Nonton Blue Lock Season 1 Episode 10 Review
Nonton Blue Lock Episode 10 Season 1
1. Koun Wataru Ledek Tim V

Kuon merasa takjub melihat kegigihan Tim Z, yang awalnya tertinggal 3 gol namun mampu menyamakan skor menjadi 3-3 melawan Tim V, tim terkuat, meskipun Tim Z hanya bermain dengan 10 pemain. Ia tak percaya bahwa Tim Z benar-benar ingin memenangkan pertandingan.
Di pinggir lapangan, rasa kesal Kuon terhadap Tim V memuncak. Ia meluapkan emosinya dengan meneriaki dan menghina Tim V, yang dianggapnya tidak becus karena bisa disusul oleh Tim Z, meski bermain dengan 10 orang tanpa kehadirannya.
Reo kemudian menyebut Kuon berisik, dan Kuon pun terdiam. Dalam hati, Kuon merenung bahwa ia bukan tipe orang yang mudah menyerah untuk meraih mimpi. Meski harus berjuang sendirian dan menghalalkan segala cara, Kuon tetap memiliki caranya sendiri untuk mencapai kemenangan.
2. Reo Mikage Mati Kutu

Reo tidak ingin Tim Z membalikkan keadaan. Baginya, kalah berarti menerima pendapat orang tuanya yang selalu mengatakan bahwa ia tidak bisa menjadi pemain sepak bola. Reo tidak ingin hidup hanya sebagai "mainan" orang tuanya, yang menganggapnya cukup menikmati hidup dari pemberian mereka. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu meraih impian menjadi juara Piala Dunia sepak bola melalui kerja kerasnya sendiri.
Ketika Reo sedang bersemangat menggiring bola, Raichi tiba-tiba muncul seperti setan di depannya dan menghadangnya dengan tantangan yang menakutkan. Akibatnya, Reo terpaksa membatalkan niatnya untuk mengoper bola ke Nagi. Raichi dengan tegas mengatakan bahwa ia akan memberikan kekalahan pertama bagi Reo, yang sangat takut mengalami kekalahan.
Reo berhasrat untuk menerobos Raichi, tetapi ia menyadari bahwa Isagi, bak bayangan yang terus mengintai, sudah siap di belakangnya, menunggu detik-detik untuk merebut bola jika ia nekat memaksakan diri. Reo tak ingin Tim Z terus mendominasi permainan, tetapi ia bingung dan merasa buntu, tidak tahu harus berbuat apa untuk membangun serangan bagi Tim V.
3. Nagi Seishiro Berinisiatif Menyerang

Tak tahan melihat kekecewaan yang melanda Reo karena tidak bisa mengoper kepada dirinya, Nagi akhirnya memutuskan untuk berinisiatif bergerak sendiri yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Nagi menghampiri Reo, lalu Reo pun mengoper bola kepadanya. Nagi memberi tahu Reo bahwa ia akan mencoba menyerang.
Dengan cekatan, Nagi menggiring bola dan mengecoh Igaguri menggunakan teknik "Air Elastico," lalu melakukan nutmeg untuk melewatinya. Ketika dihadang Imamura, Nagi mengoper bola ke Zantetsu yang berada di sisi sayap. Chigiri berlari kencang mengejar Zantetsu dari belakang. Chigiri berusaha mati-matian melakukan tekel untuk merebut bola, namun Zantetsu, dengan akselerasi tubuhnya yang luar biasa, berhasil mengamankan bola dan mengecohnya dengan mudah.
Mengikuti instruksi Nagi, Zantetsu dengan presisi mengirim umpan ke sisi kiri gawang Tim Z, di mana Nagi sudah bersiap. Meski dijaga ketat oleh dua bek, Nagi melompat ke udara untuk menerima operan dan mengontrol bola dengan kakinya. Setelah mendarat, Nagi memutar tubuh dengan cepat dan melepaskan tendangan voli pada bola yang masih melayang di udara, menciptakan gol spektakuler yang berhasil menjebol gawang Tim Z. Hasilnya, Tim V kembali unggul atas Tim Z dengan skor 4-3.
4. Raichi Jingo Suruh Tim Z Terus Menyerang

