5. Solusi Untuk Barou

Dalam keadaan tersungkur, Isagi mulai berpikir untuk menyerah pada Barou dan mencari cara untuk menang berdua saja dengan Nagi, namun ia segera sadar bahwa itu takkan berhasil.
Sambil memikirkan cara untuk membalikkan keadaan, seolah-olah kepingan puzzle keluar dari kepalanya dan beterbangan mengelilinginya.
Isagi teringat Naruhaya yang pernah menyebutnya jenius dalam beradaptasi, dan dari situ ia menyadari bahwa ia tidak perlu memanfaatkan Barou, melainkan melahapnya.
Dalam pikirannya, kepingan puzzle yang tadinya tercerai-berai dan terasa mengikis kepalanya, kini mulai menyatu, membentuk gambaran utuh kepala Isagi. Ia sadar bahwa kesalahan utamanya adalah berusaha mengikuti permainan Barou, berharap Barou akan merespons.
Namun, Isagi kini mengerti bahwa mengendalikan seseorang dan berharap mereka berubah bukanlah cara untuk beradaptasi. Ia tidak bermain sepakbola untuk mengubah seseorang, tetapi untuk menang.
Demi mencapai kemenangan, Isagi bersiap mengubah cara ia menggunakan senjatanya.
Akhirnya, Isagi menemukan solusi untuk menghadapi Barou: bukan dengan menaruh harapan padanya atau mencoba memaksimalkan kekuatannya, melainkan dengan “melahap” permainan Barou. Dengan begitu, Isagi bisa mengendalikan seluruh lapangan.
Setelah selesai dengan pemikiran tersebut, Isagi mengajak Nagi untuk memenangkan pertandingan hanya berdua, dan Nagi pun senang mendengar bahwa Isagi tak lagi bergantung pada Barou.
Isagi meminta Nagi untuk memastikan agar ia melihat segala sesuatu dengan cermat, dan Nagi pun menjawab, “Ya.”
6. Skenario Gol Isagi

Nagi mengoper ke Isagi. Isagi menganalisis situasi pertandingan dan menjalankan simulasi di kepalanya. Ia menyadari bahwa Reo menjaga dirinya dengan ketat agar tidak bisa mengoper ke Nagi.
Meskipun Isagi bisa mengirim bola ke Nagi yang berada di sayap kiri, Chigiri yang menjaga Nagi akan mendapat bantuan dari Kunigami di sisi kiri dan Reo yang turun membantu, membuat Nagi terjebak dalam duel 1 lawan 3.
Isagi melihat bahwa Kunigami tidak terlalu ketat menjaga Barou yang berada di sayap kanan, meskipun ia tahu Kunigami mampu menghentikan Barou. Isagi terus mengamati situasi lapangan dan mulai menyadari bahwa Barou tidak dapat diandalkan dalam pertandingan ini.
Selain itu, jalur operan ke Nagi pun tampak semakin sempit dan kesempatan untuk mengirim bola berkurang dibandingkan sebelumnya.
Sambil dibayangi oleh Reo, Isagi menggiring bola ke sisi kanan, seakan berniat mengoper ke Barou, membuat Barou senang dan memancing Kunigami untuk bergerak mengawalnya. Reo pun terus membuntuti di belakang Isagi.
Pada momen ketika Reo dan Kunigami terkecoh, berpikir bahwa Isagi akan mengoper ke Barou, dan melihat penjagaan terhadap Nagi mulai longgar, Isagi mengirim umpan silang melewati punggung Kunigami, mengarah tepat ke Nagi yang dijaga oleh Chigiri di depan gawang.
Reo meminta Chigiri untuk tetap diam, yakin bahwa Nagi akan mencoba melewatinya dengan senjata stopping. Chigiri merasa lega karena tidak terpancing dan terus menjaga Nagi dengan ketat, membuat Nagi kesulitan untuk melewatinya.
Melihat situasi itu, Reo segera berlari untuk membantu Chigiri menjaga Nagi. Di sisi kanan, Barou meminta operan dari Nagi, tetapi Kunigami segera membenturkan tubuhnya ke Barou, menjaga Barou dengan ketat.
Saat seluruh pemain Tim Red fokus pada pergerakan Nagi, hanya Nagi yang melihat Isagi muncul dari titik buta lawan, berlari bebas di sebelah Barou dan siap menerima operan.
Nagi pun mengirim operan kejutan ke Isagi, mengejutkan seluruh pemain Tim Red, termasuk Barou. Tak ada yang menyangka bahwa sejak awal, Isagi telah menyusun skenario untuk memposisikan dirinya secara bebas di depan gawang.
Sambil berlari mengejar bola, Isagi menyadari bahwa sebanyak apa pun ia mencoba mengetuk pintu hati seseorang, ia tak bisa mengubah orang lain. Karena itu, Isagi percaya bahwa jika ia ingin mengubah dunia yang tidak sesuai harapannya, ia sendiri yang harus berubah.
Isagi merasa telah beradaptasi dengan Barou; kegelapan yang diciptakan Barou di lapangan akan dilahap oleh Isagi dan diubah menjadi cahaya gol. Dengan keyakinan tersebut, Isagi melepaskan direct shoot yang sukses membobol gawang Tim Red.
















