Nonton One Piece Episode 01 Review

Table of Contents

Nonton One Piece Episode 01 Review

Serangan Bajak Laut Alvida

Di sebuah kapal pesiar, Jamal dan Amat memandangi laut hingga akhirnya melihat sebuah tong hanyut. Keduanya pun segera mengangkut tong tersebut ke atas kapal.

Sementara itu, Udin yang bertugas di pos pengamatan—terletak di bagian paling atas tiang utama kapal layar—mengumumkan bahwa kapal Bajak Laut Alvida sedang mendekati kapal mereka. Mendengar peringatan itu, Jamal dan Amat segera melempar tong yang sedang mereka angkut. Tong tersebut pun menggelinding di geladak.

Kapal Bajak Laut Alvida kemudian menembakkan meriam yang mengenai kapal pesiar, membuat para penumpang panik ketakutan. Anggota kru Alvida berbondong-bondong menaiki kapal pesiar untuk merampok harta berharga milik para penumpang. Nami, salah satu penumpang, mencoba memanfaatkan situasi kacau tersebut.

Coby

Coby, anggota Bajak Laut Alvida, menemukan tong yang sebelumnya diangkut oleh Jamal dan Amat. Namun, Junaidi, Dadang, dan Wawan—yang juga merupakan anak buah Alvida—segera merebut tong itu dari Coby, karena mereka yakin tong tersebut berisi wine.

Tiba-tiba, Luffy yang baru saja bangun tidur keluar dari dalam tong dan secara tak sengaja meninju wajah Junaidi hingga ia pingsan. Dadang dan Wawan kemudian mengayunkan pedang untuk menebas Luffy, namun bilah pedang itu justru patah saat mengenai tubuhnya. Akibatnya, Dadang dan Wawan segera kabur sambil berlari ketakutan, menyeret Junaidi bersama mereka.

Luffy lalu bertanya apakah Coby adalah teman dari tiga orang tadi. Coby pun menceritakan bahwa saat ia sedang menaiki perahu dan memancing di laut, kapalnya tiba-tiba dibajak oleh kelompok Alvida. Sejak kejadian itu, Coby dipaksa bekerja sebagai anak buah Bajak Laut Alvida selama dua tahun.

Di sisi lain, Nami ternyata telah berhasil mengumpulkan perhiasan para penumpang ke dalam sebuah karung.

Impian

Coby bertanya mengapa, setelah kapal Luffy karam akibat pusaran laut, Luffy justru nekat masuk ke dalam sebuah tong dan mengapung berhari-hari di tengah lautan. Luffy pun mengaku bahwa ia ingin berlayar ke Grand Line, mencari One Piece, dan menjadi Raja Bajak Laut.

Coby menyebut bahwa mustahil Luffy bisa menjadi Raja Bajak Laut. Namun Luffy menegaskan bahwa ia tidak peduli apakah itu mustahil atau tidak. Ia siap mempertaruhkan nyawanya demi mewujudkan impiannya menjadi Raja Bajak Laut.

Mendengar tekad tersebut, Coby pun terinspirasi. Coby kemudian mengungkapkan bahwa ia juga memiliki mimpi, yaitu menjadi anggota Angkatan Laut agar bisa menangkap para penjahat.

Luffy vs Alvida

Tiba-tiba, Alvida muncul menghampiri Luffy dan Coby. Gerombolan kru Alvida pun bersiap mengeroyok Luffy. Menyadari bahaya, Luffy segera berlari untuk kabur sambil memegangi sebuah tiang kapal.

Namun, kru Alvida terkejut melihat Luffy berlari semakin jauh ke depan, sementara tangannya terus memanjang dan tetap memegangi tiang kapal di belakangnya. Dalam sekejap, Luffy menarik tubuhnya seperti ketapel, lalu melesat menghantam gerombolan kru Alvida hingga mereka tumbang.

Alvida bertanya apakah Luffy telah memakan Buah Iblis. Luffy menjawab bahwa dirinya memakan Buah Gomu Gomu, sehingga tubuhnya bisa melar seperti karet. Alvida kemudian memukulkan gada besi ke kepala Luffy, namun Luffy hanya tersenyum dan mengatakan bahwa serangan itu tidak mempan.

Luffy lalu memanjangkan salah satu lengannya ke belakang, kemudian menghantamkannya ke perut Alvida. Tubuh Alvida pun terlempar sangat jauh.

Tak lama kemudian, kapal Angkatan Laut mengepung kapal pesiar untuk menangkap para bajak laut. Nami menaiki perahu di samping kapal pesiar, bersiap kabur sambil membawa karung berisi perhiasan. Sebuah perahu lain jatuh di samping perahu Nami—Luffy dan Coby pun bersiap untuk berlayar.

Post a Comment