Dengan 15 menit tersisa, pertandingan hampir berakhir. Kunigami menyetujui permintaan Chigiri untuk membantu bertahan, karena mereka akan kalah jika kebobolan lagi. Kunigami menginstruksikan Tim Z untuk fokus bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat. Raichi, dengan penuh amarah, menegur Tim Z. Ia meminta mereka tetap menyerang habis-habisan, mengingat strategi itu berhasil membawa mereka mencetak tiga gol ke gawang Tim V.
Sambil menarik kerah baju Isagi, Raichi meminta agar Tim Z mempercayakan pertahanan kepadanya dan Isagi. Raichi mengungkapkan bahwa ia benci bermain sebagai bek dan berjanji akan "menghabisi" Tim Z jika karier sepakbolanya harus berakhir di posisi tersebut. Ia memerintahkan seluruh pemain Tim Z untuk fokus menyerang, sambil mengingatkan bahwa mereka semua adalah striker.
5. Isagi Yoichi Kuasai Spatial Awareness

Bachira mengirim operan ke Chigiri. Dihadang oleh Zantetsu, Chigiri kembali mengirim operan jauh ke depan untuk dirinya sendiri, menantang Zantetsu dalam duel adu sprint. Chigiri percaya diri bahwa dalam lomba lari panjang, ia akan selalu menang. Namun, ia panik saat melihat Nagi telah membaca pergerakannya dan berusaha merebut bola yang sedang dikejar oleh Zantetsu dan Chigiri.
Tiba-tiba, Isagi membangkitkan senjatanya yang disebut "Spatial Awareness," memberinya wawasan ekstra untuk memprediksi apa yang akan terjadi di lapangan. Dengan sigap, Isagi mencuri bola sebelum Nagi sempat menyentuhnya, lalu mengoper kembali kepada Chigiri, memungkinkan Chigiri untuk terus berlari tanpa hambatan sebagai pemain sayap kiri Tim Z.
Chigiri melaju dengan cepat sambil menggiring bola. Di sisi lain, tiga bek dari Tim V bergerak cepat untuk menghalangi tendangan Chigiri. Namun, hal itu tidak menjadi masalah bagi Chigiri. Ia melihat celah dan segera melepaskan tendangan. Sayangnya, bola menghantam tiang kanan gawang. Dan di tempat yang tak terjaga oleh sepasang mata yang waspada, Gagamaru berdiri dan mengambil pantulan bola dari tiang gawang, sang pemain sayap kanan Tim Z ini berhasil menembakkan bola ke arah gawang Tim V.
Namun, Reo dengan luar biasa turun membantu pertahanan dan berhasil memblokir tendangan Gagamaru. Bola berkelana liar dan sampai di kaki penyerang tengah Tim Z, Kunigami, sang super hero. Dengan penuh keberanian, Kunigami, yang berada dizona tembaknya, melepaskan tendangan menakjubkan. Dan gol tercipta, membuat kedudukan antara Tim Z dan Tim V kembali imbang, dengan skor 4-4.
Isagi merasa takjub dengan dirinya sendiri karena semua berjalan sesuai prediksinya. Dimulai saat ia menutupi kelemahan Chigiri agar kecepatannya tidak terhenti ketika bola akan direbut oleh Nagi, Isagi mendahului Nagi dan mengoper bola ke Chigiri.
Saat Chigiri bersiap melepaskan tembakan dari sisi kiri menuju gawang Tim V, Isagi sudah memprediksi bahwa tiga bek Tim V akan fokus menghalanginya, sehingga menciptakan ruang kosong di sisi kanan untuk Gagamaru menendang bola. Bahkan, Kunigami bisa masuk ke zona tembaknya tanpa penjagaan. Isagi berhasil menjalankan simulasi di kepalanya, memungkinkan trio striker Tim Z melancarkan serangan bertubi-tubi dengan peluang besar mencetak gol sesuai prediksinya.
Berkat senjata spatial awareness-nya, Isagi mampu mensimulasikan skenario berdasarkan senjata setiap pemain Tim Z, situasi permainan, dan kondisi di lapangan. Dengan mengandalkan mata dan otaknya, Isagi bisa "meramal" masa depan di lapangan dan memanfaatkan informasi tersebut untuk menciptakan peluang gol. Kini, Isagi telah memahami cara menggunakan senjatanya dengan maksimal.
6. Masa Lalu Koun Wataru

