2. Keluarganya Tewas

Tanjiro melakukan perjalanan pulang di malam hari dengan hati gembira karena seluruh arangnya telah terjual habis.

Dalam perjalanannya, Paman Saburou melihat Tanjiro lewat di depan rumahnya dan menyuruhnya untuk menginap. Tanjiro pun setuju dan menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh Saburou.

Sambil berbincang, Saburou memperingatkan Tanjiro bahwa Oni sering mencari mangsa di malam hari. Oleh karena itu, ia menyarankan Tanjiro untuk pulang ke rumah keesokan paginya demi keselamatannya.

Saburou juga menambahkan bahwa meskipun Oni bisa memasuki rumah, pemburu iblis selalu berpatroli untuk membasmi Oni demi melindungi warga desa.

Sambil berbaring di atas kasur, Tanjiro merasa bahwa Paman Saburou sangat kesepian karena hidup seorang diri. Ia berencana suatu saat mengajak adik-adiknya untuk menginap di rumah Saburou agar suasana rumahnya lebih ramai.

Dalam hatinya, Tanjiro sebenarnya tidak sepenuhnya mempercayai cerita tentang Oni.

Namun, ia tiba-tiba teringat bahwa mendiang neneknya pernah menceritakan hal yang sama seperti yang dikatakan oleh Saburou.

Keesokan paginya, Tanjiro pamit kepada Paman Saburou dan melanjutkan perjalanan pulangnya ke rumah di atas gunung.

Ketika mendekati rumah, penciuman tajam Tanjiro menangkap aroma darah yang sangat menyengat. Ia segera mempercepat langkahnya dan terkejut saat melihat Nezuko terbaring tiarap di depan pintu rumah dengan tubuh bersimbah darah, sementara Rokuta berada di bawah tubuh Nezuko.

Dengan perasaan yang semakin cemas, Tanjiro memasuki rumah dan mendapati pemandangan yang jauh lebih mengerikan. Ia syok melihat tubuh ibunya, Hanako, Shigero, dan Takeo tergeletak tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.

Pemandangan tersebut membuat Tanjiro terpaku dalam kesedihan yang mendalam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here