10. Narasi

Dan begitulah, momen ini menjadi awal kelahiran seorang bintang besar di Esperia. Kehidupan Brook di dalam kastil dipastikan akan terasa jauh lebih menyenangkan dan layak dibandingkan kehidupannya yang kelam di masa lalu.
Di atas ranjangnya, Brook yang pura-pura kembali memejamkan mata dan beristirahat rupanya mendengar semua percakapan hangat antara Leuven dan Candle barusan.
Perlahan, air mata mengalir membasahi pipinya. Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia menangis dalam diam karena merasakan sukacita dan kebahagiaan yang tak terhingga.















