Baca Manga One Piece Chapter 1184
1. Putri Shuri Remaja
Kabar mengenai pesona kecantikan Putri Kerajaan Esperia yang baru genap berusia 14 tahun terdengar hingga ke mancanegara.
Para pangeran dari lima negara tetangga pun berbondong-bondong datang berkunjung untuk melamarnya.
Namun, para pangeran itu tidak menyadari bahwa di balik paras cantiknya, Putri Shuri mewarisi kehebatan berpedang kedua orang tuanya.
Berkat didikan Brook sejak kecil, ia telah tumbuh menjadi petarung yang sangat tangguh.
Bukannya menerima lamaran tersebut, sang Putri justru menantang kelima pangeran itu untuk berduel. Alhasil, mereka semua terkapar babak belur setelah kalah telak di tangannya.
Putri Shuri kemudian dengan tegas mengatakan kepada kelima pangeran tersebut bahwa ia sama sekali tidak tertarik pada pria lemah yang bahkan tidak mengerti caranya bermain musik, lalu membiarkan mereka pulang dengan rasa malu.
2. Putri Shuri Merayu Brook

Beberapa waktu kemudian, Brook, yang saat itu berstatus sebagai Komandan Pengawal Kerajaan Esperia, berjalan santai sembari menggandeng tangan Putri Shuri.
“Kudengar Anda menghajar para pangeran yang datang, ya?” tanya Brook.
Putri Shuri membenarkannya. Sambil memasang wajah imut untuk menggoda Brook, ia balik bertanya, “Kau suka wanita kuat, kan? Aku sudah jadi kuat, lho! Dan nanti, dadaku juga akan bertambah besar lagi!”
Mendengar ucapan itu, Brook dengan serius menegur Putri Shuri agar berhenti bicara sembarangan. Menurutnya, sama sekali tak pantas seorang putri kerajaan bersikap seperti itu.
Namun, hanya dalam hitungan detik, Brook malah berulah. Saat melihat dua wanita cantik berjalan melewati mereka, Brook langsung berlutut di hadapan keduanya.
Dengan wajah tanpa dosa, ia memohon agar mereka sudi memperlihatkan celana dalam mereka kepadanya.
Melihat kelakuan pengawalnya, wajah Putri Shuri memerah karena kesal. Ia melempar pedangnya hingga mendarat telak di kepala Brook.
“Justru kau yang tak sepantasnya bersikap begitu, Bodoh!” maki sang Putri.















