3. Diskusi Strategi

Tim Red mengadakan diskusi strategi. Reo menekankan pentingnya mencegah Isagi menerima bola, dan Chigiri setuju, karena menilai Isagi dengan senjata spatial awareness-nya sangat sulit untuk dihentikan.
Reo mengarahkan tim untuk memulai pertandingan dengan memegang kendali bola, memastikan tidak ada celah untuk direbut, dan langsung fokus mencetak gol kemenangan. Reo dan Kunigami sepakat untuk mengandalkan kecepatan lari Chigiri sebagai senjata pamungkas mereka.
Sementara itu, Tim White juga membahas strategi. Nagi menekankan bahwa Chigiri adalah ancaman utama.
Meskipun mereka bisa mencoba menjaga Chigiri, Nagi mengakui bahwa menang dalam adu lari dengan Chigiri akan sangat mustahil. Isagi berpikir bahwa solusi terbaik adalah menghentikan Chigiri sebelum dia sempat mulai berlari.
Nagi lalu bertanya kepada Isagi, “Haruskah kita memberitahu rencana ini kepada Barou? Bertahan bertiga akan lebih aman. Jika kebobolan, kita kalah.”
Namun, Isagi menjawab dengan tegas, sambil menyindir Barou yang berlutut agak jauh dari mereka. “Percuma bicara pada ‘raja tanpa mahkota.’ Cukup kita berdua saja yang memenangkan pertandingan ini.”
4. Isagi Jebak Reo

Kunigami mengoper bola ke Reo. Isagi segera menghadang Reo yang sedang menggiring bola, sementara Nagi fokus menjaga Chigiri di sisi kanan gawang, dan Barou mengawasi Kunigami di sisi kiri.
Reo memperhatikan bahwa pertahanan Tim White sangat ketat di sekitar Chigiri, jelas terlihat bahwa Isagi dan Nagi berkolaborasi untuk memblok operan yang mengarah ke Chigiri.
Di sisi lain, rute operan ke Kunigami tampak terbuka lebar, seolah-olah Tim White tidak khawatir jika Kunigami menerima bola. Reo mulai merasa bahwa Tim White sudah memahami taktik mereka.
Reo mengoper bola ke Kunigami. Kunigami menganalisis situasi, menyadari bahwa mengoper ke Chigiri berisiko direbut oleh Nagi, sementara mencoba melewati Barou juga berbahaya. Akhirnya, Kunigami memutuskan untuk mengembalikan bola kepada Reo.
Reo mencoba memancing Isagi untuk bergeser sedikit ke sisi kiri, dan berhasil membuka celah untuk mengoper ke Chigiri. Melihat kesempatan itu, Reo langsung mengirim umpan lambung ke arah Chigiri, yang dengan percaya diri sudah siap menerimanya.
Saat Chigiri berlari menuju gawang untuk menyambut operan, Nagi justru berlari ke arah yang berlawanan.
Menyadari bahwa dia tidak akan menang dalam adu lari melawan Chigiri, Nagi memilih untuk tidak membuntutinya. Sebagai gantinya, Nagi mengambil keputusan berani dengan berlari memotong umpan Reo sebelum Chigiri bisa menerimanya.
Isagi memuji operan Reo sebagai umpan yang bagus, namun itu adalah momen yang telah mereka nantikan. Reo terkejut, menyadari bahwa situasi tersebut sudah diprediksi oleh Isagi.
Reo menyadari bahwa Isagi telah melakukan pertaruhan besar, karena jika Nagi gagal memotong bola, Chigiri pasti akan menerima umpan dan mencetak gol. Namun, Isagi sangat yakin pada kemampuan Nagi.
Sambil tergelincir, Nagi melakukan sliding interception yang sempurna, memadukan dengan senjata stopping-nya untuk menghentikan operan Reo. Bola gagal mencapai Chigiri, terlempar, dan akhirnya bola rebound jatuh di kaki Barou.
















