10 Ulasan Nonton Demon Slayer Episode 04 Season 1
1. Benang

Tanjiro menyadari alasan di balik kemenangannya melawan Sabito. Saat bertarung, ia merasakan kemampuan uniknya—ia bisa mencium aroma dan melihat seolah-olah ada sehelai benang yang terhubung dari ujung katananya.
Benang tersebut tampak tegang dan membentang menuju celah pada titik lemah musuh.
Dengan mengikuti arah benang itu, Tanjiro mampu mengayunkan katana dan memotong titik lemah tersebut dengan presisi.
Urokodaki menghampiri Tanjiro, yang baru saja berhasil membelah batu besar. Urokodaki mengungkapkan bahwa sebenarnya ia enggan mengirim Tanjiro ke ujian akhir.
Ia tidak ingin melihat murid lainnya mati dan awalnya tak percaya Tanjiro akan mampu membelah batu besar itu.
Namun, sembari mengelus kepala Tanjiro, Urokodaki menyanjungnya sebagai anak yang luar biasa. Tanjiro pun menangis terharu.
Urokodaki memeluk Tanjiro erat dan dengan penuh harapan meminta Tanjiro untuk kembali hidup-hidup setelah menyelesaikan ujian akhir.
2. Makanan

Pada malam hari di rumah Urokodaki, suasana hangat terasa saat Urokodaki membakar ikan dan memasak sup untuk merayakan keberhasilan latihan Tanjiro.
Sambil memandangi Tanjiro yang lahap menyantap masakannya, Urokodaki bergumam dalam hati bahwa mulai sekarang, Tanjiro akan menghadapi tantangan yang jauh lebih sulit dibandingkan latihannya.
Hari-hari yang keras dan penuh ujian sudah menanti di depan.
Tanjiro mulai merapikan rambutnya dengan memotong rambut gondrongnya sendiri.
Dalam posisi saling memunggungi, Urokodaki yang duduk di belakang Tanjiro bertanya, “Apakah sup nabe yang aku masak enak?” Tanjiro menjawab dengan penuh semangat, “Ya, sudah lama sekali aku tidak makan sebanyak ini.”
Mendengar jawaban itu, Urokodaki tersenyum dan berkata, “Orang yang suka makan seperti dirimu akan mendapat kekuatan dari makanan yang disantap, membuat tubuhmu semakin kuat dan bertambah besar.”
Urokodaki kemudian menjelaskan, “Ini sama seperti oni. Kekuatan mereka berasal dari jumlah manusia yang mereka makan. Semakin banyak manusia yang dimakan, oni akan semakin kuat, fisiknya berubah, dan bahkan mendapatkan kekuatan unik.”
Setelah itu, Urokodaki membuka lemari di rumahnya dan mengambil sebuah topeng rubah. Ia berkata, “Jika penciumanmu semakin tajam nantinya, kau akan bisa mengetahui jumlah manusia yang telah dimakan oleh oni hanya dari aromanya.”
Urokodaki kemudian menyerahkan topeng rubah tersebut kepada Tanjiro dan menyebutnya sebagai “topeng penangkal.” Ia menjelaskan bahwa topeng itu berfungsi sebagai pelindung, yang akan menjaga Tanjiro dari kejahatan selama menjalani ujian akhir.
















