melawan Itachi, Kakashi akhirnya terkena Genjutsu Tsukuyomi. Hal ini membuatnya merasakan sakit luar biasa akibat ditusuk pedang secara bertubi-tubi selama 72 jam di dalam dunia ilusi. Konon, satu detik di dunia nyata terasa seperti berjam-jam atau bahkan berhari-hari bagi mereka yang terjebak dalam Genjutsu Tsukuyomi. Setelah terjebak selama tiga hari di dunia ilusi, Kakashi tumbang dan tidak sadarkan diri selama satu minggu di rumah sakit.

Dua tahun kemudian, saat menjalankan misi penyelamatan Kazekage di Desa Sunagakure, Kakashi kembali berhadapan dengan Itachi. Namun kali ini, Kakashi telah mempersiapkan diri agar tidak kembali terjebak dalam Genjutsu Tsukuyomi.

Kakashi juga menyadari kelemahan Tsukuyomi, yaitu efeknya yang menguras banyak chakra Itachi dan membahayakan penglihatannya. Dalam pertempuran tersebut, Kakashi mengejutkan Itachi dengan sebuah pernyataan: "Seburuk apa penglihatanmu sekarang?" Itachi terkejut bahwa Kakashi memahami risiko Mangekyo Sharingan dan mulai menduga bahwa Kakashi juga telah menguasainya.

Namun, pertarungan antara Kakashi dan Itachi tidak berlangsung lama. Ternyata, Kakashi tidak bertarung melawan Itachi yang asli, melainkan seseorang yang telah dimodifikasi oleh Pain menjadi berwujud seperti Itachi. Sosok tersebut hanya diberi 30% chakra Itachi dan dikendalikan oleh Itachi dari jarak jauh.

Dugaan Itachi mengenai Kakashi yang telah menguasai Mangekyo Sharingan terbukti benar. Saat menghadapi Deidara, yang mencoba melarikan diri dengan menaiki burung tanah liatnya, Kakashi menggunakan Mangekyo Sharingan untuk menyerang Deidara dari kejauhan di udara. Dengan teknik tersebut, Kakashi berhasil memutuskan tangan kanan Deidara, membuktikan bahwa ia telah menguasai kekuatan yang sebelumnya diragukan oleh Itachi.

# Kakashi kuasai Susano setelah ditantang Sasuke

Kisah ini bermula ketika Sakura pergi seorang diri untuk menemui Sasuke dengan tujuan menghabisinya. Kakashi, yang khawatir akan keselamatan Sakura, memutuskan untuk menyusulnya ke lokasi Sasuke.

Setelah Sasuke berhasil mengalahkan Danzo, Sakura akhirnya bertemu dengannya dan mengutarakan niatnya untuk bergabung dengan kelompok Sasuke. Namun, Sasuke memberikan persyaratan: jika Sakura ingin bergabung, ia harus menghabisi Karin, yang saat itu sedang sekarat akibat tusukan Chidori dari Sasuke selama pertarungannya melawan Danzo.

Sebenarnya, ucapan Sakura untuk bergabung hanyalah sebuah kebohongan. Ketika ia berpura-pura hendak menusukkan kunai ke Karin, niat sebenarnya adalah menyerang Sasuke yang berada di belakangnya saat ia lengah. Namun, saat Sakura dilanda kebimbangan untuk benar-benar menyerang Sasuke, tiba-tiba Sasuke bersiap menyerangnya dari belakang dengan Chidori. Beruntung, Kakashi tiba tepat waktu dan berhasil menahan serangan Chidori Sasuke, menyelamatkan Sakura dari bahaya.

Pertemuan ini menjadi momen yang penuh emosi, mempertemukan guru dan murid yang tidak berjumpa selama tiga tahun. Kakashi, sebagai guru, merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menghentikan Sasuke yang terus membuat onar di dunia Shinobi. Di sisi lain, Sasuke tidak lagi menganggap Kakashi sebagai gurunya.

Memiliki murid kesayangan yang meninggalkan desa dan dipaksa oleh keadaan untuk bertarung dengannya membuat Kakashi memahami perasaan Hiruzen Sarutobi saat menghadapi Orochimaru. Di sisi lain, Sasuke berniat membuat Kakashi mati seperti yang dialami Hiruzen.

