7. Rumah Urokodaki

Urokodaki memberi tahu Tanjiro bahwa ia akan segera menguji kemampuannya untuk menilai apakah ia memiliki kapasitas menjadi seorang pemburu iblis.
Sambil mengangkut butah berisi Nezuko, Tanjiro berlari mengikuti Urokodaki. Tanjiro merasa takjub karena Urokodaki dapat bergerak dengan sangat cepat, bahkan langkah kakinya sama sekali tidak mengeluarkan suara.
Dalam perjalanan, Tanjiro teringat bagaimana Nezuko sudah terbiasa hidup dalam kesulitan. Ia pernah melihat Nezuko menjahit kimononya yang rusak, meskipun Tanjiro menawarkan untuk membelikannya kimono baru.
Namun, Nezuko menolak dan mengaku sangat menyukai kimononya, lebih memilih mengutamakan uang untuk membeli makanan bagi adik-adik mereka.
Hal ini membuat Tanjiro semakin bertekad untuk mengubah Nezuko menjadi manusia kembali agar ia bisa membelikan Nezuko kimono baru.
Akhirnya, Tanjiro dan Urokodaki tiba di rumah Urokodaki. Tanjiro yang terengah-engah setelah berlari jauh menanyakan apakah ia telah diterima menjadi pemburu iblis.
Namun, Urokodaki menjawab bahwa ujiannya baru akan dimulai, dan mereka harus mendaki gunung terlebih dahulu. Tanjiro terkejut mendengar itu, menyadari bahwa perjalanannya masih panjang.
Setelah itu, mereka memasukkan Nezuko untuk berbaring di atas kasur dalam rumah Urokodaki. Urokodaki juga berjanji kepada Tanjiro bahwa ia akan bertanggung jawab mengawasi Nezuko selama Tanjiro menjalani pelatihan.
















