8. Ujian Dimulai

Urokodaki dan Tanjiro mendaki gunung yang berkabut lebat pada malam hari. Tanjiro mulai merasa pusing, dan kakinya perlahan kehilangan kekuatan.

Sesampainya di atas, Urokodaki memberikan tantangan kepada Tanjiro: ia harus menuruni gunung dan mencapai rumah Urokodaki yang terletak di kaki gunung, tetapi dengan syarat harus tiba sebelum matahari terbit.

Tanpa banyak bicara, Urokodaki menghilang tanpa jejak, menyatu dengan kabut tebal di sekelilingnya.

Pada awalnya, Tanjiro menganggap tantangan ini akan mudah. Ia yakin bahwa dengan penciumannya yang tajam, ia dapat melacak aroma Urokodaki dan menemukan jalan kembali tanpa tersesat di kabut.

Namun, saat ia mulai berlari menuruni gunung, kakinya tersangkut tali jebakan, dan batu kecil tiba-tiba menghantam bibirnya.

Saat mencoba bangkit, Tanjiro menginjak semak jebakan yang membuatnya jatuh ke dalam lubang.

Ketika berusaha keluar dari lubang dengan susah payah, tangannya menyentuh tali jebakan lain, dan batang kayu besar menghantam punggungnya dengan keras hingga tubuhnya terlempar.

Tanjiro segera menyadari bahwa gunung ini penuh dengan jebakan yang dipasang oleh Urokodaki.

Tanjiro mulai merasa panik, menyadari bahwa jika terus terkena jebakan, ia tidak akan bisa tiba di rumah Urokodaki sebelum matahari terbit. Ditambah lagi, udara di gunung yang tipis membuatnya sulit bernapas dan semakin pusing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here