3. Berlatih Katana

Keesokan harinya, Tanjiro melanjutkan latihannya dengan berlari menuruni gunung sambil menggenggam katana, di bawah pengawasan langsung Urokodaki.
Membawa katana sambil berlari dengan kecepatan tinggi membuat konsentrasinya terganggu, hingga ia luput menyadari jebakan tali yang menjerat kakinya. Tali yang terhubung pada pohon itu menarik tubuh Tanjiro ke atas, membuatnya bergelantungan di udara.
Setelah menyelesaikan latihan menuruni gunung, Tanjiro melanjutkan dengan latihan menebas katana sebanyak 1.000 kali hingga kedua tangannya hampir tidak kuat lagi. Namun, Tanjiro terkejut saat Urokodaki menyuruhnya menambah 500 kali lagi.
Urokodaki kemudian mengajari Tanjiro tentang katana. Ia menjelaskan bahwa katana adalah benda yang mudah rusak. Katana sangat kuat ketika digunakan untuk serangan dari depan, tetapi lemah jika serangan datang dari samping.
Penyerangan dengan katana harus dilakukan lurus ke depan untuk menebas target, dan arah bilah katana harus selaras dengan arah serangan penggunanya.
Urokodaki bahkan mengancam akan menghancurkan tulang Tanjiro jika ia sampai merusak katana yang dipinjamkan untuk latihan.
Di tengah hutan, Tanjiro memegang katana dengan kedua tangannya, bersiap menghadapi Urokodaki.
Urokodaki melancarkan serangan tinju tanpa menyentuh, namun efek serangan itu cukup membuat Tanjiro roboh ke tanah. Berkali-kali Tanjiro terjatuh, tetapi ia terus berlatih untuk menunda kejatuhannya dan bangkit dengan cepat.
Saat Tanjiro mencoba menebaskan katana dengan niat menghabisi Urokodaki, Urokodaki dengan tangan kosongnya berhasil melempar tubuh Tanjiro dengan mudah, hingga membuatnya tersungkur ke tanah.
















