4. Nezuko Jadi Oni

Tanjiro teringat peringatan tentang oni yang pernah dikatakan oleh Paman Saburou. Ia mulai bertanya-tanya, apakah Nezuko kini telah berubah menjadi oni pemakan manusia.
Namun, Tanjiro tahu bahwa Nezuko adalah manusia sejak lahir. Meski begitu, ia menyadari bahwa aroma Nezuko kini berbeda dari biasanya.
Dalam pikirannya, Tanjiro yakin Nezuko bukanlah pelaku yang menghabisi keluarganya. Keyakinan ini muncul karena saat Tanjiro menemukan tempat kejadian, Nezuko tampak terbaring tiarap seolah melindungi Rokuta dengan tubuhnya.
Selain itu, Tanjiro mengamati bahwa tidak ada bekas darah pada mulut atau jari-jari Nezuko. Ia juga mencium aroma asing di rumahnya yang ia duga milik pelaku sebenarnya.
Sementara tubuhnya tertindih oleh Nezuko, Tanjiro terus menggunakan gagang kapak untuk melindungi dirinya dari gigitan Nezuko. Namun, tiba-tiba ia menyaksikan tubuh Nezuko mendadak membesar dan kekuatannya bertambah.
Dalam situasi itu, Tanjiro mulai merasa bersalah karena saat keluarganya diserang, ia justru sedang makan dengan nyaman dan tidur nyenyak di rumah Paman Saburou.
Pikiran tersebut membuat Tanjiro teringat betapa keluarganya pasti ketakutan saat diserang. Ia pun tak kuasa menahan air mata karena menyadari dirinya tak mampu menyelamatkan mereka.
Meski begitu, Tanjiro bertekad untuk menyelamatkan Nezuko, satu-satunya keluarganya yang tersisa.
Dengan suara penuh harapan, ia berteriak meminta Nezuko untuk bertahan dan tidak berubah menjadi oni sepenuhnya. Di tengah teriakan Tanjiro, Nezuko perlahan mulai tersadar dan, seketika, air mata menetes dari matanya.
















