Nonton Naruto Classic Episode 19 Review
Naruto Episode 19
Shinobi Juga Manusia

Tiba-tiba, Gato muncul bersama pasukannya dan mendatangi Zabuza yang sedang bertarung melawan Kakashi. Dengan nada sombong, Gato mengatakan bahwa tujuannya datang adalah untuk menghabisi Zabuza.
Gato bahkan mengejek Zabuza yang kini tampak seperti “iblis imut” setelah dikalahkan oleh Kakashi. Zabuza kemudian berkata kepada Kakashi bahwa pertarungan mereka telah berakhir, karena ia tak lagi memiliki alasan untuk membunuh Tazuna.
Gato kemudian menginjak wajah jasad Haku yang terbaring di lantai. Naruto pun marah dan bertanya, apakah Zabuza tidak merasa geram melihat tindakan Gato? Ia menegaskan bahwa Haku sangat menghormati Zabuza.
Apakah Zabuza benar-benar menganggap Haku, yang telah lama hidup bersamanya, hanya sebagai alat? Naruto juga bertanya, apakah ketika seorang shinobi menjadi sekuat Zabuza, hatinya sudah tidak memiliki perasaan lagi?
Zabuza, yang sejak tadi berusaha keras menyembunyikan emosinya dengan berpura-pura tegar dan mengaku sebagai shinobi sejati yang tidak terikat perasaan, akhirnya tak mampu menahan diri. Kehilangan Haku menghancurkan hatinya dan memperlihatkan sisi manusiawinya.
Air mata mengalir deras di pipinya, lalu ia berkata pada Naruto agar tidak mengatakan apa pun lagi. Zabuza kemudian mengakui bahwa seorang shinobi, pada akhirnya, tetaplah manusia biasa.
Zabuza Habisi Gato

Zabuza meminta izin untuk meminjam kunai milik Naruto, dan Naruto pun memberikannya. Zabuza menggigit kunai itu dengan mulutnya, membuat Gato ketakutan. Zabuza berlari menerjang pasukan Gato yang menghadang jalannya. Tanpa ragu, Zabuza menebas dan menusuk mereka satu per satu, hingga akhirnya berhasil menancapkan kunai ke tubuh Gato.
Namun, pasukan Gato segera membalas dengan menancapkan beberapa tombak ke bagian vital tubuh Zabuza. Meski demikian, Zabuza tetap terus menusukkan kunai ke tubuh Gato berulang kali hingga pria itu tewas dan terjatuh dari jembatan, tercebur ke laut. Setelah itu, Zabuza pun roboh dan terbaring telungkup di lantai jembatan.
Inari & Pasukan

Tak lama kemudian, Sakura melihat Sasuke mulai siuman. Ia langsung memeluknya sambil menangis lega, lalu berteriak memberitahu Naruto bahwa Sasuke masih hidup. Naruto pun tersenyum bahagia melihat temannya selamat.
Pasukan Gato kemudian mengungkapkan niat mereka untuk menyerang Kota Nami dan merampas harta warga, karena kini mereka kehilangan sumber penghasilan setelah Gato tewas. Namun, langkah mereka mendadak terhenti ketika Inari menembakkan anak panah ke arah mereka.
Pasukan itu panik saat melihat para warga datang membawa senjata dan berkumpul dalam jumlah besar bersama Inari. Akhirnya, mereka berhamburan ketakutan, melompat dari jembatan, dan kabur menggunakan kapal.
Jembatan Naruto

Zabuza yang sekarat kemudian meminta Kakashi untuk membawanya berbaring di samping Haku. Kakashi menggendongnya dengan kedua tangan, lalu meletakkan Zabuza di sebelah Haku. Beberapa jam kemudian, Kakashi dan Tim 7 menguburkan keduanya dengan penuh hormat.
Keesokan harinya, Tazuna menyampaikan rasa terima kasihnya. Berkat bantuan Tim 7 dan Kakashi, pembangunan jembatan akhirnya selesai. Naruto dan Inari menangis sedih karena harus berpisah. Tim 7 bersama Kakashi pun melangkah pergi meninggalkan Kota Nami untuk kembali ke Konoha.
Sebagai bentuk penghargaan, Tazuna memberi tahu warga kota yang berkumpul bahwa nama jembatan itu adalah Jembatan Naruto, untuk mengenang keberanian dan semangat sang ninja muda.
Post a Comment