9. Peperangan Dimulai

Dua bulan kemudian, armada kapal Angkatan Laut berlabuh di Esperia. Brook segera menyiapkan pedangnya, bersiap menghadang pasukan yang mulai menyerbu daratan.

“Negeri ini mungkin berada di ujung peta, namun namanya takkan lenyap begitu saja!” seru Brook mantap. Dalam sekejap, beberapa prajurit Angkatan Laut terpental dan tumbang oleh satu tebasan kilatnya.

Brook terus berlari menerobos menuju istana. Sambil menebas musuh yang mencoba menghalangi jalan, pandangannya menyapu sekeliling dengan pilu.

Taman tempatnya biasa bermain bersama Putri Shuri kini telah dilahap api.

Begitu pula tempat pembuangan sampah—lokasi bersejarah di mana ia dan Raja Leuven pertama kali bertemu—semuanya telah hangus terbakar.

10. Putri Shuri Habisi Raja Leuven

Sesampainya di pintu masuk ruang singgasana, langkah Brook terhenti oleh teriakan panik seorang prajurit dari dalam, “Baginda Raja! Putri Shuri!”

Begitu melangkah masuk, Brook tersentak kaget. Ia mendapati Raja Leuven tewas tertelungkup di lantai. Tepat di hadapan jasad sang raja, Putri Shuri berdiri tegak menggenggam sebilah pedang.

Dengan wajah beringas dan tatapan mata yang jahat, Putri Shuri berucap, “Dengan ini perang akan berakhir, Brook. Kau pasti senang, kan?”
Brook hanya bisa terdiam kaku menatap sang putri.

Namun, jika diperhatikan lebih teliti, ada keanehan besar yang sangat janggal. Baik jasad Raja Leuven maupun Putri Shuri kini memiliki tanduk dan sayap.

Ciri fisik tersebut sangat mirip dengan para korban Domi Reversi, sebuah teknik mengerikan milik Imu yang digunakan untuk mengubah manusia menjadi prajurit iblis agar tunduk sepenuhnya pada kehendaknya.

Lebih dari itu, ada detail lain yang jauh lebih mencurigakan. Tak jauh dari lokasi tewasnya Raja Leuven, berdiri sosok bertubuh besar yang sedang menghisap cerutu dalam balutan seragam Kesatria Dewa.

Dan tepat di sisinya, tampak jelas sosok Gorosei Saint Marcus Mars yang telah berubah ke dalam wujud monster Itsumade.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here