Koun bersusah payah mengumpulkan orang-orang yang ingin bermain sepak bola hingga lengkap 11 pemain untuk membentuk klub sepak bola SMA Kitsunezaka. Terpilih sebagai kapten, Koun menegaskan bahwa target mereka adalah menjadi juara turnamen nasional. Ambisinya besar, ia ingin menjadi pesepak bola profesional dan bermain untuk timnas Jepang.
Koun menikmati sukacita berlatih bersama rekan-rekannya. Suatu ketika, saat datang terlambat, anggota klub bergurau bahwa target mereka mustahil tercapai. Koun menghiraukannya, hanya menegur anggota yang datang terlambat dan mengingatkan mereka untuk tepat waktu saat latihan pagi.
Meski dihadapkan pada kekalahan, teman-temannya tidak merasakan frustrasi seperti yang dirasakan Koun, yang sepenuh hati ingin lolos ke turnamen nasional. Emosinya meledak, heran mengapa rekan-rekannya tidak peduli setelah gagal mencapai kejuaraan nasional. Sayangnya, teman-temannya hanya bermain sepak bola untuk kesenangan semata. Mereka bahkan menganggap Koun membosankan karena terlalu ambisius mengejar gelar juara.
Koun pun kesal, menyadari hanya dirinya yang serius bermain sepak bola. Ia mulai tidak peduli lagi dengan rekan-rekannya. Tak lama setelah itu, Koun menerima amplop dari JFU (Persatuan Sepak Bola Jepang) yang mengundangnya untuk mengikuti pelatihan khusus. Ia merasa senang, akhirnya ada yang mengakui kemampuannya.
7. Koun Wataru Ogah Bantu Tim Z

Semangat juang yang ditunjukkan oleh Tim Z saat melawan Tim V membuat Kuon semakin terkesima. Meski hanya bermain dengan 10 pemain, Tim Z mampu mendominasi permainan. Namun, serangan Tim V semakin berbahaya berkat Nagi yang mengalami Awakening. Kuon menyimpulkan bahwa kedua tim memiliki peluang untuk menang, dan gol berikutnya akan menentukan hasil akhir pertandingan. Jika pertandingan berakhir seri, Tim Z akan finis di posisi ketiga klasemen dan tersingkir dari Blue Lock.
Meskipun Kunigami telah menyamai jumlah gol Kuon di Tim Z, dan poin fair play mereka juga seimbang, Kuon, yang berada di peringkat teratas Tim Z dengan posisi 265, akan terpilih untuk lolos ke seleksi kedua Blue Lock. Dengan demikian, Kuon merasa tenang dan tetap enggan turun tangan membantu Tim Z.
8. Koun Wataru Menjadi Penyelamat Tim Z

Ketika Zantetsu mengirim umpan panjang tepat ke arah Nagi yang berlari bebas tanpa pengawalan, pemain Tim Z panik karena terlalu fokus menyerang dan lupa menyisakan pemain bertahan. Namun, Isagi segera mengejar Nagi, yakin dirinya bisa menghentikannya.
Isagi memperkirakan bahwa Nagi akan tiba lebih dulu untuk menerima umpan Zantetsu yang masih melambung di udara. Oleh karena itu, Isagi berencana mengulur waktu agar rekan-rekannya di Tim Z sempat mundur membantu pertahanan. Jika Nagi berhasil melewatinya, Nagi akan berhadapan satu lawan satu dengan kiper Tim Z dan kemungkinan besar mencetak gol.
Saat Isagi berhasil mengejar Nagi, ia mencoba mengantisipasi apakah Nagi akan menyentuh bola dengan kaki kanan atau kiri. Namun, Nagi justru mengejutkan Isagi dengan menyentuh bola di udara menggunakan punggung, membelokkan arah bola dan melewati hadangan Isagi dengan mudah. Isagi tidak menduga trik ini, sehingga tidak mampu mengantisipasinya. Nagi pun berhasil melewati Isagi dalam sekejap, membuat seluruh pemain Tim Z panik.
Nagi kini tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Menyaksikan Lemon, kiper Tim Z, bergerak maju, Nagi bersiap menendang bola dari luar kotak penalti dengan peluang besar mencetak gol yang tampaknya tak terbendung. Namun, Kuon, yang sebelumnya hanya berdiam diri di tepi lapangan, tiba-tiba meluncur dan menerjang tubuh Nagi di luar kotak penalti, membuat Nagi terjatuh. Akibatnya, peluang emas Nagi untuk mencetak gol pun sirna.
Aksi pelanggaran yang dilakukan oleh Kuon ini mengejutkan semua pemain yang menyaksikan pertandingan. Kuon bisa disamakan dengan seorang pahlawan yang muncul dari bayangan, menggagalkan serangan mematikan Nagi, dan membawa keberuntungan kepada Tim Z.
9. Koun Wataru Terancam Gagal Lolos Seleksi Kedua Blue Lock

