10. Surat dari Giyuu

Di rumah, Urokodaki menyelimuti Nezuko yang sedang tertidur pulas di atas kasur. Tak lama kemudian, ia melihat Tanjiro membuka pintu rumahnya.

Kondisi Tanjiro tampak babak belur, dengan napas yang tersengal-sengal. Tanjiro jatuh berlutut di lantai sambil berkata, “Aku berhasil kembali,” kepada Urokodaki.

Urokodaki teringat surat yang dikirimkan oleh Giyuu melalui burung gagak. Dalam surat itu, Giyuu menulis bahwa ia mengirimkan seorang bocah lelaki yang ingin menjadi pemburu iblis.

Giyuu menyebut bahwa Tanjiro memiliki keberanian besar karena berani melawannya meski tanpa senjata. Ia juga menjelaskan bahwa keluarga Tanjiro telah dibantai oleh oni, dan adiknya, Nezuko, telah berubah menjadi oni tetapi tidak memangsa manusia.

Giyuu menambahkan bahwa Tanjiro memiliki penciuman tajam yang mirip dengan Urokodaki, dan ia yakin Tanjiro mampu lolos menjalani pelatihan di bawah bimbingan Urokodaki.

Dalam suratnya, Giyuu juga meminta maaf atas sikap egoisnya dan memohon kepada Urokodaki untuk melatih Tanjiro. Ia pun menyampaikan doa agar Urokodaki selalu diberi kesehatan.

Sambil memandangi Tanjiro yang tertidur dalam posisi duduk bersandar di depan pintu akibat kelelahan, Urokodaki, dengan penuh keyakinan, mengakui bahwa ia telah menerima Tanjiro sebagai muridnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here