8. Candle & Leuven Menghajar Angkatan Laut

Tak lama kemudian, barisan kesatria pengawal Kerajaan tiba di lokasi. Mereka meminta Leuven untuk mundur agar para kesatria saja yang membereskan Angkatan Laut tersebut.
Namun, Leuven menolak dengan raut wajah marah.
“Aku yang akan membereskan mereka dengan tanganku sendiri,” desis Leuven tajam. “Aku akan membuat mereka merasakan rasa sakit yang sama karena telah berani menyakiti sahabatku!”
Salah seorang kesatria kemudian maju dan melapor bahwa mereka telah berhasil menangkap kurir obat-obatan yang asli, beserta para anggota sindikat Murlon yang menjadi lawan transaksi mereka.
Mendengar laporan tersebut, para Angkatan Laut di ruangan itu seketika pucat pasi. Mereka akhirnya sadar bahwa bocah gembel yang mereka siksa sedari tadi memang hanyalah bocah pencinta bubuk kari, bukan kurir obat terlarang.
“Tolong jangan terbawa emosi, Pangeran!” cegah salah satu kesatria pengawal dengan panik. “Angkatan Laut dilindungi oleh Pemerintah Dunia!”
Namun, peringatan itu tak menyurutkan langkah Leuven. Ia mencabut pedangnya. “Jika Pemerintah melindungi orang-orang yang telah menyakiti sahabatku … maka dunia ini memang sudah tamat. Benar begitu, Candle?”
Candle, yang saat itu berstatus sebagai Komandan Kesatria Pengawal Esperia, perlahan melangkah maju dari belakang Leuven sambil menghunuskan senjatanya. “Saya adalah tangan kanan Anda. Saya akan selalu setuju dengan apa pun keputusan Anda.”
“Para Angkatan Laut ini hanyalah sampah,” sebut Leuven dingin.
Dalam sekejap mata, Leuven dan Candle melesat maju. Dengan kemampuan berpedang yang luar biasa dan mematikan, mereka berdua berhasil menumbangkan seluruh Angkatan Laut di ruangan itu tanpa ampun.
Dari atas kursinya, Brook yang masih terikat hanya bisa melongo. Ia benar-benar terpukau menyaksikan kehebatan berpedang Leuven dan Candle yang menyelamatkan nyawanya.















