Mirip Wabah Virus Corona, Konoha Terpaksa Lockdown !!!

Table of Contents

Kejadian bermula ketika Naruto tiba-tiba bersin dan secara tidak sengaja mencipratkan air liur ke wajah Sakura. Merasa jijik, Sakura langsung meninju wajah Naruto. Padahal, kedatangan Sakura awalnya adalah untuk membantu misi Naruto. Namun, karena kesal, Sakura memilih ngambek dan memutuskan untuk pulang.

Pada malam hari, ketika Naruto sedang tertidur nyenyak dan menikmati mimpi indah, tiba-tiba ia terbangun oleh suara kaca jendela yang pecah. Seketika, rumah Naruto dipenuhi oleh petugas medis yang menginvasi tempat tinggalnya. Tidak hanya itu, para petugas medis bahkan menembakkan jarum suntik ke arah Naruto.

Beruntung, Naruto berhasil menghindar dan melarikan diri dari rumah. Meski begitu, Naruto masih kebingungan, bertanya-tanya apa alasan dirinya sampai diburu oleh para ninja medis.

Berikut adalah empat alasan mengapa Naruto sampai diburu oleh petugas medis: 

1. Ancaman Virus Menular dan Mematikan

Kejadian ini bermula ketika Tsunade dan Shizune memanggil Sakura ke Kantor Hokage. Saat itu, Tsunade memperhatikan ada sesuatu yang tidak beres dengan wajah Sakura. Tidak lama kemudian, Sakura tiba-tiba jatuh pingsan ke lantai dan mengalami demam. Ketika Shizune hendak menghampiri Sakura yang tergeletak, Tsunade segera melarangnya.

Tsunade kemudian bertanya kepada Sakura, "Apakah seseorang bersin ke arahmu?" Dengan kondisi setengah sadar, Sakura menjawab bahwa Naruto adalah orang yang melakukannya.

Sakura pun segera dibawa ke rumah sakit untuk dirawat dan diberi obat penenang. Gejala yang dialami Sakura mencakup sakit perut, demam, serta munculnya bintik-bintik merah di wajahnya. Berdasarkan diagnosa Tsunade, Sakura terinfeksi penyakit yang disebut "Virus Chakra."

Virus Chakra ini dikenal sangat mudah menular dan sangat berbahaya. Virus ini dapat mengubah aliran chakra menjadi penyebab demam. Saat seseorang terinfeksi, mereka tidak akan mampu mengumpulkan chakra hingga benar-benar sembuh, yang biasanya memakan waktu beberapa bulan. Bagi seorang shinobi, kehilangan kemampuan menggunakan chakra adalah ancaman mematikan.

2. Petugas Medis Bertindak

Layaknya para tenaga medis yang menangani wabah Virus Corona, para petugas medis Konoha juga dilengkapi dengan masker dan alat pelindung diri. Berdasarkan pengamatan Tsunade, Naruto diyakini tertular Virus Chakra saat menjalankan misi di salah satu desa tertentu.

Tsunade menyimpulkan bahwa Naruto adalah sumber utama penyebaran virus ini. Virus Chakra terbukti menyebar dengan cepat dan harus segera dihentikan. Jika virus ini menyebar lebih luas hingga menjangkiti penduduk desa, Konohagakure akan berada dalam situasi yang sangat berbahaya. Bahkan, jika Konoha diserang musuh saat wabah ini berlangsung, desa tersebut akan dengan mudah dihancurkan.

Karena itu, Tsunade memerintahkan Shizune dan tim medis untuk menjaga kerahasiaan wabah ini, terutama dari negara lain. Penduduk desa pun tidak boleh mengetahui hal ini agar tidak menimbulkan kepanikan. Tsunade lalu memerintahkan Shizune beserta para shinobi lainnya untuk segera menangkap Naruto dan mengisolasinya.

Tim medis yang dipimpin oleh Shizune dipersenjatai dengan senapan khusus yang dilengkapi jarum suntik. Senjata ini dirancang secara khusus untuk melumpuhkan Naruto tanpa menimbulkan cedera serius atau perlawanan. Begitu Naruto terkena tembakan jarum suntik tersebut, ia akan langsung tertidur, sehingga memudahkan tim medis untuk menangkap dan mengisolasinya.

3. Desa Konoha Lockdown

Naruto merasa kebingungan saat berkeliling desa. Ia menyadari bahwa semua orang di Desa Konoha mendadak menghilang, dan suasana menjadi begitu sunyi.

Semua ini terjadi karena perintah langsung dari Godaime Hokage, Tsunade, yang memutuskan untuk menerapkan lockdown di Konoha. Seluruh penduduk desa dievakuasi ke tempat yang lebih aman agar tidak tertular Virus Chakra yang diduga berasal dari Naruto.

Namun, evakuasi ke ruang bawah tanah ini hanya berlangsung hingga sore hari, dan para penduduk diminta untuk bersabar selama proses tersebut berlangsung.

Tsunade tidak main-main dalam melindungi desa. Ia bahkan mengaktifkan perangkap delapan penjuru Konoha untuk memburu Naruto sekaligus menjaga keamanan desa.

4. Virus Chakra hanya Kesalahpahaman

Berbeda dengan Virus Corona yang sedang melanda dunia nyata saat ini, Virus Chakra ternyata hanyalah sebuah kesalahpahaman.

Saat Naruto mencoba bersembunyi di rumah sakit, ia akhirnya tertangkap oleh tim medis. Setelah itu, Naruto bersama Sakura menjalani pemeriksaan tes darah. Hasil tes menunjukkan bahwa baik Sakura maupun Naruto sama sekali tidak terinfeksi Virus Chakra.

Misteri penyebab bersin Naruto yang mengenai wajah Sakura pun akhirnya terungkap. Shizune menemukan sebuah botol di dalam saku baju Naruto. Ternyata, Naruto bersin karena tanpa sengaja menghirup isi botol yang berisi bubuk cabai. Sementara itu, alasan Sakura mendadak pingsan adalah karena kelelahan. Adapun bintik merah di wajah Sakura hanyalah reaksi alergi ringan yang disebabkan oleh bersin Naruto. Dengan kata lain, semua gejala yang dialami Sakura bukanlah akibat Virus Chakra.

Merasa dirugikan akibat kejadian ini, Naruto meminta Tsunade untuk meminta maaf. Baginya, meskipun Tsunade adalah seorang Hokage, itu tidak berarti ia terbebas dari tanggung jawab atas kesalahan yang telah dibuat. Namun, Tsunade memiliki alibi kuat. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah sebuah kesalahan, melainkan simulasi darurat sebagai bentuk pelatihan untuk situasi krisis. Tsunade pun berterima kasih kepada Naruto atas partisipasinya dalam simulasi tersebut.

Catatan Penutup:

Di tengah pandemi Virus Corona yang sedang melanda dunia saat ini, Qiuqa juga turut mengimbau para pembaca untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan Gerakan 3M:

1. Memakai masker.

2. Mencuci tangan.

3. Menjaga jarak.

Ingat, Virus Chakra hanya bahaya dalam cerita fiksi, tetapi Virus Corona adalah ancaman nyata. Mari lindungi diri kita dan orang-orang tercinta dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan!

Post a Comment