3. Semuanya Egois

Di ruang tidur, Isagi yang tahu tim Rin masih di tahap 4 mengajak rekan-rekannya untuk menantang tim Rin. Namun, tidak ada yang mendengarkan apa yang dikatakan Isagi.
Barou sibuk membersihkan kasurnya, Nagi sibuk dengan smartphonenya, dan Chigiri sibuk mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.
Barou marah karena menemukan kaus kaki dan handuk basah di lantai, lalu bertanya siapa pelakunya. Chigiri mengakui bahwa itu kaus kakinya dan berjanji akan merapikannya setelah rambutnya kering. Nagi juga mengakui handuk basah miliknya dan menyuruh Barou memasukkannya ke mesin cuci.
Barou semakin emosi dan memperingatkan mereka untuk tidak menaruh barang sembarangan serta merapikannya sekarang juga. Namun, Nagi dan Chigiri kompak menjawab bahwa mereka tidak bisa. Barou terus merengek menyuruh mereka merapikan, tetapi mereka tetap menolak.
Isagi, dengan canggung, mencoba menenangkan suasana dengan mengajak mereka makan bersama di kantin. Namun, Nagi menolak karena ingin menonton video, dan Chigiri juga menolak karena ingin merawat kakinya.
Isagi syok berat melihat rekan-rekannya yang hanya memikirkan diri sendiri. Akhirnya, Barou setuju dengan ajakan Isagi untuk makan di kantin. Sebelum pergi, Barou memperingatkan Chigiri dan Nagi untuk merapikan barang-barang mereka setelah dia kembali.
4. Obrolan Barou & Isagi

Isagi dan Barou duduk bersama di kantin dan menyantap steak. Barou bertanya kepada Isagi, “Apa yang kau lihat saat berada di lapangan? Dan sepak bola seperti apa yang ingin kau mainkan?”
Isagi menjawab bahwa ia memiliki senjata spatial awareness dan direct shoot, serta menambahkan pergerakan tanpa bola untuk menemukan posisi terbaik di lapangan.
Barou mengangguk dan berkata, “Ternyata sesimpel itu caramu mengendalikan lapangan? Seharusnya kau memberitahuku dari awal.” Isagi merasa konyol karena sebenarnya ia sudah mencoba memberitahu sebelumnya, tapi Barou menolak mendengarkan.
Isagi mengakui bahwa meskipun untuk memenangkan pertandingan ia harus bersikap keras, mungkin ia terlalu berlebihan dengan menyebut Barou payah. Barou menebak, meski ia sudah menyuruh Isagi menarik ucapannya, Isagi tetap merasa tindakannya benar.
Barou mengakui bahwa ia masih lemah, namun ia bukan pengecut yang tidak mau berubah setelah merasakan kekalahan. Ia menegaskan bahwa dirinya, yang bangkit setelah “mati” satu kali, akan menjadi jauh lebih kuat.
Isagi berterima kasih kepada Barou karena sudah berusaha memahami permainannya. Barou menjawab, “Aku ingin memahami permainanmu agar bisa melahap bakatmu dan mengalahkanmu. Jika kau berterima kasih kepada antagonis, itu artinya protagonisnya akan diganti.”
Isagi menjawab dengan penuh semangat, “Coba saja! Aku akan berevolusi dua kali lebih cepat darimu!” Barou menyebut Isagi naif dan menegaskan bahwa bukan hanya Isagi yang akan ia kalahkan, tapi juga Chigiri dan Nagi.
