Sasuke sangat kesal melihat Kakashi menggunakan Sharingan dalam pertarungan. Baginya, Sharingan adalah simbol eksklusif milik Klan Uchiha, dan ia meminta Kakashi berhenti menggunakannya. Namun, Sasuke juga meremehkan kemampuan Sharingan milik Kakashi.

Untuk membuktikan keunggulannya, Sasuke memamerkan Susano'o dan menyombongkan bahwa Sharingannya jauh lebih hebat daripada Kakashi. Dengan penuh tantangan, Sasuke bertanya apakah Kakashi mampu mengaktifkan Susano'o seperti dirinya.

Meskipun begitu, Sasuke memuji Kakashi karena mampu menggunakan Sharingan dengan sangat baik. Sasuke bahkan kagum saat melihat Kakashi berhasil menguasai Mangekyo Sharingan dan menyerap panah dari serangan Susano’o miliknya.

Namun, pertarungan Kakashi dan Sasuke tidak berlangsung lama karena Naruto datang dan mengambil alih pertempuran melawan Sasuke. Naruto dan Sasuke kembali bertarung dengan mengadu Rasengan dan Chidori. Tidak lama kemudian, Tobi muncul untuk membawa pulang Sasuke.

Pada perang besar dunia Shinobi keempat, situasi berubah drastis ketika Madara terpojok oleh Naruto dan Sasuke, yang mendadak menjadi sangat kuat setelah menerima kekuatan dari Rikudo. Madara, yang saat itu hanya menggunakan satu Rinnegan pada mata kanannya, merasa tidak cukup kuat untuk menandingi kehebatan Naruto dan Sasuke. Ia memutuskan untuk merebut Rinnegan milik Obito.

Madara mencuri Sharingan milik Kakashi dan menggunakannya untuk memasuki dimensi Obito. Di sana, ia mengambil Rinnegan yang berada di mata kiri Obito. Setelah itu, Madara mengembalikan Sharingan yang telah dicurinya ke mata Obito.

Pada fase akhir perang besar dunia Shinobi keempat, Kakashi merasa tidak berguna karena tidak lagi memiliki Sharingan. Ia hanya bisa meratapi keadaan dan menyaksikan pertempuran antara Kaguya melawan Naruto dan Sasuke.

Ketika Kaguya berpindah ke dimensi dengan tarikan gravitasi yang sangat kuat, ia menembakkan dua tongkat ke arah Naruto dan Sasuke, yang kesulitan bergerak. Kakashi, yang ingin menjadi berguna, bersiap mengorbankan dirinya untuk melindungi Sasuke, sementara Obito melindungi Naruto. Namun, serangan tongkat Kaguya hanya mengenai Obito, yang akhirnya tewas. Kakashi tetap hidup karena tongkat yang diarahkan kepadanya berhasil diserap oleh Obito menggunakan Kamui.

Setelah memasuki alam menuju gerbang akhirat, Obito disambut oleh wanita yang dicintainya, yaitu Rin. Namun, Obito meminta Rin untuk menunggunya sebentar lagi karena ia ingin menolong Kakashi agar tidak ikut menyusul mereka. Berdasarkan prinsip hukum chakra sebagai energi yang terhubung dengan semua makhluk, Obito, dengan sisa energi kehidupannya, memasuki alam bawah sadar Kakashi dan meminjamkan kedua Sharingan miliknya kepada Kakashi.

Dengan kekuatan itu, Kakashi mampu menggunakan dua Sharingan pada kedua matanya sekaligus. Ia bahkan berhasil memanggil Susano’o dalam wujud sempurna. Susano’o milik Kakashi memiliki ciri khas berupa goresan mata dan kemampuan unik untuk mengubah Kamui menjadi senjata shuriken yang dapat menyerap objek yang terkena serangannya.

Saat Kakashi menggunakan Susano’o untuk menyelamatkan Sakura dari amukan serangan tangan raksasa Kaguya, yang gagal berubah menjadi Juubi, Sasuke tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Naruto kemudian mengingatkan Sasuke tentang kehebatan Kakashi sebagai Copy Ninja Peniru. Naruto bahkan menganggap Susano’o milik Kakashi lebih keren dibandingkan milik Sasuke.

Post a Comment