5. Boruto Ingin Jadikan Sarada Sebagai Umpan

Boruto memberi tahu bahwa Code saat ini sedang mengincar Sarada. Rencananya, Code ingin menjadikan Sarada sebagai sandera Pohon Shinju sekaligus umpan untuk memancing keluar dirinya.

Boruto menjelaskan bahwa saat mereka sedang sibuk bertarung melawan Mamushi, Code diam-diam telah menebar Tsumeato di berbagai sudut desa. Akibatnya, Code kini bisa dengan mudah menyusup dan muncul di Konoha kapan saja.

Boruto kemudian menyerahkan dua simbol logam kecil kepada Sarada. Ia mengungkapkan rencana besarnya: ia ingin Sarada sengaja membiarkan dirinya ditangkap oleh Code.

Dengan begitu, Code kemungkinan besar akan membawa Sarada langsung menuju markas besar para manusia Pohon Shinju.

Boruto meminta Sarada untuk tidak perlu khawatir. Ia menjelaskan bahwa simbol logam kecil yang baru saja diberikannya telah ditandai dengan chakra miliknya.
Melalui benda tersebut, Boruto bisa berteleportasi secepat kilat untuk langsung menghampiri dan melindungi Sarada kapan pun dibutuhkan.

Tanpa ragu, Sarada menyetujui strategi berbahaya tersebut dan bersedia menjadi umpan.

Boruto sangat berharap rencana ini berjalan lancar. Meski tahu ada banyak hal tak terduga yang bisa terjadi di medan laga nanti, Boruto meminta satu hal yang amat penting kepada Sarada: apa pun situasi sulit yang akan dihadapi, Sarada tidak boleh membuang harapannya.

6. Kucing Imut

Jura mengungkapkan rasa penasarannya. Ia heran mengapa belakangan ini Hidari tampak rajin “membaca”, dan anehnya, selalu buku yang itu-itu saja.

Menanggapi hal tersebut, Hidari menjawab bahwa ia sebenarnya tidak sedang membaca, melainkan hanya memandangi gambar-gambar di dalamnya.

Didorong rasa ingin tahu, Jura pun meminjam buku tersebut. Setelah mengamatinya sejenak, ia berkomentar dengan nada keheranan. Ia mendapati bahwa sama sekali tidak ada teks tertulis di sana; seluruh halamannya hanya berisi gambar-gambar kucing.

Hidari kemudian meminta pendapat Jura setelah melihat isi buku tersebut. Namun, dengan ekspresi datar, Jura menjawab bahwa ia sama sekali tidak merasakan apa pun.

“Apa kau tidak merasa kalau mereka itu imut?” tanya Hidari.

Mendengar pertanyaan itu, Jura kembali menatap halaman buku di tangannya. Ia mulai memperhatikan gambar-gambar kucing tersebut dengan lebih teliti, mencoba keras untuk memahami maksud rekannya itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here