3. Putri Shuri Suka Lagu Brook

Brook dan Putri Shuri terlihat sedang duduk bersantai di taman. Brook memainkan gitarnya sembari bernyanyi,
“Baik sapi maupun katak, baik budak maupun raja, semua akan menjadi tulang di akhir hayat mereka.”
Setelah nyanyiannya selesai, Putri Shuri memuji dan mengatakan bahwa ia sangat menyukai lagu tersebut.
Brook membalas bahwa Raja Leuven juga pernah mengucapkan hal yang sama kepadanya.
Penasaran, Putri Shuri kemudian bertanya mengapa Brook begitu menghormati kedua orang tuanya.
“Raja Leuven dan Permaisuri Candle adalah penyelamat nyawaku,” balas Brook dengan nada serius. ”
Jika saja aku tak bertemu mereka, pasti sekarang aku sudah menjadi tulang belulang seperti lirik laguku tadi.”
4. Brook Bocah Gembel

Memori masa lalu kemudian membawa kita pada ingatan Brook saat ia masih berusia 11 tahun. Bocah itu tampak mengintip dari balik jendela sebuah sekolah musik.
Matanya berbinar gembira menyaksikan murid-murid sebayanya tengah asyik bermain biola dan piano di bawah bimbingan seorang guru.
Namun, kesenangannya tak berlangsung lama. Seorang satpam sekolah memergokinya. Sadar dirinya terancam, Brook segera mengambil langkah seribu agar tidak tertangkap.
“Hei, bocah gembel! Kenapa kau terus-terusan mengintip sekolah ini, hah?!” umpat satpam itu sambil mengejarnya. “Gara-gara kau, para murid elite di dalam sana jadi ketakutan!”
Keributan itu menarik perhatian para warga kota yang sedang berlalu-lalang. Alih-alih menolong, mereka yang melihat Brook dikejar-kejar justru menatapnya dengan jijik.
Sambil menutup hidung, mereka mencibir bau tubuh Brook yang busuk dan terang-terangan mengatainya sebagai aib bagi Negara Esperia.















