Manga One Piece Chapter 1185

1. Ksatria Pelayan

Leuven memberitahu Candle bahwa mulai sekarang, Brook adalah pelayan ksatria untuknya. Leuven juga meminta Candle untuk mengajari Brook perihal tata krama, cara bertutur kata, dan lain sebagainya. Candle pun menyanggupinya.

Setelah itu, Brook berjalan mengekor di belakang Candle memasuki istana. Sepanjang jalan, Brook tak henti memperhatikan para wanita di sekitarnya. Ia menilai mereka satu per satu dengan celetukan, “Kau cantik, kau burik, kau cantik.”

Meski begitu, Brook kemudian menoleh ke arah Candle dan menyanjungnya. “Tetap saja, yang paling cantik di antara mereka semua adalah dirimu.”

Tak disangka, Brook justru menghampiri beberapa wanita tadi dan dengan lancang meminta izin untuk melihat celana dalam mereka.

Tersulut emosi, Candle segera menegur tindakan tak senonoh Brook tersebut.

2. Pria Yang Disukai Candle

Waktu berlalu, Brook kini telah bersekolah di sekolah musik elite yang dulu hanya bisa ia intip dari luar jendela.

Setibanya di sekolah untuk menjemput Brook, Candle yang mendengar keluhan para guru dan murid langsung menegur bocah itu lantaran tak memakai seragam seperti anak-anak lainnya.

Dengan santai, Brook menjawab, “Jika aku terlalu tunduk pada aturan sekolah, aku bisa kehilangan sentuhanku dalam menciptakan musik yang bagus! Lagipula, satu-satunya seragam yang ingin kukenakan suatu hari nanti hanyalah seragam kesatria pengawal!”

Sepulang sekolah, jadwal Brook berlanjut dengan latihan berpedang di bawah bimbingan Candle agar kelak ia tumbuh menjadi kesatria yang hebat.

Di sela-sela waktu istirahat, Brook tiba-tiba bertanya, “Nona Candle, apa kau punya pria yang kau sukai?”

Candle tersenyum tipis sambil menatap ke depan. “Ada, tapi dia sangat sulit dijangkau. Itulah sebabnya aku terus mengasah kemampuan berpedangku, agar aku bisa selalu pantas berada di sisinya.”

Mendengar jawaban itu, Brook—yang merasa selalu menghabiskan waktu bersama Candle setiap hari—dengan sangat percaya diri menduga bahwa pria yang dimaksud adalah dirinya.

“Sudah jelas bukan kau!” maki Candle mematahkan ekspektasi Brook seketika.

Selesai berlatih dan bersiap pulang, Brook kembali berulah. Dengan wajah polosnya, ia bertanya, “Kalau begitu, apa Nona Candle berkenan memperlihatkan celana dalammu padaku?”

Tanpa basa-basi, Candle langsung menghajar Brook hari itu juga hingga bocah itu ambruk terkapar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here