9. Tekad Tanjiro

Tanjiro berlari dengan cepat, sambil menebas rentetan tangan oni besar yang terus memanjang, mengikuti setiap pergerakannya.

Namun, ia geram karena tangan-tangan itu terus tumbuh kembali setelah ia potong. Oni besar, dengan senyum mengejek, memberi tahu Tanjiro bahwa jika ingin mengalahkannya, Tanjiro harus mengincar lehernya, seperti yang pernah dilakukan oleh Sabito.

Oni besar mengingat dengan bangga bagaimana katana Sabito patah ketika mencoba menebas lehernya, sebelum ia meninju Sabito hingga tewas.

Dengan rasa percaya diri yang tinggi, oni besar yakin bahwa Tanjiro akan mengalami nasib tragis yang sama.

Namun, Tanjiro tidak gentar. Ia bertekad untuk mengalahkan oni besar dan memastikan tidak ada korban lagi yang jatuh.

Dengan semangat yang membara, Tanjiro terus maju sambil memotong setiap serangan dari rentetan tangan oni besar menggunakan tebasan katananya yang tajam.

Saat itu, Tanjiro mencium aroma yang mengindikasikan keberadaan oni besar di bawah tanah, tepat di tempat ia berdiri. Menyadari ancaman tersebut, Tanjiro segera melompat ke udara, menghindari serangan.

Benar saja, dari bawah tanah, muncul empat tangan besar yang mencoba menangkapnya, tetapi Tanjiro berhasil melompat cukup tinggi, sehingga serangan tersebut gagal menjangkaunya.

10. Tanjiro Kalahkan Oni Besar

Di alam lain, Makomo bertanya kepada Sabito apakah Tanjiro akan kalah, mengingat leher oni besar yang sangat keras.

Sabito menjawab bahwa Tanjiro bisa saja kalah atau menang, tetapi yang pasti, Tanjiro adalah satu-satunya murid Urokodaki yang berhasil memotong batu besar.

Sementara itu, oni besar dengan penuh percaya diri merasa yakin bahwa Tanjiro tidak akan mampu menghindari rentetan serangan tangan panjangnya saat berada di udara.

Namun, Tanjiro berhasil menghindari serangan yang hendak menangkap tubuhnya. Dengan lincah, ia melompat dan berlari di atas tangan-tangan oni besar, bergerak cepat menuju ke arah kepalanya.

Tanjiro melakukan teknik pernapasan Mizu no Kokyuu. Dengan gerakan yang terlatih, ia terus mengayunkan katananya, menebas satu per satu rentetan tangan yang dilancarkan oleh oni besar untuk menghentikannya.

Setelah berhasil mendekati kepala oni besar, Tanjiro bersiap mengayunkan katananya ke arah leher oni yang ada tepat di hadapannya.

Di sisi lain, oni besar dalam hati meremehkan Tanjiro, meyakini bahwa Tanjiro tidak akan mampu memotong lehernya yang sangat keras. Oni besar bahkan sudah berencana untuk meninju kepala Tanjiro, seperti yang ia lakukan kepada Sabito, setelah tebasan Tanjiro dianggapnya akan gagal.

Tanjiro kemudian melakukan teknik Ichi no Kata. Ia mencium aroma benang dan melihat tali benang yang menegang, terentang dari katananya menuju titik lemah di leher oni besar.

Dengan mengikuti jalur tali benang itu, Tanjiro mengayunkan katananya menggunakan tebasan “Minamo Giri”, yang berhasil menebas leher oni besar dengan sempurna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here