2. Bertemu Oni

Pada malam hari, Tanjiro dan Nezuko berjalan beriringan hingga menemukan sebuah rumah yang tampak cocok untuk disinggahi. Namun, Tanjiro tiba-tiba mencium aroma darah dan segera mengajak Nezuko menuju rumah tersebut.
Ketika pintu rumah dibuka, Tanjiro dikejutkan oleh pemandangan mengerikan: seorang oni sedang memangsa seluruh keluarga yang ada di dalam rumah itu.
Oni tersebut langsung menerkam Tanjiro, membuat mereka berdua melayang di udara. Dengan sigap, Tanjiro menyerang oni menggunakan kapaknya, menyayat lehernya.
Namun, Tanjiro terkejut saat melihat oni mampu meregenerasi tubuhnya dalam sekejap, menyembuhkan luka di lehernya.
Sementara itu, Nezuko tak henti-hentinya menitikkan air mata saat menyaksikan seluruh keluarga di rumah tersebut tewas secara mengenaskan.
Oni kemudian bergerak cepat dan mencekik Tanjiro yang terbaring di tanah, sambil menahan tangan Tanjiro yang masih menggenggam kapaknya.
Tiba-tiba, Nezuko melesat cepat dan menendang kepala oni hingga terlepas dari tubuhnya, kepala itu terpelanting menghantam pohon.
Tanjiro terkejut melihat kemampuan Nezuko yang dapat mengalahkan oni dalam waktu singkat.
Namun, saat Tanjiro sedikit lengah, tubuh oni, meskipun tanpa kepala, bergerak menyerang Tanjiro. Nezuko kembali bertindak cepat dan menendang tubuh oni tersebut hingga terpental menghantam pohon.
Tanjiro terheran-heran bagaimana tubuh oni masih bisa bergerak meskipun kepalanya sudah terlepas.
Sementara itu, kepala oni yang terpisah dari tubuhnya mulai berbicara, memprotes Nezuko. Ia mempertanyakan mengapa Nezuko, sebagai oni, justru memilih untuk membantu manusia.
















