7. Dua Bintang Esperia

Putri Shuri meminta Brook untuk segera menolong ibunya. Namun, dengan santai Brook memberi tahu Shuri bahwa ia sebenarnya sudah berpapasan dengan pasukan Murlon di pelabuhan, bahkan sebelum dirinya menginjakkan kaki di Kastil Esperia.
Brook kemudian menenangkan Raja Leuven agar tidak perlu panik, sembari mengingatkan bahwa Permaisuri Candle adalah sosok yang sangat kuat.
Brook sendiri malah keheranan mengapa pasukan Murlon tidak menyadari kondisi mereka; padahal saat bertemu di pelabuhan tadi, Brook sudah menebas mereka semua.
Di Gedung Opera, efek tebasan Brook yang sempat tertunda (delay) tiba-tiba aktif. Sontak, seluruh pasukan Murlon yang sedang mengepung Candle di luar gedung mendadak tumbang berjatuhan.
Banyak warga dan prajurit di TKP yang menyaksikan kejadian tersebut langsung menyimpulkan bahwa pasukan Murlon roboh akibat terkena tebasan kilat Brook, yang dikenal dengan nama jurus “Three-Verse Humming: Arrow-Notch Slash”.
Kejadian itu membuat mereka semakin mengagumi sosok Brook.
Sesaat kemudian, Candle keluar dari Gedung Opera dengan senyum sumringah sembari kebingungan menanyakan apa yang baru saja terjadi di luar. Melihat hal itu, para warga langsung terhipnotis oleh pesona dan kecantikan sang permaisuri.
Pada masa tersebut, kedamaian Kerajaan Esperia dinaungi oleh dua bintang utama:
Permaisuri Candle, yang merupakan mantan komandan ksatria pengawal kerajaan, serta Brook, sang maestro tebasan kilat yang mampu menumbangkan lawan tanpa pernah mereka sadari.














