4 Ulasan One Piece Episode 07
Luffy serang Boodle
Nami memberi tahu Zoro dan Luffy bahwa ia berencana mencuri seluruh harta karun Buggy, termasuk peta menuju Grand Line.
Sementara itu, Boodle memperingatkan Luffy agar tidak mencampuri pertarungannya melawan Buggy. Namun, Luffy justru mendorong kepala Boodle dan membenturkannya ke tembok hingga pingsan.
Melihat itu, Nami memarahi Luffy karena seharusnya masih ada cara lain untuk menghentikan Boodle tanpa harus membuatnya tak sadarkan diri.
Di sisi lain, Buggy memerintahkan anak buahnya untuk menembakkan meriam. Peluru meriam pun meluncur dengan dahsyat.
Luffy segera memanipulasi tubuhnya, mengembungkannya seperti balon untuk menahan peluru tersebut, lalu memantulkannya kembali ke arah markas Buggy.
Buggy dan pasukannya panik. Akibatnya, markas baru Buggy kembali hancur lebur dihantam serangan itu.
Cabaji vs Zoro
Dari balik puing-puing reruntuhan, Buggy muncul dalam keadaan selamat. Ia berhasil bertahan dengan menjadikan dua anak buahnya sebagai tameng. Tak lama kemudian, Cabaji menghampiri Buggy dan meminta izin untuk menghabisi Luffy.
Dengan kemampuan akrobatiknya, Cabaji menaiki sepeda satu roda dan melaju kencang, bersiap menusukkan pedangnya ke arah Luffy. Namun, Zoro dengan sigap menghunus pedangnya dan menangkis serangan Cabaji.
Zoro menantang Cabaji untuk bertarung pedang. Tanpa ragu, Cabaji menyemburkan api dari mulutnya ke arah wajah Zoro. Saat Zoro sibuk bertahan, Cabaji memanfaatkan celah dengan menendang luka di perutnya. Zoro pun mengerang kesakitan dan roboh ke tanah.
Namun, Zoro perlahan bangkit kembali. Cabaji bersiap menyerangkan pedangnya tepat ke luka di tubuh Zoro sekali lagi. Kali ini, Zoro justru membiarkan pedang itu menyayat luka di perutnya. Dengan tatapan tajam, Zoro bertanya apakah Cabaji sudah puas menyerang kelemahan orang lain.
Keduanya kembali saling berhadapan. Cabaji melancarkan serangan dengan melemparkan puluhan gasing ke arah Zoro, tetapi Zoro dengan tenang menebas semuanya hingga hancur.
Tak berhenti di situ, Cabaji melaju kencang dengan sepeda satu rodanya, bersiap melancarkan teknik pedang pamungkasnya. Namun, Zoro segera menggunakan teknik tiga pedang—Onigiri. Dalam satu tebasan cepat, tubuh Cabaji tersayat dan ia pun tumbang.
Setelah pertarungan itu, Zoro akhirnya roboh ke tanah. Dengan suara melemah, ia meminta izin kepada Luffy untuk tidur.
Nami Merampok Harta Buggy
Sementara itu, Nami mulai menyusup ke markas Buggy. Ia berhasil menemukan lokasi penyimpanan harta karun Bajak Laut Buggy. Di sana, Nami juga menemukan sebuah peti kecil yang ternyata berisi peta menuju Grand Line.
Setelah itu, Nami keluar dari markas Buggy sambil menyeret karung besar yang berisi seluruh harta karun Buggy.
Di sisi lain, Luffy dan Buggy akhirnya saling berhadapan, bersiap memulai pertarungan. Buggy menerbangkan salah satu tangannya yang menggenggam tiga pisau, lalu berhasil menyayat wajah Luffy.
Luffy terjatuh ke tanah. Ia sangat marah ketika menyadari topi jeraminya robek akibat serangan Buggy. Dengan emosi yang meluap, Luffy memaki Buggy dan menegaskan bahwa topi jerami itu adalah harta karun paling berharga miliknya.
Di tempat kejadian, Nami mengintip pertarungan antara Luffy dan Buggy. Secara diam-diam, Buggy menerbangkan tangannya yang sejak tadi berada di belakang Luffy. Tangan itu menggenggam tiga pisau dan langsung menyayat topi jerami yang sedang dipegang Luffy hingga rusak.
Buggy Hina Topi Jerami Luffy
Buggy kemudian merebut topi tersebut dan menahannya di tangannya. Dengan nada meremehkan, ia mengejek topi jerami butut itu yang dianggap sebagai harta karun oleh Luffy.
Luffy sangat murka dan menyuruh Buggy berhenti menertawakan topi jerami pemberian Shanks. Buggy terkejut saat mengetahui bahwa topi itu milik Shanks. Ia lalu memberi tahu Luffy bahwa Shanks adalah teman lamanya dahulu.
Namun, kenangan tentang Shanks justru membuat Buggy kesal. Dengan emosi, ia menginjak topi jerami tersebut. Melihat itu, amarah Luffy semakin memuncak. Ia berlari ke arah Buggy, seolah hendak meninju wajahnya.
Buggy segera menerbangkan kepalanya agar terhindar dari tinju tersebut. Namun, Luffy hanya mengecoh. Ia justru melayangkan tendangan keras ke perkutut Buggy hingga Buggy roboh ke tanah.
Setelah itu, Luffy menyuruh Buggy menceritakan tentang Shanks. Dengan nada penuh kebencian, Buggy mengatakan bahwa ia tak akan pernah memaafkan Shanks seumur hidupnya.




















