10. Tanjiro Membelah Batu

Tanjiro terjatuh, keringat bercucuran di wajahnya, dan napasnya tersengal-sengal. Tubuhnya telah berjuang keras hingga tangan dan kakinya terasa seperti akan lepas, bahkan paru-paru dan jantungnya seolah terbakar.

Ia telah mengayunkan katananya dengan sebaik mungkin, namun, meskipun sudah berusaha keras, Tanjiro masih belum mampu mengalahkan Sabito yang hanya menggunakan katana kayu.

Enam bulan berlalu, salju kembali menyelimuti Gunung Sagiri. Pada malam hari, Tanjiro, yang kini rambutnya telah tumbuh panjang hingga melewati bahunya, kembali bertarung dengan Sabito.

Namun, kali ini, Sabito untuk pertama kalinya menggunakan katana sungguhan.

Sabito memuji Tanjiro, mengatakan bahwa kini ia memiliki wajah seorang lelaki sejati. Tanjiro dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa kali ini ia akan menang.

Makomo tampak berdiri di samping, menyaksikan pertarungan mereka dengan penuh perhatian.

Tanjiro memusatkan konsentrasi dan melakukan pernapasan konsentrasi penuh. Ia dan Sabito sama-sama bergerak cepat, mengayunkan katana mereka dengan kekuatan penuh.

Namun, untuk pertama kalinya, tebasan katana Tanjiro berhasil mendahului serangan Sabito.

Pertarungan itu berlangsung singkat, namun penuh intensitas, hingga akhirnya Tanjiro keluar sebagai pemenang. Topeng rubah yang dikenakan Sabito terbelah menjadi dua, diiringi senyuman Sabito yang lembut.

Tanjiro merasakan campuran emosi—kesedihan, kebahagiaan, dan kelegaan—dari senyuman Sabito dan Makomo yang mengarah kepadanya.

Saat menoleh ke samping, Tanjiro melihat Makomo yang memujinya karena telah berjuang dengan sangat baik. Makomo berpesan agar Tanjiro selalu mengingat momen ini dan menggunakannya sebagai kekuatan untuk menang melawan oni.

Ketika Tanjiro menatap kembali ke depan, Sabito yang sebelumnya berdiri di depannya perlahan menghilang.

Dengan penuh keterkejutan, Tanjiro menyadari bahwa katana yang ia gunakan untuk membelah topeng Sabito ternyata telah membelah batu besar yang dulu diberikan oleh Urokodaki sebagai tantangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here