5. Flashback Brook

Cerita memperlihatkan kilas balik Brook pada 70 tahun yang lalu. Di Kota Esperia yang terletak di West Blue, Brook tampak memainkan gitar dan mendendangkan lagu “Met Pag-Ikan Duyung” pada pukul empat dini hari.
Suara nyanyian Brook menggema ke seluruh kota, membuat para warga membuka jendela rumah mereka hanya untuk memaki ulahnya yang dianggap berisik. Di antara keributan itu, hanya Putri Shuri yang tetap tenang menikmati alunan musiknya.
Beberapa waktu kemudian di Kastil Esperia, Brook yang saat itu baru berusia 20 tahun berjalan santai sembari menyanyikan lagu Binks no Sake sambil menggandeng tangan Putri Shuri yang masih berusia 7 tahun.
Beberapa prajurit yang memperhatikan mereka tampak mengagumi Brook, bahkan memohon agar diajarkan teknik tebasan kilat miliknya. Namun, beberapa prajurit lain justru merasa dengki karena Brook bisa selalu berada di dekat sang putri.
Putri Shuri lalu bertanya apakah kemampuan berpedangnya sudah menyamai ibunya. Seketika, kedua mata Brook berubah menjadi bentuk hati. Ia pun menceritakan dengan antusias bahwa Candle, ibunda Shuri yang merupakan wanita idamannya, adalah sosok yang luar biasa kuat.
Putri Shuri pun mengingatkan agar Brook tidak naksir dengan istri orang lain. Namun, Brook dengan santai membalas bahwa setiap orang bebas untuk jatuh cinta kepada siapa saja.
Leuven, Raja Esperia yang tidak sengaja mendengar percakapan itu, langsung naik pitam. Sang Raja memperingatkan bahwa jika Brook berani merencanakan kematiannya demi merebut istrinya, maka Brook akan dijatuhi hukuman mati.
Sontak Brook panik dan segera meluruskan kesalahpahaman itu karena ia masih ingin berumur panjang.
Di tengah momen itu, Putri Shuri tiba-tiba memberi tahu Brook bahwa ia bersedia menikah dengannya saat sudah dewasa nanti. Mendengar hal tersebut, Brook langsung membalas bahwa ia tidak sudi memiliki istri yang masih ingusan.
Merasa tidak terima, Raja Leuven segera menendang wajah Brook dan memaki Brook karena sudah berani-beraninya menolak anaknya tepat di depan matanya sendiri. Melihat kejadian itu, Putri Shuri hanya bisa tertawa terbahak-bahak.














