6. Pasukan Murlon

Seorang prajurit tiba-tiba datang membawa kabar buruk. Ia melapor kepada Raja Leuven bahwa pasukan gangster berkuda dalam jumlah besar tengah melaju cepat dari arah pelabuhan menuju Gedung Opera, sembari meneriakkan nama Candle.
Raja Leuven langsung bisa menebak bahwa itu adalah ulah keluarga gangster Murlon yang sudah lama mengincar istrinya.
Mengetahui jumlah pengawal istrinya di Gedung Opera kalah telak, Raja Leuven dengan panik memerintahkan prajuritnya untuk segera menelepon Candle agar tidak keluar dari gedung tersebut.
Namun, prajurit itu menjawab bahwa usaha tersebut akan sia-sia karena Den Den Mushi di sana pasti diatur ke mode senyap selama pertunjukan berlangsung. Mendengar hal itu, Raja Leuven semakin panik.
Sementara itu di Gedung Opera, Candle tampak sedang menikmati pertunjukan musik dengan penuh sukacita, tanpa menyadari bahaya yang mengancam.
Di luar gedung, pasukan Murlon mulai mengepung tempat tersebut. Mereka berteriak menyuruh Candle keluar dan menuntut agar sang permaisuri segera membalas perasaan cinta pimpinan mereka.
Jika Candle menolak, mereka mengancam akan langsung menembaknya.