Tim Z sangat terkejut dengan tindakan kontroversial Kuon yang melakukan pelanggaran serius terhadap Nagi, hingga mengakibatkan Kuon diusir dari lapangan dengan kartu merah. Ironisnya, Kuon seharusnya sudah pasti lolos ke tahap kedua seleksi Blue Lock, mengingat Kuon menjadi top skor pertama dalam Tim Z, meskipun Kunigami juga memiliki jumlah gol yang sama.
Namun, nasib berkata lain ketika Kuon mendapatkan kartu merah, sehingga Point Fair Play-nya lebih rendah daripada Kunigami. Jika Tim Z mengalami kekalahan atau hasil imbang melawan Tim V, sudah bukan lagi Kuon, tetapi Kunigami-lah yang akan melangkah ke tahap kedua seleksi Blue Lock dari Tim Z.
Sebelum meninggalkan lapangan, Kuon berpesan kepada Tim Z agar memenangkan pertandingan. Isagi menjawab dengan tegas bahwa mereka akan mengalahkan Tim V.
10. Tim V Meneror Gawang Tim Z

Reo bertanya kepada Nagi apakah ia terluka. Nagi menjawab bahwa dirinya baik-baik saja. Junaidi, pemain Tim V mengusulkan agar mereka bermain oper-operan untuk bertahan dan menghabiskan waktu, namun Reo menolak. Ia ingin menghancurkan Tim Z, bahkan Zantetsu menganggap hasil imbang melawan Tim Z sama dengan kekalahan. Nagi pun menginginkan satu gol tambahan untuk Tim V.
Ketika pertandingan antara Tim Z dan Tim V menyisakan 3 menit sebelum berakhir, momen menegangkan pun terjadi. Tim V mendapatkan peluang emas melalui tendangan bebas dari jarak 20 meter di sebelah kanan area luar kotak penalti, setelah pelanggaran oleh Kuon. Lemon, kiper Tim Z, memikirkan berbagai skenario: apakah Reo akan mengoper bola ke Nagi atau Zantetsu, meskipun keduanya dijaga ketat oleh pemain Tim Z, atau Reo mungkin langsung menendang bola ke gawang.
Ternyata, Reo langsung melepaskan tembakan yang mengarah tepat ke sudut kiri gawang Tim Z. Namun, aksi penyelamatan brilian dari Lemon berhasil menepis bola tersebut. Sayangnya, bola muntah itu langsung dihampiri oleh Zantetsu, yang mengejutkan pemain Tim Z dengan akselerasi cepatnya. Zantetsu pun menendang bola, tetapi Raichi berhasil melakukan tekel yang memblok tendangannya, membuat Zantetsu terkejut dengan kemunculan mendadak Raichi.
Bola melambung tinggi ke udara, mendarat di dada Nagi yang dengan tenang mengontrolnya. Nagi bersiap menendang ke gawang Tim Z, membuat seluruh pemain Tim Z panik. Lemon bersiap menangkap bola atas, sementara Igaguri dan Raichi menutup jalur bawah dengan tubuh mereka. Melihat posisi kiper yang terlalu maju, Nagi melakukan tendangan chip ala Messi, melewati hadangan Lemon, Raichi, dan Igaguri.
Bola itu menukik, hampir menyentuh garis gawang, tapi berhasil dicegah oleh Gagamaru, yang menendang bolanya ke atas hingga membentur mistar gawang. Bola rebound dari mistar mendarat di kaki Isagi Yoichi, yang langsung bersiap melancarkan serangan terakhir Tim Z ke gawang Tim V. Dari lorong, Koun menyaksikan momen dramatis itu dengan penuh antusias dan berteriak, "Ayo maju, Isagi!"
Post a Comment